Love You Boss

Love You Boss
Ep 14


__ADS_3

Suara merdu Anna dan Nino saling bersaut-sautan mengisi suasana malam pada cafe tersebut. Mereka bahkan menyanyi dengan sedikit memperagakan tarian tiktok.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


"Omooo... mereka cute sekali !!" puji mereka pada pertunjukan Anna and the geng.


Beberapa dari mereka bahkan sudah keluar dari kursi tempatnya makan untuk mengikuti tarian tiktok yang mereka lakukan.


Cafe yang tadinya tenang dengan manusia-manusia yang fokus terhadap makanan seketika heboh dengan kelakuan Anna and the geng.


Dimanapun ada Anna maka saat itu pun tempat yang sebelumnya sunyi senyap seperti kuburan akan berubah ramai seperti tanah abang.


Nino yang sebelas dua belas dengan kakak iparnya tanpa kaku melakukan gerakan-gerakan aneh seperti yang dilakukan remaja kekinian.


Diakhir lagu pun, penduduk lokal yang memang tidak tahu genre lagu dangdut menjadi ketagihan.


"Nona mohon menyanyikan satu lagu negara kalian yang genrenya seperti itu" ucap salah satu gadis cantik dengan bahasa inggris untuk memudahkan mereka untuk mengerti.


"Haduh dia bicara apa si No ? aku beneran goblok bahasa inggris !" ringis Anna sembari melirik Nino.


"Gini kalo otaknya cuma diisi nasi padang jadi bodoh !" Nino menimpali ucapan Anna.


"Ninooo...!!" geram Alvaro tidak terima istrinya dihina meskipun yang diucapkan adiknya adalah fakta.


"Hisss... ia maap maap!! dasar bucin. Padahal kenyataannya istrinya memang otaknya selebar daun kelor !" ketusnya lagi.


"Sayang mereka meminta untuk menyanyikan satu lagu lagi yang genrenya sama" ucap Alvaro menjelaskan pada istri tercintanya tanpa meladeni adiknya lagi sebelum acara menjadi panjang. Anna hanya ber oh ria saja mendengar penjelasan sang suami.


"Baiklah, Nino katakan kita akan menyanyi satu kali lagi!!" perintah Anna yang dibalas anggukan kepala oleh Nino.


Detik selanjutnya mereka menyanyi lagi masih genre dangdut tapi dangdut koplo yang menjadi candunya remaja kekinian dan masih menghiasi beranda ig.


Sepenggal lirik lagu yang berjudul "Tak Sedalam Ini"


Andai rasa di hati tak sedalam ini


Dari dahulu engkau tlah ku tinggalkan


Cinta yang ku miliki tak bisa kau bandingkan

__ADS_1


Rugilah engkau kerna memilih dia


Penonton dadakan tersebut semakin heboh bergoyang seperti cacing kepanasan.


Genre dangdut memang enak untuk dijadikan salah satu pelepas penat dikala suntuk dan stres yang mendekati gila.


Lagu kedua sekaligus penutup penampilan Anna and the gengs. Walaupun masih banyak yang kecewa karena berakhirnya pertunjukan dadakan tersebut.


"Ulang-ulang mereka kira tidak capek nyanyi sambil goyang belum nanti masih bertugas goyang!" gerutu Anna. Alvaro yang paham masalah pergoyangan hanya merangkul mesra sang istri agar tidak naik darah.


Masih belum berakhir penderitaan Anna kini ia menyaksikan sendiri remaja-remaja yang berebut untuk berfoto dengan suaminya.


"Emang ya pesona duda tidak terkalahkan !!" ucap Nino melihat segerombolan remaja sibuk mengambil gambar dirinya dengan sang kakak.


"Ralat ya suamiku sudah bukan duda lagi tapi mantan duda !!" tegas Anna dengan menekan setiap katanya.


Pandangan Anna kemudian beralih kembali pada sang suami.


"Waduh gak bisa gua biarin ini enak saja nyentuh-nyentuh milik gua !" geram Anna melihat emak-emak yang dengan beraninya membelai pipi suaminya.


"Tolong ya ibu ingat umur jangan kecentilan pegang-pegang suami saya !" tegas Anna dan bodohnya ia berbicara menggunakan bahasa Indonesia. Ibu-ibu yang tidak paham ucapan Anna hanya bingung.


"Sayang jangan marah dong, aku cintanya cuma sama kamu lagian goyanganmu yang paling candu apalagi des*hanmu !" bisik Alvaro menggoda membuat pipi Anna seketika bersemu merah seperti kepiting rebus.


