
"Oh tuhan aku ingin tenggelam saja. Dimana-mana itu atasan bertindak semena-mena kenapa ini terbalik !! suamiku kau terlalu baik !!" frustasi Anna masih memijit pelipisnya yang tidak sakit.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
"Sayang sudah jangan membebani otak dangkalmu dengan semua itu !!" Alvaro menenangkan sang istri.
Bukannya tenang Anna semakin emosi. Bisa-bisanya sang suami mengatakan dia goblok meskipun kenyataannya begitu.
"Abang ih itu bukan menenangkan tapi memperjelas!! tolong jangan dipertegas kalo IQ Anna taraf sedang menuju rendah!!" berengut Anna dengan bibir yang masih maju 5 cm.
Sayang itu kamu yang memperjelas jerit Alvaro dalam hati pasalnya ia hanya mengatakan dangkal tidak sampai menjurus pada IQ sang istri.
"Nyonya anda sendiri justru lebih menpertegas dan membenarkan ucapan bos jika anda begitu!" beo Satu mendengar ucapan Anna yang memeprtegas jika dirinya goblok bahkan tidak tanggung-tanggung hingga 2 kali.
"Seperti diskon Mat*hari buy 1 get 2!!" sanggah Dua tanpa rasa takut.
Nino sudah cekikikan dengan wajah yang sudah ia telungkupkan di meja untuk meredam tawanya.
"Abanggg...!!" Anna sudah hampir menangis mendengar ucapan Satu yang benar-benar teoritis.
Alvaro menggaruk kepalanya yang tidak gatal bingung bagaimana menyikapi pasalnya memang yang dikatakan adalah benar.
"Sayang.. bukannya kamu ingin makan es krim ?" Alvaro mencari alasan untuk mengakhiri topik mereka. Masih dengan harap-harap cemas menunggu jawaban sang istri.
Bisa-bisa aku depresi membawa tiga cecunguk ini batin Alvaro masih melirik tajam pada ketiga orang pengganggu disela-sela menunggu keputusan sang istri.
Mati bisa-bisa dapat hadiah aku ini suara hati Nino
Serasa malaikat israil sudah melambaikan tangan padaku hati Dua menjerit sedangkan Satu sudah tidak dapat berfikir jernih bahkan untuk menelan ludahnya serasa cekat tenggorokannya.
"Baiklah bang ayo kita makan es krim !! tapi... hanya berdua tidak usah ada biang rusuh ini !!" jelas Anna berdiri dari duduknya masih dengan menunjuk satu per satu wajah Nino, Satu, dan Dua.
"Baiklah sayang ayo kita berangkat !!" Alvaro sigap berdiri menghampiri sang istri dan menggandeng tangannya untuk keluar dari resto. Bukan apa-apa jika tidak sigap maka akan ada perang ke tiga yang berlanjut.
__ADS_1
Dalam perjalanan menuju kedai es krim Anna masih melakukan aksi protesnya kembali.
"Abang nanti jika honeymoon lagi tidak usah mengajak mereka !!" omel Anna.
"Mana ada honeymoon membawa buntut. Bisa-bisa bukan acara honeymoon tapi acara keluarga!!" lanjut Anna lagi tanpa memberi jeda Alvaro untuk menjawab atau membela diri.
"Baiklah ratuku untuk selanjutnya hanya kita berdua okey !" lembut Alvaro menanggapi sang istri.
"Kesini untuk program hamil bukan ? jadi jangan bebankan pikiranmu hanya karena keisengan mereka. Jika kamu stress yang ada tidak akan berbuah manis usaha kita!!" Alvaro mengingatkan sang istri lagi.
Di tempat lain tepatnya si biang rusuh Nino, Satu, dan Dua sedang bernafas lega.
"Akhirnya mata buaya kakak ipar tidak menetes juga !! bisa-bisa kita dipenggal hidup-hidup oleh kakak!!" syukur Nino.
"Rasanya nafasku langsung sebatas dada melihat tatapan tajam bos!!" ucap Dua bergidik ngeri.
"Kalo sudah sebatas dada kapan matinya ? kok masih berdiri utuh ?" sanggah Satu masih menaikkan alisnya sebelah.
"Itu hanya perumpamaan bodoh ! kau ini sungguh ingin aku mati ya !!" kesal Dua menjitak kepala Satu. Akhirnya Satu dan Dua saling serang.
