
Tidak butuh waktu lama sudah terdengar nafas teratur Anna. Alvaro perlahan-lahan tertular ngantuk dan ikut menyusul istrinya ke alam mimpi sembari tetap memeluk erat tubuh mungil istrinya.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Masih dengan mimpi indahnya namun terhenti ketika ada tangan yang mengguncang tubuhnya. Alvaro perlahan membuka matanya.
"Kita mau landing 30 menit lagi jangan sibuk kelonan saja kau harus memperhatikan kaum jomblo bisa-bisa mata mereka juling sebelum waktunya !" cerocos Nino.
"Mulut bebek kau tidak sopan ya masuk kamar kakakmu tanpa permisi !" kesal Alvaro.
"Mau permisi sama malaikat israil ? yang ada dipersilahkan masuk alam baka bukan kamar lagi!" sengitnya.
"Dasar jailangkung !!" umpat Alvaro melihat adiknya menghilang begitu saja setelah ngomel seperti emak yang telat menerima tf.
Alvaro beralih menatap istrinya yang masih tidur nyenyak tidak terganggu dengan suara gaduh Nino.
Dasar kebo !! gumam Alvaro. Tangannya ia ulurkan untuk membelai lembut pipi istrinya.
"Sayang ayo bangun kita sudah sampai !" tegas Alvaro dan sedikit mengguncang tubuh mungil tersebut. Bukannya bangun, Anna malah semakin menyusupkan diri di dada bidang suaminya.
Bukan hanya 2 atau 3 kali Alvaro mencoba membangunkan istrinya namun naas istrinya tak berkutik sama sekali.
"Sayang kamu tidur atau mati sih !!" kesal Alvaro.
Merasa lelah membangunkan dengan cara baik-baik akhirnya Alvaro mencoba cara ekstrim.
"Maling-maling, tolong ada maling !!" suara keras Alvaro dengan mengetok gelas.
Anna yang kaget langsung beranjak dari tempat tidurnya.
"Mana malingnya mana biar Anna kirim ke malaikat israil sekalian!" serunya dengan reflek memperagakan gaya orang silat.
Alvaro mengulum bibirnya menahan tawa namun melihat istrinya yang beradegan silat dengan mata terpejam membuat tawa lepas begitu saja.
"Abanggggg..." suara Anna seperti toa masjid menggelegar karena kesal tidur indahnya diganggu sang suami.
"Ehmmm... jangan protes abang sudah membangunkan dengan cara baik-baik tapi tidak bisa terpaksa dengan cara ekstrem baru mau bangun. Lagian cewek tidurnya seperti orang mati !" sabda Alvaro.
"Tapi bang kan tiddd..." ucapan Anna tidak diteruskan karena Alvaro membungkam mulut istrinya.
"Simpan mulut bebekmu untuk nanti sayang!! sekarang ayo siap-siap 10 menit lagi kita sudah landing" ucap Alvaro tegas.
Sedangkan diluar sana Nino dan beberapa pengawal yang kebetulan masih didepan kamar Alvaro tak kuasa menahan tawa mendengar suara kegabutan dalam kamar yang tidak kedap suara tersebut.
__ADS_1
"Mimpi apa Alvaro mendapat istri kurang sekilo !!" ucap Nino
"Mimpi menemukan oase diantara pasir bos" sang pengawal menimpali
"Heh mana ada oase diantara pasir adanya oase diantar gurun pasir !" ralat Nino.
"Sama-sama pasir kenapa jauh-jauh harus di gurun pasir bos ? takutnya arwahnya nyangkut di kaktus bisa-bisa besokannya bukan bangun tapi dikafani !" pengawal yang sedari tadi diam menimpali.
Setelah mendengar ucapan pengawal itu entah kenapa ketiganya tertawa sangat bahagia.
"Apa yang kalian tertawakan ?" tanya Alvaro dengan tatapan mengintimidasi pada mereka bertiga.
"Hiss.. abang mereka juga manusia butuh tertawa artinya mereka hidup ! harusnya abang itu merasa prihatin jika mereka hanya datar saja bisa-bisa mereka mumi dengan wujud manusia !!" ketus Anna menimpali.
"Sayang ini tidak seperti biasanya pasti mereka bergosip !" tandas Alvaro yang sudah hafal kelakuan adik dan kedua pengawalnya.
"Benarkah kalian bergosip ? besok-besok kalian harus menjadi teman bergosipku !" ajak Anna tapi dengan sorot memaksa. Mereka bertiga hanya mengangguk antusias.
Alvaro yang melihat kelakuan mereka memijit kepalanya.