Sedetik Anna mulai goyah mendengar ucapan sang suami namun dia segera menyadarkan diri kembali untuk tak tergoda ucapan beracun itu.


"Gak usah senyum-senyum !! liat itu mereka seperti cacing kepanasan ngeliat abang !!" tandas Anna dengan tatapan tajamnya membuat Alvaro ciut seketika. Susah payah Alvaro menelan ludahnya.


Istriku seperti monster yang siap menggantungku ketika marah batin Alvaro.


Setelah mengatakan hal tersebut Anna segera menarik tangan sang suami untuk keluar dari cafe tersebut.


"Baru ditinggal ke toilet saja sudah banyak ulat bulu yang mendekat apalagi ditinggal tidur sudah pasti ulat nangka, ulat jengkal, dan ulat-ulat yang lainnya pada mendekat !!" omel Anna.


"Sayang aku bisa apa memang ditakdirkan tampan sejak lahir. Aku pup saja dimata mereka keren !" narsis Alvaro menampilkan senyum menawannya pada sang istri.


"Cih narsis sekali !! ingat bang Anna masih marah dan terima hukumannya setelah ini !!" ucap Anna setelah masuk kedalam mobil.


"Sayang abang gak salah kenapa dihukum !!" Alvaro merasa tidak terima karena bukan ia yang berulah tapi ia yang dihukum.

__ADS_1


"Diam abang hari ini 10 ronde dan women on top !!" serigai Anna.


Anna sangat tau jika suaminya lebih suka diatas dari pada dibawah sehingga memanfaatkan situasi ini untuk membuat suaminya pusing atas bawah.


"Sayangggg...." melas Alvaro yang tidak digubris oleh Anna.


Sementara di sana masih di teras cafe tiga manusia jomblo karatan masih berdiam diri dan sibuk menggibah pasangan baru tersebut.


"Hohooo... sepertinya kita menemukan pawang ketika bermasalah dengan kakak !!" ucap Nino menoleh pada Satu dan Dua yang kompak memberikan dua jempolnya membenarkan apa yang diucapkan Nino.


"Bos sekalinya bucin dengan manusia kurang sekilo !" ucap Satu


"Sepertinya bagus membuat film si Mr. perfect ketiban Mrs. kurang sekilo !!" Dua menimpali. Akhirnya mereka bertiga tergelak bersama. Namun meskipun mereka bergosip Anna, mereka sangat senang dengan kehadiran Anna dihidup Alvaro yang membuat suasana menjadi lebih hidup tidak seperti di kamar mayat sepi dan dingin.


"Woiii kalian mau ngegembel disitu apa pulang ?" teriak Anna dari kaca mobil yang hanya memperlihatkan kepalanya saja.


"Sayang tidak usah kepalanya ikut keluar dari kaca mobil!!" nasehat Alvaro.


"Aigooo... kakak ipar seperti hantu kepala saja !!" gumam Nino melihat kepala Anna menyembul dibalik kaca mobil yang berwarna hitam tersebut.


Satu dan Dua juga kaget melihat nyonyanya terlihat hanya bagian kepalanya.


Mereka bertiga bergegas untuk menuju mobil daripada mendengar siaran radio rusak sepanjang perjalanan membuat perut kembali lapar mendengarnya.


"Ehmm.. kakak ipar dari kejauhan terlihat sekali seperti saudaranya si kunti !!" ucap Alvaro setelah masuk dalam mobil.


Hening sesaat karena otak Anna yang loading hingga detik berikutnya tangan cantiknya mendarat sempurna di kepala Nino.


"Berdosa sekali kau menyamakan kakak iparmu yang cantik dan seksoy ini dengan mbak kunti !! matamu juling tidak bisa membedakan yang cantik dan jelek !!" sinis Anna.


"Halah mengatai kakak ipar tidak akan membuat dosa malah dicatat pahala karena amal ibadah membuat orang lain tersenyum !!" balas Nino masih dengan mengusap kepala yang dipukul Anna. Masih terasa nyut-nyutan dan panas karena Anna memukul dengan kekuatan kuda.


"Stopp !!" teriak tegas Alvaro membuat nyali semuanya bungkam.


Suasana hening sampai dipenginapan. Tidak ada yang bersuara hanya bernafas saja. Mereka terlalu takut berbicara lagi bahkan membuka mulutpun takut ketika Alvaro sudah emosi.


Anna bahkan menciut nyalinya ketika melihat sang suami sudah murka.


Nafas serasa sudah di dada melihat abang murka cicit Anna dalam hati sembari melirik Alvaro.

__ADS_1


Bersambung


__ADS_2