
Keadaan kamar terlihat remang-remang dan ayah darma bergegas untuk menyalakan lampu kamar terlebih dahulu. Setelah lampu menyala dengan terang ayah darma segera membalikkan tubuhnya untuk membangunkan putrinya. Alangkah terkejutnya ayah darma dengan apa yang dilihatnya.
Suara keras yang terdengar membuat mama marta terkejut dan memilih untuk menghampiri asal suara dan
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
bugh.. bugh... suara pukulan yang dilayangkan ayah darma pada alvaro membuat mama marta syok ditempat.
"Ayahh... stop jangan pukuli mantuku !" ucap mama marta kemudian setelah bisa menguasai dirinya dari keterkejutannya.
Anna yang sadar ayahnya berhenti memukuli alvaro langsung mendekat dan mendekap alvaro seperti anak kucing.
"Katakan mana yang sakit bang ? senjatanya masih aman kan ? bisa-bisa dedek gagal di unboxing ini" ucap panik anna masih dengan pikiran mesumnya.
Alvaro yang ditanya hanya menganggukkan kepala dalam dekapan anna tanpa berbicara satu kata pun.
Setelah mendapat jawaban dari calon suaminya anna beralih menatap ayahnya dengan tatapan tajam. "Ayahh.. awas saja kalo abang jadi impoten gara-gara ayah pukuli!. Anna bakalan minta mama buat ayah impoten juga!" ucap anna kemudian masih dengan nafas yang menggebu-gebu.
Saya yang dipukuli kenapa yang banjir keringat dia ucap alvaro dalam hati melihat keringat yang bercucuran dileher jenjang anna bahkan pikiran alvaro sudah mengarah pada yang tidak-tidak namun dia berusaha menghilangkan pikiran liarnya dengan menutup rapat kedua matanya.
"Mana ada impoten karena tonjolan di muka anna! otakmu kenapa masih goblok!" geram ayah darma sembari menghela nafas panjang
"Tonjokan ayah bukan tonjolan. Kalo tonjolan itu seperti pepaya gantung anna itu baru tonjolan" ucap mama marta lirih sedangkan ayah darma hanya melirik tajam mama marta.
"Benahi diri kalian ayah tunggu 10 menit lagi di bawah" ucap ayah darma kembali sembari membanting pintu kamar.
"Copot copot eh copot sandal mama" seru mama marta berjingkrat kaget sembari mengejar ayah darma.
Dua manusia yang akan disidang isbat eh sidang pra nikah sedang ketar-ketir melihat raut muka dua orang yang sudah berumur namun masih terlihat tampan dan cantik diusianya yang hampir setengah abad. Bahkan mimik wajah itu masih setia mengawasi dengan tajam sampai muda-mudi itu duduk dihadapannya.
Masih dengan wajah menunduk alvaro bahkan untuk menelan ludahnya saja tidak bisa.
__ADS_1
Serasa aku menjadi pelaku pemerkosaan umpat alvaro dalam hati.
"Hubungi kedua orang tuamu dan suruh mereka datang!" suara ayah darma memulai pembicaraan tanpa berkata apapun alvaro menganggukkan kepala dan berlalu untuk menelfon orang tuanya.
"Mom tolong kesini dengan dady sekarang sangat genting" ucap alvaro kemudian memutus telfon begitu saja.
Selang beberapa menit terdengar suara mobil masuk pekarangan rumah. Mom luna langsung keluar dari mobil diikuti dad ferdi dan nino dibelakangnya.
"Dasar anak es, nikah dadakan kaya tahu bulat dikira anak orang apaan coba!" ucap mom luna gemes terhadap anaknya dengan terus memukul alvaro sedangkan alvaro hanya meringis dengan pukulan momnya yang bar-bar tanpa niat untuk melawan.
"Mom sudah jangan pukulin abang lagi bisa-bisa anna gak jadi di unboxing abang nanti malam karena ngurusin abang yang memar-memar. Mom sama dad gak mau punya cucu apa ?" melas anna dengan mata puppy eyes dan tangan yang direntangkan untuk melindungi alvaro dari amukan mom luna.
"Sorry sayang mom cukup terkejut nikahan kalian dadakan sekali seperti tahu bulat" cengegesan mom luna dan segera menarik anna kedalam pelukannya.
"Mom seneng banget deh akhirnya mom ada temen buat ghibah hahaha.." ucap mom luna kemudian dan dibalas anggukan kepala oleh anna. Dad ferdi yang melihat kegesrekan istrinya hanya memaksakan senyumnya pada calon besannya.
