Love You Boss

Love You Boss
Ep 7


__ADS_3

Waktu terus berjalan, sinar matahari yang menerpa dua anak manusia tidak mengganggu tidur nyenyak mereka. Pelukan mereka bahkan semakin erat mencari kenyamanan satu sama lain.


Hingga waktu menunjukkan pukul 12.00 WIB salah satu anak manusia mulai menggeliat dalam tidur nyenyaknya.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Perlahan-lahan, mata dengan bulu mata lentik itu membuka. Masih dengan pandangan sedikit buram untuk menyesuaikan pencahayaan yang menerpanya.


Merasa sudah dapat menyesuaikan dengan pencahayaan fokus mata indah itu melirik pada anak manusia yang masih tertidur dengan tentram.


Seulas senyum terbit di bibir manisnya melihat pemandangan pertama yang ia lihat ketika membuka mata. Sungguh mahakarya tuhan yang sempurna.


Mata hazelnya perlahan teralihkan pada jam weker yang terletak disamping suaminya.


"What !!! pantas saja cacing diperutkan pada konser bang Jali !!" suara kuat Anna memekakkan telinga. Masih dengan mata yang hampir keluar sempurna melihat angka yang terdapat di jam wekernya.


"Berisik !! mengganggu saja!!" ketus Alvaro meskipun dengan suara seraknya sembari mengelus telinganya. Masih setia bergelung dalam selimut lembutnya bahkan sekarang berpindah posisi membelakangi istrinya.


Anna melongo dengan apa yang dilihatnya. Sebal itu adalah yang paling utama Anna rasakan karena tingkah suaminya.


"Giliran Anna ng*ngkang saja bicara aku kamu pake sayang-sayangan lagi !! lembut ada maunya saja dasar duda !" omel Anna seketika menyadarkan Alvaro.


Buru-buru Alvaro membalikkan badan menghadap istrinya yang masih merajuk.


"Sayang maaf aku masih belum sadar tadi" suara lembut Alvaro sembari mendekat untuk mendekap istrinya.


Masih dengan posisi mendekap istrinya, Alvaro mengecup singkat bibir manyun istrinya.


"Morning kiss sayang" ucapnya.


Emakkkk... tolong Anna gak bisa marah sama mantan duda ini batin Anna tanpa bisa menyembunyikan raut bahagianya diwajah cantiknya.


"Anna lapar bang !! lihat ini sudah waktunya makan siang" manja Anna masih dalam pelukan suaminya.


"Maaf sayang aku sampai lupa. Ya sudah kita mandi dulu setelah itu turun untuk sarapan" ujar Alvaro kemudian dengan tampang setengah bersalahnya. Ia setengah karena setengahnya lagi itu juga terjadi atas keinginan istrinya.


"Ini bukan sarapan abang tapi makan siang!" berengut Anna mendongakkan kepala dan menatap sinis Alvaro. Masih menyalahkan suaminya atas keterlambatan mereka bangun telat sedangkan yang menjadi tersangka hanya cengengesan sembari melangkah ke kamar mandi meninggalkan Anna begitu saja.


Padahal dia juga menikmati dan meminta lagi giliran sekarang aku yang salah. Memang wanita selalu benar umpat Alvaro di dalam kamar mandi.

__ADS_1


"Dasar suami laknat untung cinta !!" omel Anna masih berlanjut dikala menunggu suaminya selesai dengan kegiatan mandinya.


15 menit kemudian Alvaro keluar dari kamar mandi masih dengan handuk yang melilit di pinggangnya.


Lagi-lagi jiwa jal*ng Anna meronta-ronta hanya dengan melihat pahatan indah pada dada dan perut suaminya.


"Berhenti berfikir mesum atau sarapan sekaligus makan siang kita berubah menjadi kegiatan panas !"


Anna hanya merenggut mendengar ucapan suaminya. Detik berikutnya tubuh yang masih setia bersandar pada dashboard kasur melayang.


"Abanggg..... bilang-bilang dong kalo mau angkat Anna. Untung tidak jantungan!!" teriak Anna dan memukul pelan punggung telanjang suaminya.


"Maaf maaf sayang" ucap Alvaro masih dengan menggedong istrinya ke kamar mandi.


"Lain kali jangan seperti itu bang kalo gak mau jadi mantan duda untuk yang kedua kalinya karena Anna mati jantungan akibat ulah abang!" tegas Anna mengingatkan yang dibalas anggukan oleh Alvaro.


"Kamu berendam dulu ya nanti kalo sudah selesai panggil Abang" ucap Alvaro dengan tangan yang masih sibuk meletakkan Anna dalam bathup yang telah disiapkan Alvaro untuk membantu menghilangkan rasa pegal yang melanda tubuh mantan gadis itu.


