Love You Boss

Love You Boss
Ep 2


__ADS_3

Keheningan yang tercipta dari dua anak adam hingga beberapa menit. Tidak ada yang memulai pembicaraan hanya sibuk dengan pikiran masing-masing.


"Ini minuman spesial mama buat khusus untuk mantu mama yang tampan ini" ucap mama marta sembari menggeser duduk anna yang berada disamping alvaro.


"Pawangnya kaga ade jadi belingsetan emang" ucap anna jengah sembari merotasikan matanya dengan malas sedangkan mama marta tidak mengubris sindiran anaknya.


"mama sampai lupa berkenalan karena sangat antusias anak mama yang kurang 2 ons dapat calon suami yang waras" seru mama marta lagi sedangkan anna hanya mendengarkan rentetan kekepoan mamanya.


"Ah iya tan.. eh maaf mama maksudnya. Perkenalkan saya Alvaro Bagaskara" ucap alvaro sembari menyalami tangan mama marta.


"Kacang kacang... lima ratusan bonus penjualnya..." ucap anna lagi karena dia seperti yang terhempaskan namun tak digubris sama sekali membuatnya jengkel dan berlalu dari ruang tamu dengan mulut mengerucut dan kaki yang dihentak-hentakkan.


"Dasar mama ga tau banget apa masa punya anaknya dipegang-pegang coba ayah dipegang aku cemburunya sampe keluar semua tanduknya hisss" gerutu anna yang terus berjalan ke kamarnya dengan tangan yang terus meninju udara.


Mama marta hanya menggelengkan kepala mendengar gerutuan anaknya yang terdengar jelas seperti siaran radio.


"Maaf ya nak kalo anna masih seperti anak kecil. Kami terbiasa memanjakan dia. Jangan naikkan nada bicaramu ketika marah dengannya apalagi main fisik mama ga rela anak kesayangan mama terluka. Besok jika kamu sudah tidak mencintainya lagi tolong kembalikan pada mama" ucap mama marta sembari menggenggam tangan alvaro. Cairan bening keluar dengan deras dari pelupuk mata mama marta membuat alvaro dilema.


" Ma, saya tidak dapat menjanjikan tapi saya akan berusaha yang terbaik untuk itu" ucap alvaro dengan tangan yang sibuk menghapus cairan bening yang keluar membasahi pipi mama marta karena kelemahan alvaro dia tidak bisa membiarkan seorang ibu menangis dan memohon.


Mama marta yang mendengar ucapan alvaro tersenyum merasa bahagia dan lega karena anaknya mencintai orang yang tepat.


"Ma, maaf saya ingin jujur dengan status saya. Saya duda bukan lajang" ucap alvaro lagi dengan hati-hati karena tidak ingin menutupinya.


"Astagaa.. anna benar-benar harus sujud syukur kalo perlu syukuran karena doanya terijabah" ucap mama marta dengan bahagianya bahkan sampai tertawa.

__ADS_1


Alvaro terperangah melihat respon mama marta yang tidak mempermasalahkan putri semata wayangnya mendapatkan duda bukan lajang.


"berapa buntutmu al ?" tanya mama marta setelah dapat menguasai dirinya kembali sedangkan alvaro tampak bingung mengartikan pertanyaan mama marta


"Maaf mama, saya tidak mempunyai buntut karena saya bukan monyet" ucap alvaro yang mengundang tawa mama marta kembali.


"Hiss... abang bukan itu maksud mama gemes deh sama kepolosan abang" ucap anna yang sudah berada disamping alvaro dan mencium pipi alvaro sekilas sebelum akhirnya duduk disebelah alvaro dan mengelanyut manja dibahunya serasa tanpa beban. Alvaro yang melihat tingkah anna yang tanpa malu mencium dan bergelanyut didepan mama marta menahan malu dan tampak dari wajah alvaro yang memerah.


"Dasar nyosor aja ga tau tempat, inget belum halal !" ucap mama marta sembari menoyor kening anaknya.