"Semangat, aku akan menjadi wasitnya!!" ucap Nino melihat adegan tersebut. Tangannya bertepuk tangan sembari mulut yabg terus komat-kamit mengkompori keduanya.
"Heh kalian lemah sekali masih 20 menit ini. Ayo semangat sampai ada yang menang !!" Nino berteriak menyemangati ketika nafas Satu dan Dua yang sudah terengah-engah.
Reflek Satu dan Dua menoleh pada Nino dan menghentikan kegiatan mereka.
"Hei.. kenapa berhenti ?!" teriak Anna dari arah belakang Satu dan Dua.
"Lanjutkan aku masih ingin melihat pertarungan kalian !!" lanjut Anna masih sibuk dengan es krim ditangannya.
Alvaro tidak menggubris kelakuan bawahannya. Ia terlalu fokus dengan noda es krim di wajah sang istri.
"Hiss.. dasar bucin!!" gumam Nino melihat kelakuan sang kakak.
__ADS_1
Bagaimana Nino tidak bergidik ngeri sekaligus merasa iri jika sang kakak bukannya membersihkan dengan tangan atau tisu tapi ini membersihkan dengan bibirnya. Benar-benar ekstrem.
"Ehmmm.. kakak tolong jangan menodai mata suci kami !!" Nino berteriak.
"Cih suci dari mananya mata kalian itu sudah kotor sejak jaman dahulu!!" balas Alvaro disela kegiatannya.
Bahkan tanpa rasa malu Alvaro tetap melakukan kegiatannya lebih panas dari pada di pipi dan bibir sang istri. Lidahnya kini turun ke leher jenjang Anna membuat mereka bertiga segera masuk ke dalam kamar masing-masing.
Nino bahkan membanting pintu kamar dengan semangat 96.
"Copot eh copot jantung rusa!!" latah Anna mendengar suara pintu dibanting sedangkan Alvaro seperti tuli akan hal itu malah tangannya sudah bergerilya mengarungi lekuk tubuh sang istri.
"Ishh... abang kebiasaan ya ini masih diluar!!" omel Anna dengan menepis tangan Alvaro yang sudah menyusup dibalik baju Anna.
"Ya sudah kita tuntaskan dikamar!!" balas Alvaro.
Detik selanjutnya setelah berucap Alvaro segera menggendong sang istri menuju kamar.
Perlahan namun pasti Alvaro membimbing sang istri menuju kamar masih dengan bibir yang sibuk membelit satu sama lain.
Dengan tergesa-gesa Alvaro membuka pintu dan menutup menggunakan salah satu kakinya. Tangannya sibuk bergerilya menuju titik-titik sensitif sang istri.
Alvaro begitu lihai dan pro dalam hal asah memgasah. Bahkan ia tidak mengijinkan istrinya untuk protes.
Setiap bibir manis Anna ingin berbicara maka Alvaro akan menutup dengan bibirnya. Sungguh antara menyenangkan dan membuat istrinya kalang kabut adalah bagian Alvaro jika dalam hal ranjang.
Prinsip yang dipegang teguh oleh Alvaro. Dimana jika hanya ada dia dan sang istri maka tidak diijinkan suara lain menghiasi kebersamaan mereka. Hanya ada satu yang Alvaro ijinkan dan ingin ia dengar apalagi jika bukan suara des*han dan era*gan sang istri.
Malam yang panas tercipta kembali. Sungguh candu yang tak berkesudahan. Dua manusia yang masih ranum-ranumnya tersebut saling bersaut-sautan menyebut nama masing-masing disetiap rasa nikmat membuncah.
"Tumbuh dengan sehat dirahim momy sayang" ucap Alvaro mengecup sekilas perut sang istri setelah kegiatan panas mereka berakhir.
Ya tak dipungkiri jika dalam hatinya sungguh menginginkan hadirnya malaikat kecil diantara mereka untuk mengikat cinta mereka.
__ADS_1
"Pertemuan kita yang sekejab namun semesta begitu baik menyatukan kita. Aku hanya ingin memberikan cinta disetiap nafasmu sayang. Semoga kita menua bersama dengan limpahan kasih sayang" doa Alvaro sebelum ikut mengarungi mimpi bersama sang istri yang sudah terlebih dahulu berada di peraduan alam lain.
Bersambung