
Mereka menikmati sore menjelang malam tersebut dengan saling berpelukan menonton film animasi.
Alvaro begitu bersyukur istrinya sudah kembali pada mode aslinya. Hatinya begitu sakit ketika melihat istrinya histeris.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Tanpa terasa mereka tertidur di sofa sembari berpelukan. Bincang-bincang hangat setelah makan malam memang berakhir dengan menutup mata.
Pagi menjelang masih belum ada yang membuka mata. Mereka masih nyaman dengan tidur nyenyaknya meskipun yang mereka tempati dua kali lipat lebih kecil dari kasur king size-nya.
Kicau burung yang semakin jelas ditelinga serta terpaan matahari yang masuk dicelah-celah tirai mengusik tidur Alvaro.
Masih dengan wajah lepeknya, Alvaro mencoba bangkit dari tidurnya namun melihat istrinya tidur dengan sangat nyenyak ia mengurungkan niatnya.
"Cantik!" gumam Alvaro sembari terus memandang lekat wajah polos istrinya.
Rasa sakit dan kebas pada lengannya tak dihiraukannya. Fokus matanya masih terus mengagumi istri tercintanya.
Perlahan namun pasti Alvaro mendekatkan wajahnya hingga nafasnya dapat terdengar jelas di pendengaran Anna hingga mengusik tidurnya. Jangan lupakan terpaan nafas hangatnya memaksa Anna untuk membuka matanya.
Kaget tentu saja dirasakan oleh Anna karena jarak wajah mereka yang begitu dekat.
Setelah menguasai dirinya Anna kemudian tersenyum sembari menyatukan hidung mereka.
"Morning kiss sayang" ucap Alvaro setelah selesai berselancar di bibir manis istrinya dan dibalas ciuman di setiap inci wajah Alvaro oleh Anna.
Alvaro tergelak masih dengan tetap memeluk mesra istri tercintanya.
"Sayang sudah ayo bersiap 2 jam lagi kita berangkat ke Korea Selatan" ucap Alvaro.
Anna yang mendengar negara yang akan menjadi tempat honeymoon segera bangkit dengan semangat 45.
"Kalau begitu ayo kita bersiap bang. Sepertinya kita harus mandi bersama untuk mempersingkat waktu. Eh tapi tidak-tidak bagaimana jika abang mandi dulu, Anna mau menyiapkan pakaian dan barang-barang yang kita perlukan. Haduh ini mepet sekali abang kenapa baru bilang. Dadakan sekali. Udah nikah dadakan honeymoon juga dadakan. Semuanya the power of kesusu!" seru Anna. Masih mondar-mandir karena gupuh apa dulu yang perlu disiapkan.
Alvaro melihat istri tercintanya mondar-mandir membuat inisiatif untuk menggendong paksa ke kamar mandi.
"Abaaanggg...!!" teriak Anna.
"Kita mandi bersama dan tidak ada acara menyiapkan apa yang perlu dibawa. Cukup bawa diri saja karena percuma bawa baju dan barang-barang lainnya karena disana kamu hanya akan dikamar dan tidak perlu pakaian !" senyum smirk Alvaro membuat Anna bergidik ngeri.
Mandi yang seharusnya selesai dengan cepat berakhir dengan lama karena ulah Alvaro.
"Ishhh.... abang si main celup-celup mulu jadi lama kan kita. Lihat itu sudah jam berapa. Telat kita gal jadi honeymoon deh hisss..!!" gerutu Anna masih dengan menghentak-hentakkan kaki setelah keluar dari kamar mandi.
Lain Anna maka lain pula dengan Alvaro yang senyum-senyum sendiri.
__ADS_1
"Pergi-pergi kamu dari raga suamiku!" ucap Anna sembari menyiram air yang sudah ia bacakan ayat kursi kewajah suaminya. Tidak tanggung-tanggung air seember ia siram ke muka Alvaro.
"Sayanggg ! kamu kira aku kesurupan ?" ucap Alvaro sembari mengusap wajahnya kasar setelah disiram air oleh istri tercintanya.
"Habisnya abang senyum-senyum sendiri ya Anna kira abang kesurupan setan kamar mandi!" belanya tanpa rasa bersalah sudah membuat suaminya seperti tikus kecebur got.
Alvaro tanpa berkata apapun langsung masuk ke kamar ganti dengan melepas handuk yang sudah basah dan dilempar begitu saja kedalam keranjang baju kotor.
Hahaaa.. rasakan makanya udah dibilang jangan celap-celup masih ngeyel umpat Anna bahagia sudah membuat kesal suaminya.
