
Mom Luna menghampiri Satu dan Dua lantas menaruk minuman jahe di meja dekat Satu.
Astaga aku membenci minuman satu ini jerit Satu sedangkan Dua sudah tersenyum mengejek.
"Minum tanpa banyak protes !!" paksa mom Luna karena paham semua penghuni rumah ini tidak ada yang menyukai minuman tersebut.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
"Boleh tidak pingsan lagi ?" beo Satu pada diri sendiri yang masih didengar oleh Dua dan mom Luna.
Mom Luna yang mendengar segera mencekok Satu dengan minuman tersebut persis ketika memberi obat pada bayi.
Harusnya bicara dalam otak Satu biar tak terdengar nyonya ! ucap Dua dalam hati. Dua sangat menikmati wajah Satu yang sudah memerah bahkan matanya sudah ingin meneteskan embunnya.
"Telan Satu!" tegas mom Luna masih berusaha memasukkan air ke mulut Satu.
Satu yang menolak membuka mulut dengan kejamnya mom Luna mencubit gemas perut Satu hingga mulut yang sedari tadi tertutup rapat kini open dengan lebarnya.
Dasar keluarga sadis !! selalu saja memaksakan kehendak ! jerit Satu dalam hati masih dengan menelan habis minuman mematikan tersebut
"Nah selesai kan!" ucap mom Luna. Tangan cantiknya segera menaruh gelas yang telah habis ditempatnya dan berlalu begitu saja meninggalkan Satu dan Dua.
"Keluarga pemaksa !! gak heran bos kenak karma dinikahkan dadakan karena ulah emak bapaknya!!" gerutu Satu setelah melihat mom Luna berlalu dihadapannya.
"Abang jangan marah-marah nanti cepat struk ! adek senang rasanya jika abang mati !" celetuk Dua dengan mencolek dagu Satu.
__ADS_1
Satu yang diperlakukan seperti ****** main sentuh sana sentuh sini segera menepis kasar tangan Dua tak berhenti disana Satu juga memelintir tangan Dua membuat pemiliknya meringis kesemutan.
"Haduh... haduh... sakit Satu !!" ringis Dua.
"Makanya jangan seperti playboy cap gajah!!" Satu menghempas tangan Dua dan berlalu begitu saja.
"Satu kau ini tidak bisa diajak bercanda !!" teriak kesal Dua karena Satu terlalu kaku dan serius.
Sementara di kamar yang sejak tadi sunyi sepi tapi menghangatkan kini sudah mulai menunjukkan tanda-tanda kehidupan.
Anna yang sejak tadi tidur dalam rengkuhan hangat Alvaro perlahan mulai membuka matanya.
Dulu melihatmu saat terbangun dan menutup mata adalah impian yang semu. Sekarang mimpi itu menjadi doa dalam setiap detik nafasku ! batin Anna masih mengagumi setiap pahatan indah tuhan.
"Sudah selesai memujinya hmmm ?" ucap Alvaro serak. Tangannya menangkap jemari sang istri yang mengelus lembut bibirnya. Masih dengan mata terpejam, Alvaro menggigit lembut semari tersebut.
Aku harus ekstra menjaga agar tidak ada ulat bulu, ulat keket, dan ulat lainnya yang masuk kedalam rumahku !! batin Anna yakin setelah melihat sang suami.
"Apa yang kamu pikirkan hmm ?" Alvaro membuyarkan lamunan Anna.
"Sepertinya sejak hari ini, Anna akan menjadi sekertaris pribadi abang !!" ucap Anna mantap masih membusungkan dada. Jangan lupakan posisi yang sejak tadi tiduran kini mulai duduk bersila didepan suaminya.
Alvaro mengerutkan keningnya karena tumben istrinya mau untuk bekerja.
"Tumben ada angin apa hmmm ? kuliah saja banyak bolos dan titip absen ?" penasaran Alvaro masih menaik turunkan alisnya.
__ADS_1
"Karena abang terlalu sempurna !! Anna tidak mau ulat bulu dan kawan-kawannya masuk!!" tegas Anna lagi dengan mimik wajah serius.
