Love You Boss

Love You Boss
Ep 27


__ADS_3

"Sungguh ?! Apa yang abang ucapkan adalah kebenaran ?" Anna masih belum percaya dengan apa yang ia dengar.


Selama ini yang ia tahu hanya dia yang mencintai Alvaro bahkan masih terus mencintainya meskipun sudah melingkar cincin di jari manisnya tak sedikitpun rasa itu hilang meskipun kecewa menyertainya.


"Sungguh sayang!! aku bersumpah demi tuhan semesta alam!!" yakin Alvaro.


Entah mengapa mengungkapkan semuanya membuat batu yang bersemayam di hatiku gugur begitu saja batin Alvaro merasa lega karena tak ada yang ia tutup-tutupi lagi.


"Cubit Anna bang!!" seru Anna sembari menyodorkan tangannya untuk dicubit.


Alvaro bukannya mencubit tangan istrinya justru ia bergerak cepat menggigit pipi tembem sang istri.


"Aduhhh.. abang sakit!! disuruh cubit malah gigit !!" kesal Anna memukul lengan sang suami.


"Benarkah ? abang tidak mendengarnya !!" ucap Alvaro tanpa dosa. Wajahnya masih menampilkan senyum.


"Jangan bilang bunga-bunga yang selalu menyambut pagiku dari abang ?" telisik Anna sembari menatap serius netra sang suami.


"Benar !!" ucap Alvaro jujur.


"Bunga itu mewakili abang untuk menyemangati setiap harimu !" lanjut Alvaro masih membenarkan rambut sang istri.


"Anna mikirnya abang ngasi itu salah tempat !! tiap hari kasi bunga lili kan serasa Anna sudah di alam berbeda!" protes Anna meskipun senang mendapatkan kiriman bunga setiap harinya.


"Cih sok-sokan tidak suka nyatanya kamarmu penuh bunga itu baik yang layu maupun segar! bahkan hiasan dindingmu dominan bunga lili yang sudah kering" celetuk Alvaro masih dengan kegiatannya menyampirkan rambut sang istri ke belakang telinganya.


Anna yang mendengar ucapan Alvaro hanya bersemu karena malu dan pikun diwaktu bersamaan.


Astaga aku salah sok jual mahal dengan manusia satu ini !! jerit Anna dalam hati.


"Sudah tidak usah banyak bertanya sebaiknya kita mandi dan turun kebawah !!" tegas Alvaro.


Mau tidak mau, Anna segera bergegas menuju kamar mandi mengikuti langkah suami tercintanya.


"Mandiin.. !!" rajuk Anna setelah sampai di kamar mandi.

__ADS_1


Begitulah keseharian pasutri muda tersebut jika tidak ada ranjang bergoyang maka kamar mandi panas menjadi solusinya bahkan tak ayal keduanya terjadi berturut-turut tanpa jeda.


"Astaga dahiku sudah seperti dahi temannya sunggokong !" ucap Anna pada diri sendiri saat melihat pantulan wajahnya di kaca. Rasanya tidak tahan untuk menertawakan kesialan dirinya.


"Sayang kenapa ketawa-ketawa sendiri ?" suara lembut Alvaro memecah konsentrasi Anna yang sejak tadi sibuk bercermin melihat dahinya yang sudah berubah menjadi adonan kue donat.


Alvaro dengan setia masih memeluk erat tubuh mungil istrinya yang masih menggunakan handuk.


"Liat bang ini jidat macam adonan kue donat yang siap digoreng !!" cekikikan Anna sembari menepikan helai rambut yang menutupi sebagian dahinya.


Yang lain melihat dahi berubah menjadi pinokio histeris ini malah merasa lucu sendiri !! Alvaro membatin.


"Sayang sudah jangan dilihat terus !! ayo ganti baju setelahnya kebawah hmm ?!" Alvaro mengangkat tubuh mungil sang istri untuk segera ke walk in closed.


"Abang pilihkan baju dan pasangkan !!" manja Anna yang hanya dapat anggukan oleh suaminya tidak lupa senyum menyertai wajah tampannya.


Astaga selalu saja aku berdebar hati berdebar saat melihat senyumnya !! jerit Anna dalam hati. Tangannya ia letakkan untuk mendengar degup jantungnya yang sedang disco ria.


"Ayo pakai baju princess daddy !!" ucap Alvaro menggoda. Tangannya dengan telaten dan seakan pro memasang baju di tubuh mungil sang istri.


