Love You Boss

Love You Boss
Ep 28


__ADS_3

"Kakak !!" melas Nino setelah selesai membaca point-piontnya.


Harusnya kau menjadi pengacara bukan CEO. hanya 5 biji tapi pasal sekian ayat sekian sama saja ! frustasi Nino dalam hati ketika melihat hukuman seperti soal anak kuliahan kalo ujian hanya dua pertanyaan tapi anaknya sampai seperti anak ayam pertama kali menetas.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


"Semakin banyak kau merengek seperti ulat maka akan kutambah dua point lagi disitu !!" tegas Alvaro.


"Tidak ini saja aku sudah ingin tenggelam saja !!" frustasi Nino mendengar ucapan sang kakak.


"Gayamu tenggelam tenggelam ! tenggelam beneran takut berhadapan dengan dosa-dosa!" decih Alvaro melihat kelakuan sang adik.


"Kak apakah tidak boleh Satu dan Dua membantuku ?" harap Nino sembari memohon. Matanya sudah kedip-kedip seperti lampu lalu lintas.


"Tak ada negoisasi dalam hal apapun Nino !! dan kau minum obat cacingan sepertinya kau mempunyai gejala penyakit tersebut!" tegas Alvaro.


"Kalian bertiga keluar dari ruanganku sekarang !!" tambah Alvaro.


"Kau tau aku mempunyai kakak kandung serasa kakak tiri dan aku anak kandung serasa anak pungut !!" Nino memelas kembali masih dengan menatap nanar kertas yang berisi poin-poin hukumannya.


Dua hanya mengusap rambut bosnya seperti memberi elusan pada bayi agar tidur.


"Seharusnya aku menjadi yatim piatu sejak lahir daripada begini !!" keluh Nino kembali.


"Ehmmm... ehmmm...!!" suara yang sangat Nino dan pengawalnya ketahui.


"Ehmm.. bos tiba-tiba aku kebelet pup !!" Satu bersuara sembari undur diri.


"Emm.. emmm.. bos sepertinya aku lupa beberapa berkas masih belum aku berikan pada bos 1. Aku duluan bos" Dua berlalu dengan sedikit mempercepat langkahnya.


Dasar pengawal laknat giliran begini kabur ! persetan dengan yang namanya abdi setia ! aku berada di ujung kematian mereka kabur ! jerit Nino dalam hati.


Sorry bos aku masih sayang nyawa ! ucap Satu dalam hati.


Maaf bos tapi aku masih belum nikah Dua membatin.


"Ikut daddy !!" tegas dad Ferdi membuat Nino komat kamit membaca doa.

__ADS_1


Tuhan cobaan apa lagi ini !! getir Nino dalam hati masih terus mengikuti langkah sang daddy.


"Apa kamu akan terus seperti patung selamat datang dek ?! jika iya daddy akan meminta tukang untuk menempel kamu di depan pintu !" seru dad Ferdi yang melihat anak bontotnya sedang melamun di pintu masuk.


"Daddy jahanam ! anak sendiri di tempel depan pintu gak sekalian saja ditempel di pintu ruang jenazah biar bisa sekalian memberikan tisu pada keluarga korban !" kesal Nino sembari mendudukkan diri di hadapan sang daddy.


"Daddy !!" rajuk Nino menarik tangan sang daddy seperti bocah TK minta bolos belajar setelah beberapa saat hening.


"Hmmm.." ucap dad Ferdi seperti biasa.


Abang memang jiplakan daddy 1000 persen. Mom pas ngadon mungkin mengalah terus jadi daddy yang lebih dominan ! jerit Nino dalam hati.


"Daddy jangan tambah hukum Nino lagi ya ! ini sudah banyak bisa-bisa Nino mati dalam keadaan perjaka jika begini. ya dad please !" rengek Nino seperti biasa. Air mata buaya sudah mengenang di pelupuk matanya.


Astaga memang titisan emaknya tidak ada duanya. Bedanya ini versi cowoknya batin dad Ferdi.


"Ayolah dad kasihanilah anakmu yang tampan dan tidak sombong serta rajin menabung ini !! itu tidak sepenuhnya murni kesalahan Nino. Nino juga sudah minta maaf sama kakak ipar. Please dad sungguh Nino tidak ada niatan untuk menyakiti bucinnya kakak !!" Nino mengiba kembali.