Dengan tampang tak bersalahnya Anna menghampiri suaminya masih dengan pura-pura marah.
"Sayangg udah dong marahannya. Kita akan kesana satu jam lagi. Tapi berhubung mood mu jelek ya sudah honeymoonnya kita tunda saja!" ancam Alvaro akhirnya setelah semua rayuannya mental di istrinya.
"Ihhh.. mana ada ditunda. Gak ada tunda-tunda ya nanti ujung-ujungnya tidak jadi kalo diundur terus !" ucap Anna dan dengan semangat dia mengganti pakaian.
"Gaskeun kita berangkat bang!!" semangat Anna setelah berganti pakaian. Alvaro yang akan menyuap makanannya urung dilakukan karena keburu ditutup oleh Anna.
"Laparnya ditunda kita makan di pesawat saja!" ucapnya kemudian.
"Tapi sayang mubasir lo itu makanan sudah dibuka" melas Alvaro yang diabaikan oleh Anna.
Lambung bersabar untuk waktu 30 menit baru terisi jerit hati Alvaro.
30 menit kemudian mereka sampai di tempat landasan udara.
Aku nemu widodari
Motomu kebak pelangi
Hadirmu dalam hidupku beriku warna
Dari kisah masa lalu yang pernah terluka
Ku pernah terjatuh
Ku pernah ditinggalkan
Pupus cerita tinggallah impian
Maha sempurna Tuhan
Kirimkan kau untukku kekasih yang tulus
Dan kisah kelam ku kini hilang terhapus
__ADS_1
Sayang gondelono atiku
Yen takdire gandeng yo bakale gandeng
Tuhan terima kasih hadirkan penjaga hatiku
Yang selalu setia menemaniku
"Sayang lagumu seperti kisah ku saja tapi nanti saja jawabnya okey !!" sela Alvaro.
Alvaro langsung duduk untuk mengisi perutnya yang sudah bernyanyi meminta diisi.
"Sayang cepat duduk sini kita makan !" titah Alvaro dan sedikit menarik tangan istrinya agar segera duduk. Anna hanya geleng-geleng kepala melihat suaminya seperti cacing kepanasan sejak dimobil karena kelaparan.
Mereka makan dengan lahap. Ya sarapan pagi menuju siang.
Baru menikah sarapan merangkap makan siang terus bisa mati muda jika begini gerutu lambung Alvaro memulai protesnya.
Setelah selesai makan baru penerbangan dilakukan.
Selama 7 jam didalam pesawat tidak banyak yang mereka lakukan. Hanya stagnant diatas kasur dengan tawa dan kegesrekan Anna. Alvaro hanya menjadi pendengar setia.
"Sayang apa kita tidak ingin ke Cappadocia ? bukannya disana tempat yang romantis ?"
"Hisss.. abang ya kenapa ketularan layangan putus ?"
"Itu lagi booming sayang siapa tau kamu ingin ?" ucap Alvaro dengan menaikkan sebelah alisnya.
"Abang dengerin ya romantis itu kita yang ciptakan. Mau ditempat romantis kalo memang hatinya tidak bahagia untuk apa ?. Jangan sering menipu hati kita dengan cover luar kita. Cukup susu bear brand saja yang menipu. Gambarnya beruang iklannya naga isinya susu sapi !!" ceramah mama Anna.
"Makin cinta deh sayang sama kamu emuachhh.." ucap Alvaro dengan mendekap erat tubuh Anna.
Ini yang Alvaro suka dari istrinya tidak menutupi yang dikehendaki hatinya. Jika tidak maka tidak jika suka maka suka. Tidak seperti perempuan lain yang mengabaikan hatinya sendiri dan memilih mengikuti perasaan pasangannya.
"Abang masih lama tidak ?" tanya Anna kemudian setelah cukup lama dalam keadaan hening sembari mendongak menatap intens suaminya.
"Masih 3 jam an lagi sayang. Kenapa ?"
"Ngantuk" balas Anna dengan bibir mengerucut.
"Ya sudah tidur nanti abang bangunin kalo sudah mau landing" balas Alvaro dengan senyum teduhnya.
"Mau dipok-pok" manja Anna dengan mata puppy eyesnya.
"Manjanya..." gemas Alvaro sembari menuruti keinginan istrinya.
__ADS_1
Tidak butuh waktu lama sudah terdengar nafas teratur Anna. Alvaro perlahan-lahan tertular ngantuk dan ikut menyusul istrinya ke alam mimpi sembari tetap memeluk erat tubuh mungil istrinya.
...Bersambung...