"Terimakasih daddy !!" ucap Anna menirukan suara anak kecil sembari melabuhkan ciuman di kedua pipi Alvaro membuat sang empunya pipi tertawa. Anna juga ikut tertawa dengan tingkah mereka.


"Sayang sini duduk dekat mom !" ucap mom Luna ramah dengan menepuk-nepuk sofa yang bebas di sisinya.


Anna dengan patuh mendudukkan diri disebelah mertuanya. Setelah melihat Anna duduk dan berbincang dengan orang tuanya, Alvaro segera meninggalkan ruang keluarga menuju ruang kerjanya.


Sementara di ruang kerja saat ini sudah terisi tiga manusia pengikut Alvaro kemanapun dan kapanpun. Raut wajah mereka saat ini sedang cemas disela penantiannya.


"Rasanya aku ingin mati saat ini saja ! tolong malaikat percepat sakaratul mautku setelah itu hidupkan lagi seperti mati suri!! gumam Nino tangannya masih meremas rambutnya frustasi.


"Bos sudah diam dan duduk jangan buang tenagamu dengan percuma sebelum di eksekusi !" Satu menimpali saat dia merasa pusing melihat Nino berjalan bolak-balik seperti setrikaan.


"Iya bos lebih baik hafalkan doa buka puasa agar nanti tidak salah !!" Dua menyemangati membuat Nino semakin ingin melempar dua manusia tersebut.


"Kalian seperti bahagia aku akan menemukan ajalku lewat kakakku !!" kesal Nino.

__ADS_1


"Mana ada kami begitu bos !" sanggah Satu.


"Iya bos kami setia buktinya kami menemani detik-detik sakaratul maut bos ditangan bos 1" Dua menimpali dengan tanpa rasa mengasihani.


Saat Nino ingin melayangkan protes dengan mulut pedas dua tiba-tiba suara handle pintu dibuka membuat atensinya berubah dari Dua ke arah pintu.


Habis sudah habis !! yaumul mizan sebelum waktunya !! jerit Nino dalam hati.


Sementara Satu dan Dua hanya melihat miris terhadap bos 2nya yang saat ini serasa detik-detik akan merenggang nyawanya ditangan kakak sendiri.


"Apakah kau sudah tau kesalahanmu No ?" tegas Alvaro ketika pintu terbuka dan menampakkan hidungnya.


Nino hanya menunduk tak mampu untuk sekedar menggerakkan kepalanya untuk mengangguk mengiyakan ucapan kakaknya.


"Allahumma laka shumtu wa bika amantu wa'ala.. wa'ala apa dah. Ya allah aku sampai lupa padahal sudah hafal sejak orok !!" frustasi Nino dalam hati.


Dua yang paham jika bos 2 nya pasti akan melupakan doanya segera menyelipkan kertas di tangan Nino.


Dalam suasana genting, Nino masih membuka kertas yang diberikan Dua persis bocah SMP yang sedang menerima contekan.


Setelah membaca contekan yang diberikan oleh Dua, Nino dengan mantap menerima hukuman dari kakaknya.


"Nino siap menerima semua konsekuensi karena membuat dahi kakak ipar seperti pantat babi !" tegas Nino setelah beberapa kali menarik nafas dalam.


"Good !! duduk dan baca apa saja yang perlu kamu lakukan karena kesalahanmu !" smirk Alvaro melihat adiknya tersebut.


Astaga lebih baik dia datar saja wajahnya daripada tersenyum iblis seperti itu !! umpat Nino dalam hati.


"Tidak usah mengumpatku Nino !!" tegas Alvaro membuat Nino mencebikkan bibirnya seperti biasa ketika ia kesal dengan kelakuan kakaknya.


"Aku merasa adik tiri !!" gumam Nino sembari mendudukkan diri di kursi tepat dihadapan Alvaro.


Aku heran dia adikku apa adik ivan gunawan !! ucap Alvaro dalam hati saat melihat adiknya tengah membaca semua hukuman yang akan dilaluinya.


"Kakak !!" melas Nino setelah selesai membaca point-piontnya.

__ADS_1


Harusnya kau menjadi pengacara bukan CEO. hanya 5 biji tapi pasal sekian ayat sekian sama saja ! frustasi Nino dalam hati ketika melihat hukuman seperti soal anak kuliahan kalo ujian hanya dua pertanyaan tapi anaknya sampai seperti anak ayam pertama kali menetas.


Bersambung


__ADS_2