Astagaa.. mengapa tujuan akhirnya hanya ghibah gemuruh dad ferdi dalam hati lagi sedangkan alvaro sudah tidak mampu berkata-kata.
"Pak penghulu silahkan nikahkan mereka!" ucap dad ferdi kemudian.
Tatapan tajam mom luna membuat alvaro enggan untuk berkomentar lagi sehingga memilih untuk mengikuti semua alurnya
Lebih baik menikah saja daripada digantung dan dibuang dari kk ucap alvaro dalam hati.
Ekspresi anna jangan ditanya lagi dalam hati sudah bersorak-sorak ria seandainya boleh berjoget sudah dari tadi ia lakukan.
Akhirnya nikah dengan duda menggoda ucap hati anna sembari melempar senyum manis pada alvaro
Astaga boleh tidak rukiah anak orang. Bisa-bisanya bahagia nikah dadakan dengan kesalah pahaman lagi ! umpat alvaro dalam hati sembari menenangkan dirinya sebelum ijab kabul dimulai.
"Abang semangat tetap terlihat keren jangan hanya seminar saja keren pas ijab kabul keringat dingin. Rilex aja kan ini bukan yang pertama buat abang!" bisik anna menyemangati alvaro.
__ADS_1
"Diam dan duduk manis!" ucap alvaro lirih dengan penekanan dalam setiap katanya hanya saja respon anna tidak seperti orang lain yang selalu patuh. Anna hanya cengengesan bahkan tanpa malu memberikan ciuman singkatnya dipipi alvaro.
"Maap pak penghulu, anna ngasi semangat dulu sama calon suami biar lancar sekali tarikan sah" ucap anna lagi.
"Annaaaa..." geram ayah darma dengan kelakuan bar-bar anaknya yang nyosor saja seperti bebek.
Lain ayah darma maka lain juga dengan pemikiran mom luna yang sebelas duabelas kelakuannya. "Uhhhh... sweet sekali mantuku. saranghaeo sayang mommy dukung gas langsung kunci pintu kamar setelah ijab sayang" seru mom luna
"Mama sudah siapkan obat kuat buat kalian agar dedek gondrong cepat launching" mama marta menambahkan bahkan sudah memperlihatkan merk obat kuat.
"Mama dan Mom tau aja kalo anna sudah gak sabar di unboxing abang" ucap anna semangat dengan mengedipkan satu matanya pada alvaro
Pengulu yang melihat dan mendengar hanya bisa menggelengkan kepala pasalnya baru kali ini menikahkan anak manusia yang kebelet kawin yang perempuan sedangkan yang laki pasrah saja.
Ayah darma dan dad ferdi hanya bisa saling menyemangati satu sama lain melihat kelakuan istrinya yang dibilang gila tidak tapi normal pun tidak.
Astaga bos menghadapi maknya saja sudah kalang kabut ditambah lagi istrinya yang satu spesies dengan maknya. RIP for your mental bos semoga stres saja tidak sampai gila ucap nino dalam hati meringis melihat kesialan bosnya
"Maaf ibu boleh saya ke toilet sebentar ?" ucap pak penghulu yang dianggukin oleh semua keluarga
"Yang menikah abang sama anna kenapa yang gugup pak penghulu si ma! hisss.. anna pengen cepat-cepat sah" gerutu anna dengan mulut yang sudah mengerucut.
"Sabar kenapa si seperti menit selanjutnya kamu akan disapa malaikat israil saja!"
"Isss.. mama anna masih belum mau disapa malaikat israil masih pengen merasakan senjata abang!" seru anna lagi dan detik berikutnya mulutnya sudah disumbat tisu oleh ayahnya.
Alvaro tanpa niat membantu sedikitpun karena masih merasa gugup untuk ijab kabul meskipun bukan yang pertama tapi ini dadakan dan tanpa persiapan.
"Maaf bapak dan ibu saya suka gugup ketika mau menikahkan orang!" ucap pak penghulu yang sudah kembali ke tempat duduknya
"Kenapa menjadi penghulu kalo gugup bapak yang ada pasangan yang ingin menikah keburu mati ditempat nungguin pak penghulu!" dengus anna merasa kesal karena lama sekali pak penghulu dari toilet seperti orang beranak saja.
__ADS_1
"Diam anna..! atau kamu mau ?" ucapan ayah darma terhenti saat melihat seseorang yang datang
Bersambung