
Suasana hening sampai dipenginapan. Tidak ada yang bersuara hanya bernafas saja. Mereka terlalu takut berbicara lagi bahkan membuka mulutpun takut ketika Alvaro sudah emosi.
Anna bahkan menciut nyalinya ketika melihat sang suami sudah murka.
Nafas serasa sudah di dada melihat abang murka cicit Anna dalam hati sembari melirik Alvaro.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
"Sayang ayo turun kita sudah sampai" lunak Alvaro mengulurkan tangannya pada sang istri.
Masih dengan ragu dan merasa was-was Anna menerima uluran tangan sang suami. Terlihat jelas dimata Alvaro jika istrinya sedikit takut dari senyumannya yang terkesan dipaksakan belum lagi tangannya yang sedikit tremor.
"Sayang ayo abang gak akan gigit" goda Alvaro lagi dengan mengerlingkan salah satu matanya untuk mencairkan suasana. Kelakuan Alvaro sontak sudah pasti dapat membuat mood sang istri berubah 180 derajat dari yang ketakutan jadi malu-malu kucing.
Lagi dan lagi Anna tak bisa menolak pesona sang duda setiap kali Alvaro menggodanya apalagi saat melakukan hal tersebut semilir angin menerpanya membuat rambut halusnya menutup wajahnya. Menambah kesan memukau bagi Anna.
"Bos cacingan ?" celetuk Satu tanpa filter ketika ia menoleh keluar dan tepat melihat bosnya sedang mengedip-ngedipkan matanya.
Nino dan Dua yang mendengar ucapan polos Satu sudah tertawa hingga wajah mereka memerah sedangkan Alvaro tidak mendengar yang diucapkan oleh Satu karena posisinya sudah lebih dulu keluar dari mobil. Angin yang menerpa tubuh Alvaro menyebabkan suara Satu hilang sebelum sampai di telinga Alvaro.
"Hisss.. Satu kau ini memang ya !! besok-besok Anna kenalkan sama Sasa saja biar hidupmu tidak seperti orang mati !!" omel Anna karena sudah merusak momen yang menurutnya sangat manis.
Masih dengan emosi Anna menutup mobil dan berjalan dengan cepat menghampiri suaminya.
"Apakah aku salah ?" beo Satu masih di mobil melihat kedua manusia yang bersamanya belum berhenti tertawa.
"Tentu saja kau salah !! itu namanya menggoda bukan cacingan Satu !!" celetuk Nino setelah bisa mengendalikan dirinya. Dua masih saja tertawa cekikikan.
"Oh kukira bos cacingan makanya muka nyonya memerah seperti tertampar !!" ucap Satu manggut-manggut tanda ia sudah mulai paham.
"Perumpamaanmu itu sadis sekali Satu!! sepertinya kau akan menjadi salah satu manusia lajang hingga berjumpa malaikat israil !!" ucap Nino setelah mereka bertiga keluar dari mobil tersebut.
Pasangan muda sudah tak terlihat dipandangan. Itu artinya mereka bertiga terlalu lama berada dalam mobil menertawakan kepolosan Satu.
__ADS_1
"Sayang kenapa tergesa-gesa ? malam masih panjang !!" seru Alvaro yang tangannya sudah ditarik oleh Anna.
"Abang berhenti goda-goda !!" ucap Anna.
Bisa-bisa diriku depresi karena jiwa jal*ngku meronta-ronta ingin dibelai lanjut Anna tentu saja dalam hati.
"Say... " ucap Alvaro yang terpotong oleh Anna.
"Diam abang !! Anna masih fokus ini !!" ucap Anna tegas membuat Alvaro diam saja sembari mengikuti Anna seperti pitik.
"Abang kamar kita yang sebelah mana ?" ucap Anna kemudian setelah sekian lama kakinya melangkah.
"Abang jawab dong !!"
"Tadi disuruh diam sekarang diam salah. Benar-benar ya makhluk tuhan paling ribet itu memang perempuan!!" setelah Alvaro menjawab. Anna hanya meringis saja sembari mengangkat jari telunjuk dan jari tengahnya membentuk huruf V yang menandakan damai.
"Sudah lewat jauh disitu !!" Alvaro berucap lagi sembari menunjuk kamar diujung sana.
Anna menganga melihat arah telunjuk Alvaro. Ia merutuki kebodohannya sudah terlampau jauh kebablasannya.
