Love You Boss

Love You Boss
Ep 4


__ADS_3

"Maaf bapak dan ibu saya suka gugup ketika mau menikahkan orang!" ucap pak penghulu yang sudah kembali ke tempat duduknya


"Kenapa menjadi penghulu kalo gugup bapak yang ada pasangan yang ingin menikah keburu mati ditempat nungguin pak penghulu!" dengus Anna merasa kesal karena lama sekali pak penghulu dari toilet seperti orang beranak saja.


"Diam Anna..! atau kamu mau ?" ucapan ayah Darma terhenti saat melihat seseorang yang datang


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


"Darmaa... berani-beraninya kamu menikahkan cucu kesayanganku tanpa mengabariku !!" bogem mentah menyabar pipi mulus ayah Darma membuat sang empu sedikit oleng karena keterkejutannya.


"Poppaaaa... Anna rindu serindi rindunya..." teriak anna yang berakhir dengan menyanyikan lagu. Sudah pantas disebut titisan Saipul Jamil.


"Sudah sayangnya poppa ini hari pernikahanmu okey. Pak penghulu ayo mulai acaranya !!" perintah tegas meluncur dari mulut manis poppa yang masih terlihat kece badai diusianya yang tak lagi muda.


Suasana riuh penuh canda kini berubah menjadi serius. Ekspresi wajah yang bermacam-macam sebelumnya, kini nampak menyeragamkan ekspresinya menjadi serius.


Anna yang terlihat petakilan seperti ulat nangka sekarang berubah menjadi kucing manis. Hatinya komat-kamit membaca doa agar acaranya berjalan lancar.


Alvaro terlihat menghembuskan nafasnya berulang-ulang untuk menghilangkan kegugupan yang melanda dirinya.


"Bos jangan malu-maluin ini kan bukan yang pertama, tetap patenang bos !!" bisik Nino menyemangati Alvaro yang hanya menatap jengah asistennya itu.


"Baik bapak mari kita mulai" ucap tegas Alvaro sembari menjabat tangan pak penghulu. Lain Alvaro yang dapat menguasai kegugupannya maka lain lagi dengan ekspresi pak penghulu yang terlihat sekali tangannya gemetar saat Alvaro menjabat tangannya.


"Bismillahirrahmanirrahim. Saya nikahkan dan saya kawinkan engkau saudara Alvaro Bagaskara bin Ferdi Bagaskara dengan Anastasya Wiguna dengan maskawin berupa emas seberat 1000 gram dan uang tunai sebesar 1M. Tu..."


"Stopp..!! pak penghulu ulang lagi tambahkan satu pulau di Jerman dan dua villa di Puncak. Enak saja sudah nikah dadakan seperti tahu bulat maharnya hanya itu saja. Mantuku akan dipakai seumur hidup mana pantas itu saja!" cerocos mom Luna karena gemas dengan mahar yang diberikan putra semata wayangnya.


"Baik saya ulang lagi" ucap pak pengulu lagi


"Bismillahirrahmanirrahim. Saya nikahkan dan saya kawinkan engkau saudara Alvaro Bagaskara bin Ferdi Bagaskara dengan Anastasya Wiguna dengan maskawin berupa emas seberat 1000 gram, uang tunai sebesar 1M, satu pulau di Jerman dan dua villa di Puncak. Tunai"


"Saya terima nikahnya dan kawinnya Anastasya Wiguna binti Darma Wiguna dengan maskawin tersebut, tunai.” ucap Alvaro lantang dengan sekali tarikan tanpa pengulangan.

__ADS_1


"Bagaimana saksi ?" ucap pak penghulu kemudian


Sahhhhhh... ucap semua yang ada diruangan tersebut. Anna yang sangat bahagia karena sudah sah menjadi istri dari Alvaro Bagaskara dengan semangat 45 langsung berdiri dari duduk manisnya.


Duhai senangnya menjadi pengantin baru


Duhai senangnya pengantin baru


Duduk bersanding bersenda gurau


suara Anna menggema menyanyikan lagu pengantin baru dengan memperagakan tarian amburadul hingga hiasan kepalanya hampir jatuh.


pletakkk.. suara pukulan keras menghantam kepala Anna yang dihadiahkan oleh mamanya.


"Salim dengan suami pasang cincin nikah bukan buka kontes dangdut Anna.." geram mama Marta.


Anna yang tersadar dari tingkahnya hanya nyengir tanpa dosa dengan menunjukkan dua jari telunjuk dan jari tengah membentuk huruf V sebagai tanda damai sedangkan yang melihat hanya mengelus dada untuk menghalau umpatan-umpatan kasar yang bisa saja keluar karena gemas terhadap manten perempuan.


Tuhan dosa apa aku dimasa lalu mempunyai istri yang sudah putus urat malunya batin Alvaro yang hanya mendapatkan tatapan penuh ejekan dari dady nya.


Anna berjalan dengan seanggun mungkin seakan tidak ada terjadi hal memalukan di menit-menit sebelumnya. Masih dengan wajah malu-malu kucing menghampiri Alvaro yang sudah sah menjadi suaminya, meraih tangan kekar suaminya dan diciumnya dengan penuh perasaan cinta.


