
Sementara dua manten baru masih belum ada tanda-tanda membuka matanya. Masih sama seperti beberapa jam yang lalu bahkan posisinya belum juga berganti.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Siang mendekati senja. Manten baru yang masih saling berpelukan mulai membuka mata. Mata yang saling menatap dalam pada masing-masing netra seketika terhenyak oleh dering sesuatu yang menandakan perlu diisi.
Mulanya mereka sama-sama terdiam hingga detik berikutnya tawa merekah dari bibir keduanya. Menertawakan diri sendiri memang lebih baik bukan daripada menertawakan tetangga.
"Sayang ayo kita mandi setelah itu kita sarapan menjelang sore!!" senyum Alvaro dengan memposisikan diri setengah berbaring.
"Sejak nikah sarapan merangkap makan siang bahkan ini suatu prestasi luar binasa makan siang merangkap makan malam !!" seru Anna.
"Kedepannya kita harus menjadwalkan kapan si timun bertemu dengan si tomat sayang demi kesejahteraan perut" balas Alvaro dan dianggukan oleh Anna.
Mandi yang pada umumnya membutuhkan waktu 15-30 menit maka bagi pasangan muda itu hanya perlu 5 menit sudah selesai mandi mereka. Entah jalur ekspress apa yang mereka lakukan ketika mandi bersih. Sungguh hanya mereka dan tuhan yang tau mungkin juga setan yang menemani.
Dengan langkah sedikit terburu-buru mereka keluar dari kamar. Nino yang mendengar suara pintu segera mengedarkan pandangannya menuju suara.
"Aku kira kalian mati !!" sengit Nino memulai percakapan dengan Alvaro dan Anna.
"Ninooo...!!" geram Alvaro.
"Habisnya kakak dibangunin sampe pintu digedor-gedor gak bangun-bangun kalo gak mati namanya apa ?!" tandas Nino kembali membuat mereka berdua bungkam.
"Makanya ingat waktu kalo ngadon kak !! kalo gitu bukannya jadi malah masuk rumah sakit gegara asam lambung tinggi !!" Nino berceramah panjang lebar.
"Bang lanjutin nanti lagi debat capresnya ini perut Anna sudah berkoar-koar ingin disumpal !!" ucap Anna. Tangannya masih terus menarik-narik kaos yang dipakai suaminya.
Melihat muka kelaparan istrinya, Alvaro pun memilih untuk segera turun dan makan.
Tidak tanggung-tanggung Anna memesan makanan hingga meja mereka penuh dengan makanan dan minuman.
"Sayang ini beneran bisa habis ?" tanya Alvaro dengan mata yang masih menatap semua makanan yang ada didepan matanya. Ia bahkan kenyang seketika melihat banyaknya makanan didepannya.
"Abang buruan makan gak usah banyak tanya !!" perintah Anna membuat Alvaro segera memakan makanannya.
__ADS_1
Buset kalo ini semua habis aku jadi sangsi sebenarnya istriku manusia atau sejenis makhluk lain batin Alvaro masih melihat makanan yang ada di hadapannya di sela kegiatan makannya.
Anna makan begitu lahapnya bahkan Alvaro yang masih makan sedikit maka Anna sudah menghabiskan dua piring makanan.
"Sayang pelan-pelan makannya tidak ada yang akan meminta !!" peringatan Alvaro karena takut istrinya tersedak.
Belum kering bibir Alvaro yang berucap Anna sudah batuk-batuk karena tersedak.
Alvaro dengan sigap memberikan minuman sembari menepuk-nepuk punggu sang istri.
"Makanya kalo orang ngasi tau itu jangan cuma masuk telinga kanan keluar telinga kiri !!" omel Alvaro.
"Ishhh.. abang jangan marah-marah nanti lekas tua !!" jawab Anna masih sempat-sempatnya bergurau.
Alvaro hanya mendengus melihat kelakuan istrinya. Ia mendudukkan kembali dirinya dan lanjut makan lagi.
Astaga istriku seperti setan saja semuanya ludes tida sekalian piring-piringnya juga batin Alvaro melihat makanan di hadapannya ludes akibat sang istri.
"Ah... kenyangnya !!" ucap Anna sembari masih mengelus perutnya. Alvaro hanya bisa geleng-geleng kepala melihat kelakuan sang istri.
