
"Anna.. turun dulu jangan nempel terus seperti benalu. Suamimu butuh asupan tenaga untuk membuatkan mama cucu!" sambar mama Marta lagi. Alvaro yang mendengar ucapan frontal mertuanya hanya bisa menahan malu.
"Mama seperti tidak muda saja! Anna kan maunya dimanja sama Abang" ketus Anna sembari beringsut dari dari gendongan suaminya.
Alvaro hanya menguatkan mental agar tidak gila menghadapi keluarga barunya.
Oh tuhan kuatkan mentalku semoga tidak gila dengan semua ini batin Alvaro setelah duduk tenang disamping istrinya.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Makan malam berlangsung dengan tenang hanya bunyi sendok dan garpu yang terdengar. Perlahan satu-persatu keluarga undur diri dari meja makan.
Mom Luna dan Dad Ferdi sengaja menginap dirumah besannya dan akan kembali pagi-pagi buta.
"Susumu jangan lupa diminum Ann..!" seru mama Marta mengingatkan sembari beranjak dari ruang makan.
Diusia Anna yang sudah 22 tahun dia masih tetap meminum susu baik itu pagi maupun malam karena sudah menjadi kebiasaan apabila ditinggal maka akan sakit.
"Kalian istirahat hari ini pasti melelahkan!" ucap poppa Andri menambahkan.
"Terimakasih poppa, poppa juga istirahat tidak baik untuk kesehatan poppa jika tidur terlalu larut" sopan Alvaro sedangkan Anna hanya mengangguk.
"Bos selamat bekerja keras. Cetak gol yang banyak ya" bisik Nino dan selanjutnya menghilang dengan cepat sebelum mendapat bogeman cantik dari Alvaro.
Terlihat Anna keluar dari arah dapur dengan segelas susu ditangannya.
"Abang ayo kekamar" manja Anna. Tangan yang bebas sengaja dia lingkarkan pada tangan suaminya.
"Habiskan dulu susunya kemudian bersih-bersih". Suara suaminya memecah keheningan kamar.
Anna tidak merespon ucapan suaminya. Ia sibuk mencicipi dan mengendus susunya.
Alvaro yang tidak mendapat respon dari istrinya sengaja berbalik dan mengernyitkan dahinya melihat istrinya mengendus-ngendus susunya seperti anj*ng pelacak saja.
"Kenapa mengendus-ngendus saja seperti anj*ng, cepat minum susunya dan bersih-bersih. Tidak baik tidur terlalu larut!" cerocos Alvaro sembari mendekatkan dirinya.
__ADS_1
"Abang susunya aneh tidak seperti biasanya" cemberut Anna kemudian.
Alvaro merebut gelas yang ada ditangan istrinya dan meminumnya hingga menyisakan setengahnya.
"Ini tidak ada yang aneh!! cepat minum setelahnya bersih-bersih !" seru Alvaro dengan meminumkan susu itu pada istrinya.
Anna hanya cemberut sebelum akhirnya tanpa menolak apa yang dilakukan oleh suaminya.
Alvaro menyimpan gelas tersebut diatas nakas kemudian segera menyusul istrinya ke kamar mandi untuk bersih-bersih.
Bunyi suara pintu terbuka reflek membuat fokus Anna menoleh pada asal suara. Dia yang dari tadi sibuk menggosok gigi nampak memperlihatkan senyumannya pada Alvaro yang berjalan menghampirinya.
"Bang jangan keluar dulu !! Anna mau kasi tau sesuatu" ucap Anna yang sudah menjauh dari suaminya. Alvaro hanya menganggukkan kepala sembari melanjutkan kegiatannya.
"Abang suka yang mana ? merah, hitam, atau navy ?" seru Anna tiba-tiba didepan muka Alvaro yag masih sibuk mengelap wajahnya. Alvaro melotot melihat apa yang ditunjukkan oleh istrinya.
Sial sepertinya aku harus siap malam ini diperk*sa istriku!! batin Alvaro melihat benda haram yang ditunjukkan istrinya.
Lain hati maka lain juga mulut Alvaro.
"Merah !!" spontan Alvaro merutuki mulutnya yang tak terfilter.
Tuhan ternyata setan paling mengerikan adalah setan berbentuk manusia lagi-lagi Alvaro berucap dalam hati. Bagaimana tidak istrinya bahkan tanpa ada pernyataan cinta sangat bersemangat untuk di unboxing.
"Bagaimana ? sudah terlihat sexy belum bang ?" suara Anna terdengar seperti j*lang di telinga Alvaro.