"Ehmmm.. boleh tapi ada syaratnya !!" senyum smirk Alvaro membuat Anna menelan ludahnya susah-susah.
"a-apa syaratnya ?" gelagapan Anna berusaha bertanya syukur-syukur jika bisa negosiasi.
"Mudah saja !" Alvaro menimpali sembari menggerakkan jari telunjuknya mengisyaratkan Anna untuk lebih mendekat.
Dengan was-was Anna mendekatkan telinganya di bibir Alvaro.
"Malam ini tidak ada women on top semuanya abang yang mengendalikan !" bisik Alvaro dengan suara sexy nya.
Oh tuhan jiwa jal*ngku yang sejak tadi hibernasi langsung hidup hanya dengan ini !! maki Anna dalam hati.
"Bagaimana ? setuju ? jika tidak pun tak apa no problem !" ucap Alvaro dengan bersiap melangkah menuju kamarnya.
__ADS_1
Anna meringis melihat jarak mereka yang jauh dimana dirinya berada di ujung sebelah barat sedangkan kamarnya diujung timur.
Bisa-bisa kakiku depresot jika berjalan batin Anna menjerit.
Alvaro dengan jahilnya melangkah meninggalkan Anna. Anna yang melihat Alvaro menjauh darinya seketika kalang kabut.
"Fine !! abang menang hari ini !!" teriak Anna membuat langkah Alvaro terhenti. Jangan lupakan senyum yang terukir diwajah tampannya.
Alvaro berbalik dan segera menggendong Anna seperti koala. Sepanjang jalan kenangan, senyum Alvaro tidak memudar sedikitpun.
"Hiss... Anna jadi ngeri liat senyum abang !!" celetuk Anna melihat Alvaro senyum-senyum tidak jelas.
Alvaro tidak membalas ucapan Anna ia malah mencium setiap inci wajah Anna membuat sang empu kegelian.
"Abang stop !! geli" ucap Anna menghindari ciuman suaminya. Bukan Alvaro namanya jika dilarang akan memgindahkan ia bahkan semakin menjadi mengecupi setiap inci wajah istrinya. Anna yang tak bisa menahan geli dari kumis tipis suaminya seketika tawanya pecah membuat Alvaro bahagia dan menghentikan kegiatannya.
Tak lama berselang mereka sudah sampai di depan kamar mereka. Sebelah tangan Alvaro merogoh sakunya untuk mengambil kunci kamar sedangkan tangan yang lainnya menahan tubuh sang istri. Setelah sekian lama berjuang akhirnya Alvaro dapat menyelesaikan misi membuka pintu kamar dengan tubuh yang masih menggendong sang istri.
Dengan tergesa-gesa Alvaro masuk kedalam kamat tersebut dan menutup pintu kamar menggunakan kakinya.
Masih dengan posisi menggendong sang istri seperti koala. Alvaro mendekatkan bibirnya pada bibir manis istrinya. Awalnya bibir tersebut masih nangkring cantik tidak ada pergerakan cenderung pasif hingga di detik berikutnya bibir tersebut sudah aktif menjelajah.
Seperti petualangan yang tidak ada kata bosan begitupun Alvaro setiap menjelajah bibir manis istrinya tak ada kata puas.
Ciuman yang awalnya lembut step by step menjadi panas dan semakin memanas hingga terdengar suara bibir yang saling mencicip dan membelit.
Nafas mereka yang terengah-engah berlomba-lomba menghirup pasukan udara sebelum menyatukan kembali bibir mereka. Tangan Alvaro aktif meraba yang perlu diraba sembari menuju sofa terdekat untuk membaringkan tubuh sang istri yang sudah polos sepolos bayi yang baru lahir.
Anna sudah menjadi blingsatan tidak karuan menerima sentuhan dari sang suami.
Malam itu sesuai dengan rencana mereka untuk honeymoon. Maka malam panas yang lebih panas dari sebelumnya terjadi. Lilin aromaterapi yang menambah gairah mereka hingga meskipun lelah melanda mereka tetap tidak berhenti memacu tubuh masing-masing untuk mencapai kenikmatan. Hingga lilin aromaterapi tersebut habis barulah mereka berhenti mereguh kenikmatan.
Dilihatnya angka pada jam di dinding kamar yang menunjukkan angka 5. Mereka baru tertidur masih dengan posisi berpelukan dibawah selimut yang sama. Masih dengan tubuh yang polos serta keringat percintaan.
__ADS_1
Bersambung