Love You Boss

Love You Boss
Ep 29


__ADS_3

Nino masih berkutat dengan tugas kantor Alvaro bahkan lingkaran hitam sudah menghiasi wajah tampannya. Ia harus bekerja keras banting tulang karena berkas yang menumpuk. Inginnya menolak namun apa daya ia masih menyayangi nyawanya.


Satu dan Dua sesekali menemani dan membantu Nino yang terlihat seperti orang sibuk sekali.


"Huh kenapa sehari rasa setahun !! bagaimana aku menjalani sebulan ini !!" frustasi Nino melihat deret angka yang memusingkan diri.


"Sabar bos ini ujian !! nanti jika sudah berakhir masa hukuman bos bisa berhibernasi semau bos mau itu sebulan, setahun, bahkan selamanya tidak apa !!" Dua mencoba menyemangati sedangkan Satu sudah duduk membantu bosnya memeriksa berkas-berkas.


"Kau menyumpahi kematianku ?!" kesal Nino merasa geram pada pengawalnya itu. Bagaimana mungkin secara terang-terangan dua ikhlas mengatakan jika ia tak membuka mata selama-lamanya.


"Sudah bos jangan emosi cukup pola tidur bos yang berantakan jangan tambah tekanan darah bos juga ikut tidak stabil!!" Satu berucap agar tidak terjadi percekcokan diantara mereka.


Nino yang membenarkan ucapan Satu dalam hati segera melempar berkas kepada Dua untuk segera diperiksa dan kembali duduk fokus terhadap berkas-berkas yang ada didepannya.


Dua hanya meringis ketika tumpukan berkas-berkas tersebut menghantam wajah tampannya.


Untung bos jika tidak sudah kusantet biar mati bersimbah darah dan mata melotot batin Dua mengumpat dengan tangan yang sibuk memungut berkas yang berserakan dan mengambil tempat untuk mengecek semua berkas tersebut.


Lain dengan Nino yang saat ini sedang frustasi maka lain lagi dengan Alvaro yang saat ini sedang bersantai menemani sang istri menikmati sinar mentari pagi di kolam renang.


"Abang tidak kasian kah dengan Nino ?" Anna memulai pembicaraan masih dengan kaki yang ia gerakkan dalam air sedangkan tubuhnya sedang bersandar didada bidang suaminya.


Pasalnya ini sudah dua minggu dari kejadian jidatnya bertranformasi menjadi pantat babi, Anna tidak melihat penampakan Nino yang biasanya akan membuat darahnya naik turun.


"Sudahlah sayang ini hukuman untuk mendewasakan. Abang ingin Nino bisa bertanggungjawab untuk dirinya dan keluarganya nanti tanpa terus bergantung dengan abang!" ucap lembut Alvaro masih dengan setia merengkuh tubuh mungil sang istri.


Anna hanya mampu mengangguk dalam dekapan sang suami.


"Tapi rasanya Anna rindu bang dengan tingkah jailnya !!" ucap Anna menyampaikan isi otaknya. Ya bagaimanapun Nino tetap selalu bisa membuat suasana pecah baik dengan kejailannya maupun sisi humorisnya.


"Sayanggg !!" Alvaro mulai merajuk pasalnya ia akan sangat marah jika sang istri terang-terangan merindukan orang lain meskipun itu adik kandungnya sendiri.

__ADS_1


"Hiss... abang ya adik kandung saja cemburu !! bisa-bisa abang akan cemburu dengan anak sendiri nanti !!" kesal Anna.


Dulu saja menatap saja serasa menatap sampah yang menjijikkan sekarang bucinnya mengalahkan artis settingan !! gerutu Anna dalam hati.


"Tentu !! kau itu hanya milikku dan akan tetap milikku ! anak kita tidak boleh mengakuisisi kamu dari ku !!" ucap Alvaro sembari mengangkat tubuh Anna ala bridal style.


"Abang mesti sukanya bikin kaget !!" dengus Anna setelah melingkarkan tangannya di leher sang suami.


Alvaro hanya cengengesan mendengar protes sang istri.


"Ya sudah Anna tidak usah hamil saja !!" ucapnya kembali menanggapi ucapan sang suami sebelum membuatnya kaget.


"Oh tidak bisa sayang kau harus hamil !! karena abang akan membuat perutnya seperti balon secepatnya !!" senyum smirk Alvaro membuat Anna bergidik ngeri.