Alvaro yang sudah tidak kuat dengan tingkah absurd Anna segera menarik tangan Anna untuk menjauh dari keluarga inti.


Anna hanya mengikuti suaminya dengan fokus yang masih tertuju pada tangannya yang digenggam erat suami tercintanya hingga didetik berikutnya Anna akhirnya buka suara


"Isshhh.. abang gak sabaran banget buat dedeknya. Ini masih sore bang nanti jadinya sore pertama bukan malam pertama. Anna juga masih belum menyiapkan baju dinas" tutur Anna sedangkan Alvaro yang mendengar ucapan istrinya nampak menahan malu dan amarah disaat yang bersamaan.


"Diam dan terlihatlah anggun atau kamu mau saya tidur disofa nanti malam ?" yang langsung dijawab gelengan kuat dari Anna.


"Bagus jika mau tidur sekasur maka tahan tingkah bar-bar mu didepan keluarga kita!" tekan Alvaro sekali lagi sedangkan Anna mendadak menjadi bocah bisu yang hanya bisa menganggukkan dan menggelengkan kepala saja.


Diskusi singkat manten baru yang terkesan seperti memaksa kini sudah selesai. Nampak manten baru terlihat serasi dengan Alvaro yang menggenggam tangan Anna. Jangan lupakan Anna yang sudah berubah tidak seperti ulat nangka tapi lebih seperti anak anjing yang patuh dengan tuannya.

__ADS_1


"Haduhhhh... mom jadi ingin kawin lagi" histeris mom Luna melihat padangan sweet di depannya.


"Siapa yang mau menikahi mom selain dad ?" ucap dad Ferdi seperti biasa sangat pintar membuat mom Luna mengerucutkan bibirnya hingga seperti mulut ikan lohan sedangkan yang lain hanya mengulum bibir menahan tawa.


"Maaf kami meninggalkan acara begitu saja tadi" ucap Alvaro sembari menyalami mom Luna dan dan Ferdi yang diikuti oleh Anna dibelakangnya.


"Ayah maaf jika Al menikahi anak ayah dengan cara yang kurang baik" tutur Alvaro pada ayah Darma setelah tiba gilirannya untuk menyalami kedua mertuanya.


Ayah Darma yang sudah mulai menerima yang terjadi hanya melukis senyum dibibirnya sembari menepuk pelan pundak Alvaro.


"Ayah titip anak ayah, sayangi dia perlakukan dia selayaknya suami memperlakukan istrinya dengan baik. Jika kamu tidak memberik kesan baik diawal pertemuan kita maka ayah harap akan ada cerita baik diakhirnya yang menyakinkan ayah bahwa ayah tidak salah mempunyai mantu sepertimu. Jika nanti kau sudah tidak mencintai lagi jangan katakan padanya katakan saja pada ayah detik itu juga ayah akan mengambil putri ayah kembali" ucap ayah Darma sembari meneteskan air matanya.


Anna yang mendengar penuturan ayahnya hanya mampu terisak dalam dekapan mamanya.


"Ayah terimakasih untuk kepercayaannya, Al tidak akan berjanji tapi Al akan membuktikannya" ucap Alvaro kemudian yang hanya dibalas anggukan kepala dari ayah Darma.


Anna menghambur kedalam dekapan ayahnya. Ayah yang menjadi cinta pertamanya kini melepasnya pada orang yang bahkan baru ia kenal beberapa jam yang lalu.


"Sayang jangan menangis dihari bahagiamu. Ayah mendoakan yang terbaik untuk pernikahanmu. Lahirkan cucu yang imut dan menggemaskan untuk menemani hari tua ayah" ucap ayah Darma untuk menenangkan tangisan putri semata wayangnya bahkan ayahnya sudah menuntun putrinya hingga dihadapan poppanya.


"Poppa..." lirih Anna dan berhambur dalam pelukannya sedangkan disisi lain tampak Alvaro yang sedang bersalaman dengan asisten laknatnya.


"Bos akhirnya anda mengakhiri masa dudu anda. Saya kira bos akan mengakhiri masa duda setelah lima atau sepuluh tahun seperti yang ada di novel-novel ternyata hanya butuh enam bulan saja" tutur Nino panjang kali lebar kali tinggi.


"Diam kau, mulutmu semakin hari semakin menyamai bebek pak Somat!" dengus Alvaro yang tidak digubris sama sekali oleh Nino karena sudah kebal dengan mulut pedas bosnya.


"Bos ini hadiah dariku semoga membantu" ucap Nino dengan muka yang dibuat seserius mungkin membuat Alvaro mengernyitkan dahinya menerima hadiah dari asiten laknatnya.


Belum sempat Alvaro bertanya sudah disambar oleh mulut gercep istrinya


"Abangg.. itu apa ?" ucap Anna penasaran sembari mendekat pada Alvaro dan merebut hadiah ditangan Alvaro dan membukanya.


"Abanggg....!!" pekik Anna melihat apa yang dilihatnya sedangkan Alvaro matanya sudah melotot hampir keluar melihat yang ditunjukkan oleh istrinya.

__ADS_1


...Bersambung...


__ADS_2