Love You Boss

Love You Boss
Ep 25


__ADS_3

"Iya bukan bocah tapi bocah beranak!" senyum menggoda Alvaro pada sang istri.


Muka Anna sudah memerah bak kepiting rebus karena malu-malu tapi memalukan.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


"Abanggg..!!" rengek Anna karena merasa dipermainkan oleh Alvaro.


"Iya iya ini mau cerita tapi ingat jangan memotong ketika abang bicara !" peringatan Alvaro tegas.


Anna mengangguk mengiyakan agar suaminya cepat bercerita.


"Mulai dari dad yang teriak-teriak itu karena mengetahui mantu tersayangnya lecet tergores karena kelakuan Nino dan..."


"Ishh... abang mah gitu samain istri sendiri dengan mobil kesayangan abang!!" protes Anna menyela pembicaraan Alvaro.


"Nah lo kan baru dibilangin tidak boleh memotong sudah dilanggar !" Alvaro kesal karena belum 5 menit peraturan dibacakan sudah dilanggar.


"Abang mah kudet aturan itu ada untuk dilanggar kalo semuanya tertib kasian kantor polisi jadi kuburan sunyi dan sepi!" alibi Anna membenarkan.


"Ini salah satu makhluk tuhan yang tukang melanggar aturan!" Alvaro berucap dengan menyentil kening Anna.


"Abang jangan sentil-sentil !! Anna tidak suka tapi kalo celup-celup mah hayuk gaskeun!" ucap Anna malu malu tai.


"Dasar kebanyakan mesum ! sudah tidak usah dilanjut abang pengen rebahan lagi biar ada tenaga untuk malam nanti !" sela Alvaro sembari beranjak menuju tempat tidurnya.


Anna hanya menyebikkan bibir melihat sang suami yang benar-benar konsisten dengan ucapannya.


Lama-lama hidupku seperti UU lalu lintas lurus saja belok sedikit kelindes truk gandeng ! jerit Anna dalam hati.


"Abang ayo teruskan lagi itu masih setengah !" rengek Anna masih menarik-narik selimut yang menutupi tubuh Alvaro.


"Sayang diamlah ! kemari temani abang tidur!" ucap Alvaro menarik tangan Anna hingga tubuh rampingnya terhuyung menubruk tubuh Alvaro.


"Abang le pasin! Anna bisa-bisa sakaratul maut jika dipeluk begini!" protes Anna.


"Sayang abang gak suka kamu ngomong gitu!" Alvaro buru-buru melonggarkan pelukannya masih dengan cemberut.


"Iya-iya bucinnya Anna ! gak ridho Anna ninggalin abang dulu kalo bisa nego sama malaikat israil, Anna maunya barengan aja sama abang sakaratul mautnya" cengengesan Anna padahal itu adalah doanya dari dulu sampai sekarang besok dan lusa.

__ADS_1


"Aamiin" Alvaro mengaminkan yang menjadi doa istrinya sekaligus doanya.


Rencana yang sudah terucap berharap untuk terealisasi kini hanya tinggal angan. Mereka sibuk untuk mengistirahatkan badan saling memberi kehangatan lewat pelukan yang sama-sama membuat candu.


Lain pasangan yang tentram menuju mimpi masing-masing maka lain lagi yang terjadi di ruang tengah.


"Dua cepat buat dia melek kembali sebelum pabrik susu lokalku ditutup ! bisa karatan aritku jika tidak diasah !" omel dad Ferdi karena sejak tadi Satu urung membuka mata kembali meskipun Dua sudah memberi tai si kiwi lebih banyak.


"Hisss.. tuan hanya sibuk dengan pabrik yang beresiko tutup ini bagaimana jika Satu menutup mata selama-lamanya tuan!" kesal Dua karena Satu masih belum bangun-bangun.


"Ya kau cari cara bagaimana caranya agar dia mau bangun!" tindas dad Ferdi.


Dasar tukang menindas ! dia yang membuat tak sadarkan diri aku yang wajib membangunkannya ! kesal Dua dalam hati.


"Kau tak usah mengumpatku Dua!" ucap dad Ferdi sembari memukul kepala Dua.


"Huwaaa tuan jahanam! lama-lama kepalaku menjadi kelapa kopyor ini!" jerit Dua kesal karena sejak tadi dirinya jadi bahan kekesalan dad Ferdi.


