Love You Boss

Love You Boss
Ep 16


__ADS_3

Dilihatnya angka pada jam di dinding kamar yang menunjukkan angka 5. Mereka baru tertidur masih dengan posisi berpelukan dibawah selimut yang sama. Masih dengan tubuh yang polos serta keringat percintaan.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Kicau burung saling bersautan menyambut pagi yang cerah di musim semi kali ini. Sinar surya perlahan menampakkan diri menembus sela-sela gorden di kamar yang masih sepi seperti tak berpenghuni.


Mereka terlampau lelah atau nyaman dalam pelukan masing-masing hanya tuhan yang tau.


Tiga manusia yang setia membuntuti pasangan baru dikala honeymoonnya telah menunjukkan batang hidungnya.


Di sofa yang nyaman untuk sekedar nongkrong atau melepas penat. Mereka bertiga duduk santai membahas hal yang tidak penting sembari menunggu manusia yang punya tujuan utama datang ke negara ini.


"Kakak dan kakak ipar ini gak mau keluar kah ?" ucap Nino setelah menunggu 30 menit namun tidak ada tanda-tanda manusia tersebut keluar kamar.


Pandangan mata Satu dan Dua terus tertuju pada pintu kamar berharap keajaiban datang dan yang ditunggu menampakkan batang hidungnya.


Hingga 1 jam sudah mereka menunggu. Nino yang sudah seperti besi karatan karena terlalu lama menunggu akhirnya melangkah mendekati pintu tersebut.


"Kakak woy bangun sarapan !!" teriak Nino dari luar sembari menggedor-gedor pintu tersebut dengan semangat 45.


Nihil sungguh nihil meskipun gedoran semakin kencang yang dilakukan Nino tetap tidak ada tanda-tanda manusia tersebut keluar dari kamar.


Masih dengan emosi yang membuncah Nino akhirnya mengajak Satu dan Dua sarapan terlebih dahulu.


"Gila si bos itu tidur apa mati ya ?" celetuk Dua setelah mereka sampai di resto.


"Mungkin sudah detik-detik sakaratul maut !!" sengit Nino karena sangat kesal dengan kelakuan kakak dan kakak iparnya.


Satu dan Dua yang melihat bos 2 nya sedang kesal bukannya menghibur malah tertawa.


"Kalian ya semakin membuat mood ku turun drastis !!" Nino sengit ketika mereka mentertawakannya.


"Bos ini seperti wanita PMS saja !! sedikit-sedikit kamu marah !!" jelas Satu dengan diselingi lagu seperti itu milik Syahrini ketika melihat bos 2 nya sering sekali tersulut emosinya.


"Tidak lucu Satu !!" geram Nino sedangkan Dua mengulum bibirnya kedalam untuk menahan tawa.

__ADS_1


"Sudah-sudah makanannya noh uda nongol keburu nangis itu makanan liat kalian berantem!!" Dua menengahi mereka setelah menguasai dirinya kembali.


"Duh laparnya gegara nunggu bos kita sarapan jam 9 !!" gerutu Satu masih dengan mengelus perutnya.


Makanan yang sudah didepan mata tanpa babibu langsung mereka lahap. Orang-orang disekitar mereka memandang aneh pasalnya mereka makan seperti babi rakus sekali.


Nino yang sadar akan pandanga mata yang melirik pada mereka segera menajamkan matanya.


"Apa kau tidak ada kerjaan lain selain mengurus hidup orang ?!" sinis Nino membuat semua mata yang melirik padanya menelan ludah dengan susah pasalnya wajah petakilan Nino sekarang berubah seperti serigala yang siap menerkam mangsanya.


Setelah selesai makan mereka segera keluar dari resto.


"Bos kita mau kemana ini. ?" tanya Satu.


"Jalan-jalan untuk melihat wajah plastik!!" Dua menimpali.


"Aku bertanya pada bos bukan kau Dua !!"


"Aku sekarang merangkap menjadi juru bicara bos !!"


"Sudah diam !! kalian ini seperti anjing dan kucing saja. Kita akan berjalan-jalan siapa tau nemu jodoh !!" Nino akhirnya bersuara setelah mereka adu cekcok.


Mereka berdua segera bungkam dan mengikuti langkah Nino. Awalnya normal namun di detik berikutnya ada yang menepuk pundak Nino. Reflek Nino menoleh.


