
"Sudah diam mantan perawan dilarang keras membahas perawan !!" ketus Nino tanpa menoleh pada orang yang mengajaknya bicara.
Anna yang ingin membalas cibiran Nino tertahan karena tangan Alvaro sudah membekap mulut istrinya dengan roti yang ia makan. Sontak membuat dua pengawal yang menyaksikan menahan tawa.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
"Sudah diam !! kalian ini seperti kucing dan anjing !!" tegas Alvaro membuat Anna bungkam.
Lebih baik diam daripada tidak ada jatah !! jerit Anna dalam hati.
Suasana menjadi hening hingga sampai pada tempat tujuan.
"Astaga kenapa semuanya berbentuk plastik !!" seru dua pengawal yang berdiri dibelakang mereka. Alvaro dan Nino hanya menahan tawa. Ya karena ini pertama kali mereka ke sini.
"Heh enak saja putih kinclong seperti itu kalian bilang plastik memang mata kalian ya silinder!" ketus Anna.
"Nyonya yang benar saja !! saya rasa semuanya perempuan. Mana ada laki-laki wajahnya cantik !" protes pengawal 1
"Satu diam !" ucap Alvaro agar mereka cepat makan.
Aku sudah lapar jika mereka terus berdebat bisa-bisa besok subuh baru makan ! batin Alvaro.
Masih setia dengan Anna yang mengelanjut manja di lengan suaminya. Mereka berjalan menuju tempat VVIP yang sudah dipesan.
Drama masih berlanjut di meja makan.
"Yang benar saja nyonya, jika kita tetap memakan masakan Indonesia untuk apa jauh-jauh ke negara plastik ini !!" ucap dua melakukan protes.
"Dua inget kata bang pepatah raga kita boleh jauh tapi hati tetap NKRI!!" ucap Anna.
"Nyonya kita membahas makanan yang berakhir keluar lewat anus bukan kesetian!" timpal Satu.
"Kalian ini seperti tidak tau saja nyonya kalian sudah aneh goblok juga. Jadi harap maklum!" Nino berucap sengit.
"Sudah-sudah !! kalian bisa tidak kompak tidak ribut hanya hal sepele. Makan yang ingin kalian makan !!" Alvaro menengahi.
"No abang !! kita makan masakan Indonesia titik gak pakek koma !!" sanggah Anna melakukan keberatan.
"Baik yang mulia ratu !!" ucap mereka bertiga akhirnya.
Anna kemudian memilih menu makanan yang akan mereka makan malam ini.
30 menit kemudian hidangan bertema Indonesia menghiasi meja makan mereka.
Goyang nasi padang pake sambal randang
Sama orang minang yang ikut bergoyang
Semua masalah jadi hilang
Pikiranku jadi tenang
Nyanyi Nino melihat menu yang ada diatas meja.
Astaga nyonya malam-malam semua serba karbohidrat !! batin Satu menjerit sembari melirik Dua.
Bodo amat yang penting perut tidak keroncongan !! batin Alvaro dan segera menyeduh nasi masih dengan dadar jagung dan sayur lodeh.
Anna jangan ditanya piringnya sudah berisi aneka lauk mulai dari dadar jagung, tempe, lele, dan lalapan + kerupuk.
"Beraneka ragam sekali ya bund !" sindir Nino melihat isi piring Anna.
"Diam kutu kupret kau makan saja nasimu sebelu ia menangis !" balas Anna.
__ADS_1
Mereka yang dari tadi cekcok masalah menu makanan akhirnya diam semua dan fokus dengan makanan masing-masing.
15 kemudian mereka semua sudah selesai makan.
"Akhirnya kenyang !!" ucap Anna sembari mengelus perutnya. Alvaro yang berada di samping istrinya mengelus kepala istrinya merasa gemas dengan tingkah istrinya.
"Kalo cinta begitu ya yang terlihat amit-amit terlihat imut-imut!" bisik Nino pada Satu.
"Karena matanya juling kalo jatuh cinta bos" balas Satu membuat Nino tertawa.
"Wah dia kesurupan bang !!" ucap Anna melihat Nino tertawa.
"Sudah biarkan saja !!" Alvaro memilih tidak ambil pusing dengan kelakuan adiknya tersebut.
