Love You Boss

Love You Boss
Ep 22


__ADS_3

"Tentu saja si Joni lebih membuat Anna candu!" bisik Anna di telinga Alvaro membuat Alvaro seketika memerah wajahnya.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


"Dasar mesum !! otakmu hanya tentang celap-celup saja !" ucap Alvaro menjitak gemas dahi sang istri.


"Hisss.. abang kdrt!" protes Anna memegang kening yang dijitak oleh Alvaro.


"Lagi pula mesum sama suami sendiri tidak dosa yang dosa itu mesum sama suami tetangga!" bela Anna kembali.


"Berani mesum sama suami tetangga detik itu juga kamu abang kubur di kutub selatan!" geram Alvaro tidak suka pembahasan sang istri.


"Ishh abang serius mulu ! lagian siapa juga yang akan mesum sama suami orang ! abang itu lebih dan lebih dari mereka!" seru Anna sewot.


Dasar kutub diajak bercanda jadinya bumerang ! batin Anna kesal karena suaminya sangat datar.


"Tidak usah mengumpat abang !" seru Alvaro lagi. Entah mengapa dia sangat gemas menjitak dahi sang istri.


"Auhhh... abang suka sekali ya jitak-jitak Anna ! gimana nanti kalo ana tambah bloon karena sering dijitak!" kesal Anna memukul tangan sang suami.


"Biar otaknya pintaran sedikit!" Alvaro berkata sembari tertawa.


"Abang Anna seriusan mau tanya ini !" mimik wajah Anna sudah berubah serius tidak petakilan seperti tadi.


"Tanya apa hmmm ?! tumben-tumbenan itu muka serius banget neng !" Alvaro menggoda sang istri.


"Ishh.. abang ini serius !" geram Anna pada Alvaro.


"Baiklah baiklah ! mangga atu neng mau bertanya apa !" ucap Alvaro membetulkan posisinya agar lebih enak melihat dan mendengar ucapan sang istri.


Alvaro menunggu sang istri yang sangat serius untuk bertanya.


"Abang punya indra keenam ya ? soalnya setiap Anna mengumpat pasti abang tau!" seru Anna setelah beberapa menit hening dan penuh keseriusan.


Alvaro rasanya ingin menenggelamkan diri di lubang ular mendengar ucapan unfaedah istrinya.


Astaga aku sudah serius mendengarnya ternyata yang dibicarakan jerit Alvaro dalam hati tanpa bisa meneruskan kembali ucapannya.


"Sayang kamu hanya ingin bertanya itu saja ?" beo Alvaro melihat lurus pada manik mata sang istri. Rahang yang tadinya mengeras kini turun seketika mendengar ucapan sang istri. Anna hanya mengangguk pasti tanpa merasa bersalah dengan ucapannya.

__ADS_1


"Abang kira apa ! tentu saja abang bisa tau mimik wajahmu mengatakan hal itu !" kesal Alvaro pada sang istri tapi lagi dan lagi ia tak bisa marah pada istri kecilnya.


"Benarkah begitu bang ?" Anna bertanya untuk meyakinkannya. Alvaro mengangguk membenarkan.


"Sudahlah ayo tidur kita cukup lelah selama 1 minggu belakangan karena kejar target !" ucap Alvaro sembari memeluk sang istri agar segera memejamkan matanya menunggu siang dengan memejamkan mata.


"Hoammm... perutku sudah berdendang" ucap Nino dikamar sebelah. Matanya bergerak melihat jam weaker yang terletak di nakas samping tempat tidurnya.


"Waktunya mandi dan makan!" ucap Nino beranjak dari kasurnya menuju kamar mandi.


Selang beberapa lama setelah selesai dengan kegiatannya, Nino segera turun untuk mengisi amunisi.


"Mom mana yang lainnya ?" tanya Nino pada mom Luna karena belum melihat anggota keluarga lain diruang makan.


"Daddy diruang tengah bersama Satu dan Dua, tinggal kakak dan kakak iparmu belum turun !" jelas mom Luna masih terus menata makanan diatas meja.


"Wah ini harus segera dibangunkan mom sebelum makan siang berubah menjadi makan malam!" seru Nino segera beranjak menuju kamar sang kakak.


Ada-ada saja mereka! seperti ada dendam pribadi ! batin mom Luna sembari menggeleng-gelengkan kepala melihat kelakuan anak bungsunya itu.