Alvaro keluar dari kamar mandi setelah mengecup sebentar kening istrinya. Ia bergegas mengganti pakaiannya setelahnya mengambil pakaian untuk dikenakan oleh istrinya.


Sungguh perlakuan yang sangat luar biasa membuat Anna semakin cinta dan sayang dengan suami dudanya itu.


Dua anak manusia yang sudah selesai berpakaian segera keluar dari kamar untuk mengisi perut sekaligus tenaga.


"Ehmmm... selamat siang neng dan aden!" ucap bi Ningsih menyambut manten baru yang akan sarapan sekaligus makan siang tersebut yang dibalas senyuman oleh keduanya.


Sebegitu tidak bertenaganya ya sampai menjawab sapaan tidak bisa batin bi Ningsih dengan memelipat bibirnya kedalam untuk menahan senyum.


Nampak menu yang sudah tertata rapi di meja makan seakan mengerti bahwa manten baru tersebut sudah kelaparan.


"Ahhhh... kenyangnya!" ucap Anna sembari menyandarkan tubuhnya pada kursi makan. Tangannya mengelus perut yang masih rata.


"Seperti anak itik saja makannya" lirik Alvaro pada istrinya dengan masih tersenyum.


"Tolong kesadaran dirinya wahai tuan duda yang terhormat. Yang membuat saya kelaparan siapa ?!" sinis Anna sembari menegakkan tubuhnya dari sandaran kursi makan.


"Ralat ya sayang sekarang saya bukan duda lagi tapi hot dady!" ucap Alvaro sembari mengerlingkan matanya menggoda Anna.


"Ishhh... kemarin saja seperti terpaksa menikah dengan Anna sekarang narsih banget!" ucap Anna masih dengan wajah bersemu merah dengan godaan suaminya.

__ADS_1


"Sayang besok kita pindah kerumah kita. Tidak pelu membawa pakaian semua sudah ada dirumah !" seru Alvaro dengan sigap memanggul istrinya untuk kembali lagi ke kamar mereka.


"Dasar manten baru serasa dunia hanya milik sendiri yang lain ngontrak !" gerutu mama Marta yang melihat kelakuan anak dan mantunya.


"Iya nya kita seperti butiran dosa yang tak tampak saja" balas bi Ningsih menimpali


"Bukan butiran dosa Sukaesih tapi butiran debu!" ralat mama Marta yang geram dengan pembantunya yang kurang seons padahal dirinya juga kurang seons. (Seharusnya sesama kurang seons dilarang saling bully 🤭).


Back to the topic..


Muda-mudi yang menyandang status manten baru itu masih bermalas-malasan dikamar setelah makan siang mereka selesai.


"Abangg.... Anna bosen gak ada kegiatan cuma rebahan saja!" gerutu Anna yang dari tadi hanya rebahan disamping suami tercintanya.


"Mau yang ga bosenin ?" senyum smirk Alvaro yang dianggukin oleh Anna.


Tubuh Alvaro langsung mengungkung tubuh istrinya.


"Abang ng-ngapain ?"


"Katanya mau yang gak bosenin ? ini abang mau praktikin !" seru Alvaro masih dengan senyum smirknya.


"Abang ishhh.. maks emphhhh..." belum selesai Anna protes bibir cantiknya sudah dibungkam dengan bibir lembut suaminya. Membuat Anna melotot dengan kelakuan suami dudanya.


Ciuman yang awalnya lembut semakin menuntut meminta lebih. Masih dengan saling bertaut lidah tangan Alvaro bergerilya melepas apa yang perlu mereka tanggalkan.


Masih siang menuju sore menjadi cerita mereka mengulangi apa yang terjadi tadi malam. Suara decitan kasur dengan lantai menjadi saksi bisu menyatunya dua insan itu.


"Makasih sayang.." ucap Alvaro sembari mengecup seluruh wajah istrinya. Mendekap istrinya untuk mengantarkan pada tidur nyenyaknya.


Alvaro beranjak dari ranjang setelah terdengar nafas teratur istrinya yang menandakan ia sudah tertidur kembali.


Alvaro menuju kamar mandi masih dengan senyum merekah di bibirnya


Kamu yang datang menyerahkan diri sayang kedepannya aku tidak akan pernah melepaskanmu, tidak akan! batin Alvaro sembari membersihkan diri setelah pergumulan panas dengan istrinya.


Masih dengan handuk yang hanya menutupi bagian pinggannya Alvaro keluar dan duduk di sofa sembari tangannya berselancar membuka email yang masuk di ipadnya.


Mata hazelnya begitu fokus tanpa sadar ia sudah lebih dari tiga jam dalam posisi tersebut. Bahkan ia tidak sadar jika ada sepasang mata memperhatikannya.

__ADS_1


Dasar manusia gila kerja ! umpat seseorang


...Bersambung...


__ADS_2