"Daddyyyy.....!!" suara nyaring mom Luna memekakkan telinga membuat Satu yang sejak tadi terlelap kini membuka matanya sempurna.


"Kau ! awas saja jika pabrikku tutup kau harus begadang menemaniku!" kesal dad Ferdi pada Dua.


Dad Ferdi dan Dua yang sedari tadi perang dalam diam kini sama-sama menoleh pada Satu.


Akhirnya ! terimakasih Satu kau memang penyelamatku ucap Dua dalam hati.


Untung masih melek jika tidak habislah malamku syukur dad Ferdi dalam hati.


"Kau ternyata tidak jadi bertemu dengan malaikat israil hmm ?" ucap dad Ferdi.


"Tidak tuan! sebenarnya mau hanya belum gilirannya jadi masih menerima tindasan tuan!" ucap Satu ketus.


"Kau !! berani ya ka.." belum selesai dad Ferdi berbicada sudah dipotong oleh mom Luna.


"Daddy cukup!! jika daddy masih terus menindas Satu selama satu tahun daddy tidur diluar!!" tegas mom Luna. Matanya masih melotot kesal pada sang suami.


Lantas apa bedanya aku dengan duda jika satu tahun tidak mengasah aritku ! jerit dad Ferdi dalam hati.


"Satu cepat kau bersihkan wajahmu dari kotoran si kiwi setelah itu makan sore!" ucap mom Luna lagi melunak.

__ADS_1


Cih giliran pada suami sendiri pakai tarik urat dasar istri durjana untung sayang !! balas dad Ferdi tentu saja dalam hati.


"What !! pantas saja baunya serasa tidak asing!" lesu Satu ketika mendengar ucapan mom Luna. Pasalnya Satu yang mengurus si kiwi jadi luar dalam sekaligus kotoran si kiwi sudah sangat familiar.


"Nyonya dimana mana adanya makan pagi, makan siang dan makan malam. Tidak ditemukan adanya makan sore!" ucap Dua menimpali ucapan mom Luna.


"Karena ini sudah pukul 15.00 WIB artinya bukan siang lagi !! kau bodoh sekali Dua !" mom Luna merasa benar.


Terserahlah betina selalu benar ! umpat Dua dalam hati.


Satu sudah tidak berada ditempatnya.


"Astaga aku sudah seperti macan-macanan pak Sawa!" kaget Satu ketika melihat wajahnya di depan cermin. Dimana sangat terlihat jelas kotoran si kiwi memenuhi hidung bahkan melebar ke area pipi.


"Melihat diriku saja aku sudah mual!" monolog Satu sembari menuju wastafel karena perurnya sudah seperti diobok-obok.


Tiga puluh menit sudah akhirnya Satu selesai membersihkan diri dan bergegas menuju meja makan. Perutnya sudah meronta-ronta untuk diisi.


"Akhirnya wajahmu sudah tidak amburadul!! tadi aku tak bisa membedakan antara kau dan orang gila yang dilempar dijalanan !!" ejek Dua melihat Satu yang berjalan sedikit tergesa-gesa.


"Diam Dua!! tunda setelah perutku terisi jika ingin gelud !!" ucap Satu kesal dan sedikit menerjang bahu Dua.


Kelaparan saja tenaganya seperti suherman apalagi jika sudah terisi superman lewat !! ucap Dua dalam hati.


Masalah kemampuan dan otot memang Satu juaranya dibanding yang lainnya.


"Bapak preman kelaparan dong !!" ucap Dua masih menggoda meskipun hatinya ketar ketir takut disambar petir disiang bolong karena sudah berani membuat Satu emosi jiwa.


Satu tak menanggapi ucapan Dua ia minilih untuk makan.


Gara-gara tuan besar aku sampai begini gerutu Satu dalam hati sembari melanjutkan makannya.


Dua hanya menemani Satu di meja makan.


Mom Luna menghampiri Satu dan Dua lantas menaruk minuman jahe di meja dekat Satu.


Astaga aku membenci minuman satu ini jerit Satu sedangkan Dua sudah tersenyum mengejek.


"Minum tanpa banyak protes !!" paksa mom Luna karena paham semua penghuni rumah ini tidak ada yang menyukai minuman tersebut.

__ADS_1


Bersambung


__ADS_2