Nino sampai di depan kamar kakaknya. Tangannya dengan sekuat tenaga mengetok pintu kamar sang kakak.


"Ninoiooooo....." teriak Anna geram karena Nino mengetuk-ngetuk dahinya dengan keras.


"Setan setan !!" latah Nino mendengar teriakan kakak iparnya.


"Kakak ipar suka banget buat serangan lambung !" kesal Nino setelah dapat mengendalikan dirinya dari keterkejutan.


"Heh kau kira dahiku pintu ? seenak jidatmu mengutuknya !" kesal Anna masih memegang keningnya yang memerah.


Alvaro yang mendengar teriakan dari sang istri buru-buru keluar dari kamar mandi masih dengan handuk yang melingkar di pinggangnya.


"Ada apa sayang ?" Alvaro bertanya dari balik tubuh sang istri.


"Astaga makanya tak ada suaranya meskipun diketuk sekuat tenaga!" Nino bergumam sembari cengengesan.


Anna berbalik melihat sang suami yang bertanya. Alangkah kagetnya Alvaro melihat kening sang istri.


"Astaga sayang keningmu kenapa ? digigit lebahkah sampai begitu ?" panik Alvaro melihat kening sang istri memerah.

__ADS_1


"Huwaaaa.. abang ! Nino huwaa hiks hiks" tangisan Anna kejer dipelukan sang suami membuat Alvaro kalang kabut menenangkannya.


"Cup cup sayang sudah ya jangan nangis ! kenapa Nino bilang sama abang hmm ?" Alvaro menenangkan Anna yang masih setia menangis di pelukan suaminya.


Astaga rasanya malaikat israil sudah senyum ramah padaku batin Nino menjerit. Masih dengan senyum takut-takutnya Nino mendekati kakak dan kakak iparnya.


"Maafkan Nino kakak ipar sungguh Nino tidak melihat jika itu bukan pintu !" tulus Nino mencoba menenangkan juga.


"Apa yang terjadi Nino ?" mom Luna yang sudah sampai di kamar Alvaro masih dengan nafas tersenggal-senggalnya.


"Mom kenapa bicaranya begitu ? seperti mau sakaratul maut saja !" ceplos Nino melihat momnya yang berbicara tersenggat-senggat dan nafas yang naik turun.


"Kau ya ! menyumpai mom mati sebelum kamu menikah begitu ?!" kesal mom Luna menjewer telinga Nino membuat suasana di kamar Alvaro semakin gaduh dengan teriakan Nino. Belum lagi Anna yang masih menangis sesugukan.


"Mom, Nino diam !" tegas Alvaro membuat mom Luna segera melepas jeweran di telinga Nino.


Mom hobi sekali membuat telingaku hampir putus batin Nino masih dengan mengelus telinganya yang panas akibat jeweran maut momnya.


"Sayang kenapa hmm ? coba cerita sama mom ? ucap mom Luna mendekati Anna.


Anna dengan pelan merenggangkan pelukan pada suaminya dan menolehkan sedikit kepalanya hingga melihat pada mom Luna.


"Astaga kenapa keningmu bertranformasi menjadi pantat babi sayang !" histeris mom Luna melihat kening Anna memerah dan mulai membengkak.


Anna yang mendengar ucapan mom Luna semakin nangis kejer membuat Alvaro kelabakan lagi dan lagi.


"Mom !" kesal Alvaro pada mommynya masih dengan terus menenangkan sang istri.


Mom Luna yang sadar ucapannya membuat menantunya semakin menangis hanya nyegir tanpa rasa bersalah.


Untung emakku jika tidak sudah aku lempar ke lembah sungai amazon geram Alvaro yang kesal melihat muka menyebalkan momynya.


"Apakah sekuat itu aku mengetuknya hingga dahi kakak ipar berubah menjadi pantat babi ?" gumam Nino bermonolog dengan dirinya sendiri.


Tewas aku ini setelah ini oh tuhan semoga ada keajaiban untukku doa Nino dalam hati.


Perlahan Nino melangkah mundur dan mundur pelan-pelan tapi pasti hingga tubuhnya hilang dibalik kamar sang kakak.


"Setidaknya aman sebelum yaumul mizan !" gumam Nino mengelus dadanya dan berlalu menuju ruang makan.

__ADS_1


Bersambung


__ADS_2