Untung Alvaro sudah kesambar panah dewa cinta jadi meskipun kata orang menjijikkan di matanya akan tetap menggiurkan bahka sudah keluar lope-lope.
"Gila kakak ipar seperti titisan genderuwo saja!!" ucap Nino pada Satu dan Dua setelah mencuri intip pada kakak dan kakak iparnya yang sedang makan.
"Bos biasanya paling jijik perempuan rakus!!" beo Satu masih tidak percaya yang ia lihat.
"Namanya juga cinta!! tai kucing rasa coklat. Makanya besok-besok kalau membenci jangan terlalu takutnya pas mencintai kecintaan sekali!" ucap Dua menimpali.
"Ehmm.. dewa pujangga sedang bersabda pemirsah" ucap Nino sedangkan Satu sudah menahan tawanya. Jangan lupakan Dua yang sudah merenggut seperti perempuan merajuk.
"Ngomong-ngomong ini sampai kapan ya bos kita begini ?" ucap Satu karena pinggangnya sudah tidak kuat lagi berjongkok 30 menit hanya untuk mengintip bos dan nyonyanya.
"Iya bos ini pengindaian yang tidak keren sekali selama kita menjadi pengawal !" seru Dua sembari mengelus pinggangnya.
Bagaiman tidak mengeluh mereka dengan ide konyol Nino yang memindai di belakang bunga yang hanya sebatas perut mereka. Alhasil mereka jongkok dan Nino nyaman berada diatas punggung pengawalnya.
__ADS_1
"Begitu saja kalian sudah menggerutu !! baiklah karena aku bos yang baik hati kita berhenti mengindainya!!" ucap Nino sembari berdiri. Satu dan Dua bernafas lega seperti selesai pup.
"Ayu kita ke meja kakak dan kakak ipar!!" ucap Nino lagi setelah Satu dan Dua berdiri.
Mereka berjalan menuju meja kakak dan kakak iparnya jangan lupa wajah tengil Nino.
"Oh astaga lihat bang adik tengilmu itu sedang mempersiapkan kata-kata manis apa lagi dari bibir lemesnya !!" cemberut Anna pada Alvaro.
"Sayang jangan begitu meskipun tengil dia tetap adikku dan adik iparmu right !!" Alvaro mengingatkan Anna.
Adikmu itu memang spesies langka bang !! bahkan mulutnya lebih pedas daripada lambe turah! omel Anna tentu saja dalam hati. Mana berani dia mengomel di depan Alvaro bisa-bisa ia mati kejengkang.
"Widih kakak ipar seperti titisan wowo ya jika makan membuat kakakku ter wowo wowo!" seru Nino setelah duduk tanpa permisi di sebelah kakaknya.
Alvaro paham jika adiknya sedang mencemooh dirinya dan sang istri.
Tanduk Anna seketika keluar, wajahnya sudah merah seperti cabe-cabean di gang komplek.
"Heh mulut lemes bisa tidak sehari tenang tidak mengganggu orang!!" kesal Anna masih dengan ketusnya.
"Oh tidak bisa dimana ada bos 2 maka disitu ada keributan !!" lagi-lagi Dua menjadi juru bicara.
"Kau memang abdi setiaku Dua!! besok bayaranmu naik 2 kali lipat !!" sanggah Nino.
"Benarkah bos ?" tanya Dua dengan mata berbinar. Ya karena diantara Dua dan Satu dialah yang paling mata duitan. Otaknya hanya berisi uang, uang, dan uang.
"Tentu saja !! tapi bukan aku yang menggaji tapi kakakku !!" smirk Nino membuat Dua menjatuhkan rahangnya.
Alvaro hanya geleng-geleng kepala melihat kelakuan mereka. Pasalnya mereka akan bertindak sesuka hati kemudian melimpahkannya pada dirinya.
"Enak saja kau yang berucap kenapa suamiku yang harus bertanggung jawab!!" ketus Anna tidak terima.
"Ini sudah biasa kakak ipar jadi anda harap maklum!!"
"Oh tuhan aku ingin tenggelam saja. Dimana-mana itu atasan bertindak semena-mena kenapa ini terbalik !! suamiku kau terlalu baik !!" frustasi Anna masih memijit pelipisnya yang tidak sakit.
__ADS_1
Bersambung