Terdengar helaan nafas panjang dari dad Ferdi. Sebelum akhirnya membuka mulutnya.


"Okey kali ini daddy maafkan tapi ingat tidak ada lain kali lagi paham ?!" tegas dad Ferdi karena merasa tidak tega.


"Cih tadi ada yang bicara anak kandung serasa anak pungut !!" cibir sang daddy masih dalam pelukan anak bontotnya.


"Tadi itu bukan Nino yang ngomong dad !" dalih Nino.


"Iya bukan kamu tapi arwahmu !" ucap dad Ferdi sedangkan Nino hanya cekikikan mendengar cibiran pedas sang daddy.


"Waw tumben lelaki terbaik bunda saling berpelukan ?" ucap mom Luna yang tiba-tiba masuk keruang kerja suaminya.


Dua lelaki tampan yang berbeda usia tersebut lantas melepaskan pelukannya sembari menoleh pada arah suara.


"Memangnya kenapa mom ? tidak boleh gitu Nino peluk-peluk daddy ?" ucap Nino balik bertanya.


"Ya karena tumben saja biasanya kalian hanya peluk-pelukan setahun 2 kali pas hari raya saja !" mom Luna berucap masih dengan mata memicing seperti mengintai sesuatu.


"Mommy kalo bicara suka benar!"

__ADS_1


"Sudah keluar sana ! istirahat sebelum jatah istirahatmu tidak ada!!" dad Ferdi menasehati.


"Ehmmm... dad boleh tidak jika Satu dan Dua membantu Nino ?" rayunnya berharap daddynya mengabulkan.


"Kau yang buat ulah kenapa Satu dan Dua ikut kena getahnya ?!" dad Ferdi menuntut penjelasan.


"Biar Nino gak bosen dan gak kecapean dad. boleh ya dad please !" mohon Nino lagi.


"No !! " tegas dad Ferdi.


"Mom !!" Nino mencari pembelaan dari mom Luna. Tubuhnya sudah mengelandut manja.


Mom Luna yang masih belum tahu pokok permasalahnya hanya menggaruk pipinya yang tidak gatal. Ia bingung harus menjawab apa.


"Sekali daddy bilang tidak berarti tidak. Atau adek mau daddy tambah hukuman dari kakak ?" senyum dad Ferdi membuat Nino menggeleng seketika.


Bisa snewen berakhir RSJ ini jika terus disini !! batin Nino menjerit ketakutan.


Detik selanjutnya Nino undur diri dari ruang kerja sang daddy.


"Memangnya si adek kenapa dad ?" mom Luna berucap ketika melihat si bontot kabur dari ruangan daddynya seperti dikejar mbak kunti.


"Biasa sedang dihukum oleh kakak karena membuat lecet istri tercintanya !" dad Ferdi menanggapi masih terus meminum teh yang dibawakan oleh sang istri.


Mom Luna hanya mangut-mangut saja sebelum akhirnya angkat bicara.


"Daddy juga memberikan hukuman ?" ketar-ketir mom Luna karena takut si bontot dapat hukuman dari manusia sama beda generasi tersebut.


Dad Ferdi hanya menggelengkan kepala karena fokusnya saat ini masih dengan teh istrinya yang tiada dua membuat candu dan enggan menjauh dari rumah.


Syukurlah anak bontotku tidak berakhir di RSJ ! lega mom Luna dalam hati. Pasalnya mom Luna tahu bagaimana hukuman dari dua manusia tersebut. Bukan tak menyayangi menantu dan membenarkan kelakuan anak bontotnya tapi mom Luna sangat tau hukuman yang memberatkan dari mereka.


"Ya sudah mom keluar dulu ya dad ?!" ucap mom Luna sembari keluar tanpa menunggu persetujuan dari dad Ferdi.


"Memang Nino sekali !!" gumam dad Ferdi sembari melihat sang istri yang berlalu dari ruangannya.


"Harusnya tidak usah memberikan kalimat tanya cukup kalimat pemberitahuan jika tak membutuhkan jawaban" gerutu dad Ferdi masih menggelengkan kepala. Pasalnya sampai detik ini ia masih heran keluarganya berbagai karakter seperti nano-nano rasanya.

__ADS_1


Bersambung


__ADS_2