Tanpa rasa prihatin Anna meninggalkan suami tercintanya yang sedang perang dingin dengan nafsu birahinya yang sudah memuncak.
"Persetan dengan cinta !! tubuhku benar-benar menginginkannya saat ini!" ucap Alvaro dan bergegas untuk mengejar istrinya.
Anna yang sudah sampai terlebih dahulu merasakan hal aneh pada tubuhnya. Seperti berada dalam gurun yang membuatnya sangat gerah.
Kemunculan Alvaro dari balik kamar mandi membuat tubuh Anna semakin panas. Hal yang sama pun terjadi pada Alvaro.
Tanpa banyak bicara Alvaro langsung ******* bibir manis istrinya. Ciuman yang lama-lama menjadi ciuman penuh gairah. Lidahnya memaksa masuk untuk mengakses setiap rongga mulut istrinya.
__ADS_1
Nafas yang semakin memburu pertanda gairah semakin memuncak bersamaan dengan itu tangan cantik Anna memukul-mukul pelan dada bidang suaminya pertanda dia sudah kehabisan nafas.
Alvaro yang peka melepas paksa ciuman panasnya. Nampak dua insan tersebut berlomba-lomba menghirup oksigen. Setelah merasa cukup, Alvaro kembali menyambar bibir manis istrinya dengan ciuman yang tidak kalah panas dari sebelumnya.
Dari ciuman panas tersebut hingga terjadilah apa yang harus terjadi. Malam pertama yang diimpikan oleh Anna akhirnya terwujud meskipun tak terpikir sedikitpun di otak Alvaro akan secepat ini mereka bersatu.
"Terimakasih sayang" ucap Alvaro setelah kegiatan panas mereka selesai. Beralih pada kening sang istri, Alvaro mencium lembut kening istrinya dengan penuh sayang.
Anna sudah tidak dapat membuka mata karena terlalu lelah dengan olahraga mereka. Ia hanya bisa menganggukkan kepala.
Alvaro masih dengan senyum merekahnya menarik Anna kedalam pelukannya dan menutupi tubuh polos mereka dengan selimut untuk segera mengarungi mimpi.
Pagi hari waktu untuk sarapan namun tidak ada tanda-tanda dua anak manusia itu keluar dari dalam kamar.
Mama Marta dan mom Luna yang penasaran akhirnya memilih mengintip kamar mereka dengan kunci cadangan yang sudah nangkring cantik di jari mama Marta.
Mama Marta dan mom Luna saling melirik kanan-kiri seperti maling yang sudah pro sebelum akhirnya mereka membuka pintu kamar manten baru itu.
Senyuman keduanya terbit ketika melihat baju yang berserakan dilantai. Pandangan mata mereka kemudian beralih pada sepasang manusia yang masih tidur nyenyak dengan saling berpelukan.
Mom luna yang sangat bahagia segera mengeluarkan handphonenya untuk memotret momen sweet anak dan mantunya.
"Besan ayo cepat keluar sebelum yang lain mulai curiga dengan kelakuan kita!!" peringatan Mama Marta membuat mom Luna yang asik dengan kegiatannya terhenti dan segera menyusul besannya keluar dari kamar tersebut.
Ayah Darma dan Dad Ferdi yang melihat kelakuan kurang se ons istri mereka hanya bisa menggelengkan kepala dan membuang nafas gusar. Mereka memilih pura-pura tidak tau kelakuan nyeleneh istrinya daripada tidak dapat calap-celup. Bukankah lebih baik pura-pura tidak tau daripada puasa tujuh hari tujuh malam begitulah pikiran mereka.
Hening mengiringi suasana sarapan hari ini dengan dua personil yang masih absen untuk ikut. Mereka yang paham tidak mempertanyakan keberadaan manten baru tapi lain halnya dengan mulut lemes Nino.
"Mom mereka tidak turun untuk sarapan ?" tanya Nino memecah keheningan yang hanya dibalas gelengan kepala oleh mom Luna.
"Sudah makan saja jangan terlalu kepo seperti emak-emak komplek !!" tegas dad Ferdi menyela sedangkan Nino hanya mengerucutkan bibir mendengar ucapan dad Ferdi.
Setelah selesai sarapan nampak semua keluarga kembali pada kegiatan masing-masing.
Waktu terus berjalan, sinar matahari yang menerpa dua anak manusia tidak mengganggu tidur nyenyak mereka. Pelukan mereka bahkan semakin erat mencari kenyamanan satu sama lain.
__ADS_1
Hingga waktu menunjukkan pukul 12.00 WIB salah satu anak manusia mulai menggeliat dalam tidur nenyaknya.
...Bersambung...