"Hai.. sayang !!" ucap pria gemulai sembari mencolek dagu Nino.


Nino yang menerima perlakuan tersebut dengan kasar menepis tangan orang tersebut.


"Bos malaikat baik sekali padamu !! belum 1 jam kau berdoa sudah diijabah. Ini namanya jalur ekspress!!" seru Dua yang dibalas hadiah dua jempol oleh Satu.


Detik berikutnya Satu dan Dua sudah tertawa terbahak-bahak.


"Abang maco sekali !!" seru pria gemulai tersebut masih dengan bahasa inggrisnya. Nino bergidik ngeri melihat hal tersebut. Dengan ancang-ancang yang sudah siap sedia Nino segera melarikan diri dan akhirnya terjadilah kejar-kejaran antara Nino dan manusia jadi-jadian tersebut.


Satu dan Dua menonton mereka yang kejar-kejaran mengelilingi pohon tersebut hingga tak terasa mereka pusing sendiri.

__ADS_1


Capek menonton dengan berdiri, Satu dan Dua akhirnya duduk sambil bersila menyaksikan mereka kejar-kejaran.


"Woy bawahan laknat bantuin gua !!" teriak Nino ketika melihat bawahannya yang tidak ada aklaq sedang menonton dirinya bahkan berinisiatif untuk membantu pun tidak.


"Lima menit lagi bos jus kami masih belum turun !!" balas Dua berteriak juga dengan menunjukkan ke lima jarinya.


"ban*ke, ja*uk, b*bi kalian !!" sumpah serapah Nino mendengar ucapan Dua masih terus menghindar dari manusia jadi-jadian tersebut.


Benar saja setelah 5 menit berselang baru Satu dan Dua membantu Nino lepas dari kejaran manusia setengah laki tersebut.


Dengan bringasnya Satu mendorong manusia tersebut hingga nyungsep di semak-semak sedangkan rambut palsunya terbawa angin hingga nyangkut di pohon sakura.


Dua tertawa hingga guling-guling melihat penampakan asli kepala manusia jadi-jadian itu yang seperti lampu neon.


"Waw... besok-besok jika mati lampu kau tak usah memakai lilin lagi sudah bersinar !!" lanjut Dua masih dengan tawa cekikikannya.


Nino sudah meninggalkan mereka bertiga dan berjalan menuju penginapan masih dengan nafas tersenggal-senggalnya dan baju yang sudah acak-acakan namun tidak mengurangi kadar ketampanannya. Bahkan dengan kondisi seperti itu membuat para mata mengagumi Nino lebih daripada penampilan sebelumnya.


Satu dan Dua yang tidak melihat Nino segera mengedarkan pandangan dan beranjak mengejar Nino dengan sedikit lari.


"Sungguh kata nyonya disini tidak ditemukan orang buriq lah yang kita jumpai tadi itu apa namanya jika bukan buriq ?!" Satu berbicara dengan Dua setelah mereka tepat di belakang Nino membuat Nino semakin murka.


"Kakak ipar memang sesat lain kali kita jangan terpengaruh dengan bibir beracunnya!!" geram Nino setelah ia mendudukkan diri di sofa dan dibalas anggukan kepala oleh Satu dan Dua.


"Ngomong-ngomong kita terlalu lama diluar ini sudah hampir waktunya makan siang bos!!" seru Satu sembari melirik jam yang melingkar di tangannya.


"Hemmm.. kita bersih-bersih dulu baru beranjak untuk makan siang !!" perintah Nino sembari menuju kamarnya begitupun Satu dan Dua setelah mendengar perintah bos 2 nya segera menuju kamar masing-masing.


15 sudah dan mereka sudah berkumpul kembali dan bersiap untuk makan siang.


"Bos 2 apa kita tidak membangunkan bos dulu ?" tanya Dua saat mereka hendak keluar.


"Sudahlah mereka jika lapar akan makan jika tidak berarti mereka ke sini bukan buat anak tapi ketemu malaikat israil !!" jawab Nino segera keluar dan menuju resto tadi.


Sementara dua manten baru masih belum ada tanda-tanda membuka matanya. Masih sama seperti beberapa jam yang lalu bahkan posisinya belum juga berganti.

__ADS_1


Bersambung


__ADS_2