Anna mengedarkan pandangannya keluar dimana disana terdapat stand musik namun tak ada yang mengisi.
"Bang, Anna boleh tidak menyanyi ? disana ada alat musik tapi tak ada yang menyanyi !!" melas Anna pada sang suami.
Alvaro mengikuti arah pandang yang ditunjuk oleh istrinya dan benar saja disana tersedia alat musik yang lengkap.
"Ya sudah ayo kita menyanyi !!" Nino menimpali ucapan kakak iparnya.
"Memangnya kalian bisa alat musik ?"
"Cih jangan meragukan kami kakak ipar. Kami semua bisa menggunakan alat musik !!" sombong Nino menimpali pertanyaan kakak iparnya.
"Ya sudah ayo kita keluar dan bernyanyi !!" semangat Anna sembari menarik tangan suaminya.
Setelah sampai di stand musik mereka semua mengambil posisi masing-masing. Alvaro di depan piano, Satu di dram, Dua di gitar, dan terakhir Nino dan Anna yang siap menjadi vokalisnya.
Mereka berembuk mengenai lagu yang akan dibawakan. Lagi-lagi Anna maunya lagu Indonesia sedangkan saat ini mereka berada di negara yang tidka paham akan Indonesia.
Setelah sekian purnama mereka berembuk menyanyikan lagu apa akhirnya disepakati untuk menyanyikan lagu dangdut.
Dikira ini kang sound sistem apa ya memalukan sekali ringis Nino dalam hati.
Nyonya entah dimana dan kapanpun rasanya tidak membuat malu bagai sayur tanpa micin kurang enak !! batin Satu merasa frustasi.
Untung mereka tidak tau bahasa kita jadi masih tidak terlalu malu batin Dua mencoba menguatkan diri.
Alvaro hanya tersenyum melihat tingkah nyeleneh istrinya yang Indonesia banget.
Setelah siap semua baru mereka menyanyikan lagu tersebut.
Kala ku pandang kerlip bintang nun jauh di sana
Sayup kudengar melodi cinta yang menggema
Terasa kembali gelora jiwa mudaku
Karena tersentuh alunan lagu semerdu kopi dangdut
Api asmara yang dahulu pernah membara
Semakin hangat bagai ciuman yang pertama
Detak jantungku seakan ikut irama
Karena terlena oleh pesona alunan kopi dangdut
Irama kopi dangdut yang ceria
Menyengat hati menjadi gairah
__ADS_1
Membuat aku lupa akan cintaku yang telah lalu
Api asmara yang dahulu pernah membara
Semakin hangat bagai ciuman yang pertama
Detak jantungku seakan ikut irama
Karena terlena oleh pesona alunan kopi dangdut
Dag-dig-dug, detak jantungku
Ser-ser-ser-ser-ser, bunyi darahku
Dag-dug-dug-dig-dug, detak jantungku
Ser-ser-ser-ser-ser, bunyi darahku
Na-na-na, mengapa kamu da-datang lagi menggodaku
Dulu hatiku membeku bagaikan segumpal salju
Ku tak mau peduli biar hitam, biar putih
Melangkah berhati-hati, asal jangan nyebur ke kali
Api asmara yang dahulu pernah membara
Semakin hangat bagai ciuman yang pertama
Detak jantungku seakan ikut irama
Karena terlena oleh pesona alunan kopi dangdut
Irama kopi dangdut yang ceria
Menyengat hati menjadi gairah
Membuat aku lupa akan cintaku yang telah lalu
Kala ku pandang kerlip bintang nun jauh di sana
Sayup ku dengar melodi cinta yang menggema
Terasa kembali gelora jiwa mudaku
Karena tersentuh alunan lagu semerdu kopi dangdut
Api asmara yang dahulu pernah membara
Semakin hangat bagai ciuman yang pertama
Detak jantungku seakan ikut irama
Karena terlena oleh pesona alunan kopi dangdut
Karena terlena oleh pesona alunan kopi dangdut
Karena terlena oleh pesona alunan kopi dangdut
Suara merdu Anna dan Nino saling bersaut-sautan mengisi suasana malam pada cafe tersebut. Mereka bahkan menyanyi dengan sedikit memperagakan tarian tiktok.
Bersambung
__ADS_1