"Idih mama kaya yang ga gitu aja ke papa. Biar mama rasain yang anna rasain ketika jadi nyamuk mama" ucap anna lagi sembari memeluk alvaro dengan erat membuat mama marta jengah dan berlalu meninggalkan dua manusia tersebut di ruang tamu.


Selepas kepergian mama marta, alvaro melepas pelukan anna dan menatap tajam sedangkan yang ditatap tidak ada rasa takut sama sekali.


"Bisa tidak jaga sikap, jangan suka mencium didepan umum!" ucap alvaro lagi dengan nada serendah mungkin namun penuh penekanan agar tidak terdengar oleh mama marta.


tarikan alvaro membuat anna langsung terduduk dipangkuan alvaro sedangkan alvaro tidak menyadari posisi mereka saat ini karena sibuk melihat kanan kiri takut ada yang mendengar ucapan frontal anna yang tidak bermutu.


anna memukul-mukul dada bidang alvaro karena tidak dapat bernafas dan itu sukses membuat perhatian alvaro beralih pada anna dan segera melepas bekapan tangannya dimulut anna.


"huh.. hah..... ishh abang yang bener aja bekap mulut anna berikut dengan idungnya juga. Abang mau anna mati ?" ucap anna kesal dan masih terus memukul-mukul alvaro hingga dia sendiri capek dan memilih merebahkan diri dipangkuan alvaro.


alvaro hanya bisa menghela nafasnya panjang sembari memijat pelipisnya karena pusing dengan tingkah anna seharian ini yang mengikatnya dirumahnya.


Mendengar nafas teratur anna membuat alvaro mengerti bahwa gadis tersebut sudah tidur dengan nyenyak.

__ADS_1


"Al.. pindah saja anna kekamarnya sekalian kamu juga istirahat pasti capek kamu ngurusin dia seharian" perintah mama marta yang diangukkan alvaro.


Alvaro membaringkan tubuh mungil anna ditempat tidur setelah tadi diantar pembantu ke kamar anna. alvaro yang juga sudah kelelahan apalagi tadi malam lembur hingga tidur dini hari memilih merebahkan tubuhnya disamping anna setelah melepas jas dan kemejanya karena alvaro terbiasa tidur bertelanjang dada.


Tidak butuh waktu lama alvaro sudah menyusul anna ke alam mimpi. Tanpa disadari dua manusia yang sedang terlelap dalam mimpinya tidur dengan berpelukan terus menyari kenyamanan satu sama lain.


Sedangkan dibawah mama marta sedang menunggu suami tercintanya pulang dengan serigai yang hanya dia yang tau.


tidak lama ayah darma datang dengan senyuman khasnya. Dahinya mengernyit karena tidak mendapati putrinya yang sangat manja menyambutnya pulang.


"Mama, anna kemana tumben tidak menyambut ayah pulang biasanya selalu ada acara ribut antara mama dan anna ketika ayah pulang?" tanya ayah darma pada istrinya.


Mama marta yang mendengar pertanyaan suaminya hanya tersenyum dan menuntun suaminya untuk kekamarnya.


"Ayah mandi dulu setelah itu bangunkan anna karena dia masih tidur, mama mau menyiapkan makanan untuk kita dulu" ucap mama marta yang hanya dibalas anggukan oleh ayah darma.


Selesai mandi, ayah darma bergegas untuk melihat dan membangunkan anak gadisnya


Meskipun kurang 2 ons tapi ayah sayang dan tidak rela rasanya jika dia bersuami nanti ucap ayah darma dalam hati sembari melangkah mendekati kamar anaknya.


"Tumben sekali tidak dikunci biasanya selalu dikunci karena takut mamanya mengganggu" ucap ayah darma sembari membuka handle pintu dengan pelan.


Keadaan kamar terlihat remang-remang dan ayah darma bergegas untuk menyalakan lampu kamar terlebih dahulu. Setelah lampu menyala dengan terang ayah darma segera membalikkan tubuhnya untuk membangunkan putrinya. Alangkah terkejutnya ayah darma dengan apa yang dilihatnya.


Suara keras yang terdengar membuat mama marta terkejut dan memilih untuk menghampiri asal suara dan

__ADS_1


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


__ADS_2