Oh tuhan remuk tubuh ini !! semenjak menikah ini tubuh seperti lahan sawah yang tak pernah absen digarap !! ringis Anna dalam hati tanpa ia sadari jika mereka sudah sampai dikamar.


Alvaro membimbing Anna masuk kedalam kamar mandi masih dengan kesadaran Anna yang hilang seperti orang tidur.


"Abang mau ngapain ?" kaget Anna masih dengan mimik wajah kaget saat melihat Alvaro mengisi air bathub.


"Mengisi air untuk kita mandi sayang !!" senyum Alvaro sembari melihat sekilas pada sang istri.


"Anna bisa mengisi sendiri !! lebih baik abang keluar saja !!" usir Anna pada Alvaro.


"Siapa yang meminta kamu mandi sendiri sayang ?! kita akan mandi bersama !!" tegas Alvaro sembari berjalan menuju Anna.


Tuhan aku salah sudah mengusik singa yang sedang hibernasi !! jerit Anna dalam hati.


Inginnya ia menolak karena tubuhnya sudah remuk redam akibat ulah sang suami namun apalah daya ia yang telah membangunkannya maka kini dia juga yang perlu menidurkannya.


Alvaro masih dengan senyum mengembangnya membimbing tubuh sang istri untuk masuk dalam bathub yang diikuti oleh dirinya.

__ADS_1


Awalnya berjalan dengan aman namun lama-lama tangan Alvaro mulai nakal bergerilya kemana-mana membuat Anna belingsatan seperti cacing yang digoreng dalam kondisi hidup.


Detik selanjutnya apa yang diinginkan terjadi juga. suara erangan dan ******* memenuhi kamar mandi di pagi menuju siang.


Dinginnya air tak mennyurutkan semangat keduanya dalam menggapai kenikmatan.


Air yang sedari tadi tenang kini mulai berguncang dan tumpah karena gerakan yang semakin cepat didalamnya hingga hal yang harus keluar tertumpahkan dengan lancar. Berharap satu dari sekian banyak lahar yang tumpah segera menghadirkan makhluk hidup didalamnya.


"Terimakasih sayang !!" ucap Alvaro mengakhiri pergulatannya masih dengan nafas yang tersenggal-senggal sedangkan Anna hanya mampu mengangguk karena tak mampu berkata lagi.


Alvaro membimbing tubuh mungil sang istri untuk mandi setelah kegiatan menguras tenaga tersebut. Bahkan dengan telatennya Alvaro membersihkan tubuh sang istri.


Selesai dengan memandikan sang istri, Alvaro segera membersihkan dirinya sendiri baru setelahnya memakaikan pakaian pada sang istri.


"Daddy harap kau cepat tumbuh di sini sayang !!" doa Alvaro sembari mencium perut sang istri setelah membaringkannya.


Anna hanya tersenyum mendengar ucapan sang suami dengan tangan yang mengelus-elus kepala Alvaro dengan lembut.


"Sayang apakah kamu lapar ?" ucap Alvaro sembari mendongakkan kepalanya melihat pada sang istri.


"Tidak bang !! Anna hanya ingin istirahat saja !!" ucap Anna sembari menggelengkan kepalanya.


"Tidurlah sayang !!" ucap Alvaro beranjak kemudian memposisikan diri untuk mendekap tubuh mungil sang istri.


Anna dengan senang hati menerima dekapan hangat sang suami. Tanpa memakan waktu yang berlama-lama kini sudah terdengar nafas teratur dari keduanya.


Tidak dipungkiri Alvaro juga sangat lelah setelah memberikan nafkah batin untuk sang istri. Tenaganya sudah ia keluarkan habis-habisan untuk memuaskan sang istri.


Mom Luna yang tidak melihat menantunya sedari pagi merasa hawatir takut jika terjadi apa-apa sehingga berinisiatif untuk memeriksa di kamarnya.


"Ternyata masih tidur !! semoga bahagia selalu menyertai kalian !!" ucap mom Luna setelah melihat pemandangan yang sweet dihadapannya saat pintu berhasil ia buka. Dengan gerakan perlahan mom Luna menutup pintu kembali dan berlalu meninggalkan anak dan menantunya.

__ADS_1


Bersambung


__ADS_2