Sungguh ini siksaan bisa-bisa mereka tidak bekerja tetapi bergosip batin Alvaro menjerit.
"Sudah sayang kita kesini mau honeymoon bukan bergosip !!" ucap Alvaro kemudian.
"Ishhh... abang ya bener-bener faktor u jadi pendengarannya sedikit bermasalah. Anna kan bilangnya besok-besok bukan sekarang !!" tegas Anna masih dengan sorot mata horornya
"Ya sudah ayo kita keluar ini sudah landing dari 5 menit yang lalu !!" Nino menengahi perdebatan sengit antara kakak dan kakak iparnya.
"Heiii.... kenapa baru bilang dasar kutu kupret !!" teriak Anna melihat Nino yang sudah berlalu terlebih dahulu.
"Lumayan lihat drama tanpa menghabiskan kuota !!" teriak Nino membalas ucapan Anna.
Dua pengawal itu masih setia menunggu manten tersebut untuk turun dari pesawat namun begitulah si manten yang masih belum ada tanda-tanda bergerak sedikitpun.
"Ehmmm... maaf tuan dan nyonya ini sampai kapan kita berdiri disini ?" tanya pengawal yang sudah merasa karatan menunggu tuan dan nyonyanya.
"Sampek lebaran gajah !!" ucap Anna kesal dan berlalu begitu saja meninggalkan suaminya.
Alvaro hanya geleng-geleng kepala melihat kelakuan istrinya seperti bocah.
"Setauku adanya lebaran sapi kalo lebaran gajah bisa-bisa bukan lebaran ya kan ?" ucap pengawal 1 pada pengawal 2.
"bisa-bisa kau menyusul kakek buyutmu di dalam tanah !!" balas pengawal 2.
__ADS_1
Alvaro sudah biasa mendengar hal itu apalagi ditambah si Nino mulut kaleng rombeng tambah panas pembahasan mereka. Meskipun begitu mereka merupakan kepercayaan Alvaro dan selalu membuntuti Alvaro dimanapun dan kapanpun.
"Kenapa berhenti sayang ?" tanya Alvaro dengan mengkerutkan keningnya.
"Hehehe.. suaminya ketinggalan" ucap Anna sembari bergelayut mesra di lengan Alvaro.
"Kukira amnesia kalo sudah bersuami !! jangan-jangan lupa juga kalo sudah tidak ting-ting !" mulut pedas Nino kembali menyulut api.
"Heh kutu kupret mulutmu besok-besok aku gadaikan saja biar tidak mengganggu kesenangan orang!" sengit Anna.
"Enak saja main gadaikan emang situ punya uang seberapa ?! kalo mau mengadaikan itu bukan aku karena aku masih onderdil baru yang lama baru digadaikan kalo perlu dilelang!" sengit Nino.
Saya masih ting ting
Dijamin masih ting ting
Sama sekali belum berpengalaman
Pacaranpun baru dan masih malu-malu
Tapi jangan dicoba
Coba-coba mencoba
Dilarang melanggar perboden
Dilarang melanggar perboden
Nyanyi Nino yang diikuti oleh dua pengawal lainnya. Anna yang mendengar sindiran tersebut semakin ingin menyumpal mulut Nino.
"Abanggg...!!" rengek Anna meminta pembelaan suaminya.
"Ninooo... !" tegas Alvaro membuat Nino dan kedua pengawalnya bungkam. Anna menjulurkan lidahnya tanda mengejek.
"Dasar bocah apa-apa ngadu. Kalo kalah ya kalah aja tidak usah mencari pembelaan !!" gerutu Nino yang masih didengar oleh Anna namun diabaikan begitu saja.
"Ehmmm.. Nino kita makan dulu setelah itu baru ke penginapan !!" tegas Alvaro yang tidak dijawab oleh Nino.
"Nino kau dengar tidak ?" ulang Alvaro sekali lagi.
"Kau tau aku bukan penyandang tunarungu jadi tidak usah ditanya !!" ucap Nino kemudian masuk ke dalam mobil meninggalkan mereka.
"Kau seperti perawan yang sedang pms saja !!" timpal Anna setelah masuk kedalam mobil.
__ADS_1
"Sudah diam mantan perawan dilarang keras membahas perawan !!" ketus Nino tanpa menoleh pada orang yang mengajaknya bicara.
Anna yang ingin membalas cibiran Nino tertahan karena tangan Alvaro sudah membekap mulut istrinya dengan roti yang ia makan. Sontak membuat dua pengawal yang menyaksikan menahan tawa.