Alvaro yang mendengar ucapan Anna awalnya tidak paham apa yang dimaksud ulat bulu hingga di menit setelahnya ia baru paham. Wajah yang awalnya terlihat kebingungan kini sudah berganti dengan raut wajah penuh tawa. Posisi tubuhnya yang sejak tadi tidur miring menghadap sang istri dengan sebelah tangannya sebagai sanggahan kepalanya kini sudah berubah guling-guling karena tidak tahan dengan pikiran sang istri yang takut ia diambil orang.
"Ih abang ya !! Anna serius tau !!" kesal Anna masih memukul-mukul tubuh Alvaro dengan bantal. Bibirnya mengerucut kesal karena respon suaminya seolah memperlihatkan jika ia sangat bucin terhadapnya dan takut berjanda diumur yang masih muda.
"Sayang udah dong !!" ucap Alvaro kewalahan dengan kebar-baran sang istri.
"Listen to me !! Kamu satu-satunya wanita yang menguasai hati ini !! aku pantang mendua sayang ! jangankan untuk mengubris orang yang tak dikenal melihatnya saja tidak terbersit niatan. Hanya kamu dan cukup kamu menjadi orang yang akan menjadi mata untuk aku lihat menjadi ibu untuk anak-anakku !" panjang kali lebar Alvaro menjelaskan masih dengan mendekap kedua tangan sang istri sesekali menciumnya dengan lembut.
Anna yang melihat ketulusan dalam mata sang suami tanpa permisi cairan bening keluar dari pelupuk matanya.
"Abang terimakasih untuk cinta abang yang sangat tulus untuk Anna tapi bang..." ucapan Anna terjeda.
"Tapi apa yang ?" ucap Alvaro penasaran. Hatinya sudah tidak karuan memikirkan sesuatu yang tidak diinginkannya. Matanya setia tertuju pada istrinya. Telinga yang sejak tadi dekat semakin mendekat agar lebih jelas mendengar ucapan sang istri yang terjeda.
"Tapi ralat ucapan bahwa Anna satu-satunya wanita yang menguasai hati abang ! nyatanya Anna ini yang kedua yang bertahta di hati abang setelah mantan istri abang itu!" kesal Anna memalingkan wajahnya.
Alvaro yang mendengar ucapan Anna rasanya ingin sekali merukiyah otak istrinya agar lebih pintar sedikit.
"Astaga sayang !!" ucap Alvaro. Tubuh yang sejak tadi menegang menunggu lanjutan sang istri kini lemas seketika. Tangannya meraup mukanya untuk meredamkan tubuhnya karena frustasi.
Tuhan bolehkah tukar tambah otak istriku dengan anjing juga tidak apa-apa asalkan pintar sedikit jerit Alvaro dalam hati.
"Sayang dengarkan abang !! kamu.. kamu sebenarnya adalah orang yang abang sukai dari awal namun abang merasa tidak pantas karena umur kita yang terpaut cukup jauh. Abang merasa abang pedofil jika mengharapkan kamu menjadi istri abang. Itulah sebabnya abang menerima perjodohan yang dilakukan oleh keluarga abang. Abang berfikir seiring berjalannya waktu abang bisa melupakan kamu dan menerima istri abang seutuhnya. Abang berusaha untuk itu namun semesta terlalu baik saat abang mulai mantap menata hati pada istri abang dengan tidak sengaja abang menemukan istri abang sedang merajut kasih dengan orang lain. Saat itu abang langsung menceraikannya dan berhubung abang juga membuka bisnis baru di Malaysia jadi abang langsung terbang kesana setelah mentalak istri abang. Semua urusan percerain abang, daddy yang mengurus. Saat abang tiba di Indonesia setelah 2 tahun tak menginjakkan kaki tiba-tiba daddy mengatakan ada undangan mengisi seminar di salah satu kampus yang sangat familiar buat abang. Tanpa penolakan abang mengiyakan setidaknya abang berharap dengan menerima undangan tersebut abang bisa melihatmu meskipun dari jauh setidaknya sebagai pengobat rindu abang. Tapi sekarang abang bersyukur hal yang abang kira itu tak mungkin untuk digenggam kini dengan nyata bisa abang genggam. Terimakasih sudah menerima pria tua ini sayang" jelas Alvaro panjang kali lebar kali ciliwung.
__ADS_1
Bersambung