
Masih dengan handuk yang hanya menutupi bagian pinggannya Alvaro keluar dan duduk di sofa sembari tangannya berselancar membuka email yang masuk di ipadnya.
Mata hazelnya begitu fokus tanpa sadar ia sudah lebih dari tiga jam dalam posisi tersebut. Bahkan ia tidak sadar jika ada sepasang mata memperhatikannya.
Dasar manusia gila kerja ! umpat seseorang
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
"Berhenti menggrutu sayang!" ucap Alvaro masih dengan mata yang fokus pada ipadnya.
Ihhh.. seperti cenayan saja tanpa melihat sudah tau umpat Anna dalam hati
"Abang kayak peramal saja bisa menebak isi hatiku" dengus Anna menimpali ucapan suaminya.
"Kamu lupa suaminya seorang CEO sayang ?" timpal Alvaro menyombongkan diri masih dengan dengan ipad ditangannya tapi tubuhnya mendekat pada istri tercintanya.
Sedikit mencondongkan tubuhnya untuk mengecup singkat bibir manis istrinya.
"Mau langsung mandi" ucapnya kemudian stelah melepas ciumannya, masih pada posisi wajah sedekat jarak magrib ke isya', Alvaro melihat lekat mata hazel istrinya dan hanya dibalas anggukan.
"Tunggu sebentar, aku mau menyiapkan airnya dulu" dan langsung beranjak dari posisinya menuju kamar mandi.
"Ihhhh.... abang buat adek tambah ternano-nano. I love you my sexy duda.." ucap Anna sembari memberikan kiss bye yang dibalas kerlingan mata dari Alvaro.
"Ahhhh... meleleh hati adek bang... !! kalo bisa dikantongin udah adek kantongin abang biar gak dilirik orang!" teriak Anna masih dengan kaki yang menendang-nendang di udara.
Tidak ingin terus-terusan baper dengan perhatian suami dudanya, Anna segera menyusul suaminya ke kamar mandi masih dengan selimut yang menutupi tubuhnya.
"Astaga sayang kamu ngagetin saja!" kaget Alvaro melihat istrinya tepat dibelakangnya masih dengan rambut acak-acakan dan tubuh yang hampir seluruhnya ditutup oleh selimut.
"Lucu deh sayang kamu kaya ulat penggulung pisang" gelak tawa Alvaro pecah seketika mengamati bentuk istrinya.
"Ishhh... jahat anda ya menyamakan istrinya dengan ulat gak sekalian sama hantu biar lebih gak kalah ekstrem lagi!" dengus Anna sembari melempar selimut yang menutupi tubuhnya dan berlalu begitu saja menuju bathtub.
"Sayang... kalo perempuan akan malu-malu kucing tubuhnya dilihat oleh suaminya kamu kenapa bar-bar sekali!" jahil Alvaro.
"Udah gak ori aja ngapain malu-malu kucing. Masih tersegel saja saya tidak malu memperlihatkannya !" ucap Anna membuat Alvaro menganga.
Benar-benar limited edition istriku ini ! batin Alvaro menggelengkan kepala sembari keluar dari kamar mandi.
__ADS_1
Getaran handphone di atas meja membuat fokus Alvaro teralihkan. Tertera disana nama manusia yang tak diharapkan sedang memanggil.
Dengan malas seakan terpaksa Alvaro menggeser tombol hijau untuk mengangkat panggilan tersebut.
"Haiii... lama sekali mengangkat telfonnya. Jangan bercocok tanam terus ini masih musim hujan bukannya tumbuh subur yang ada busuk dan jamuran !" cerocos orang diseberang sana mendahului tanpa membiarkan Alvaro bertanya terlebih dahulu.
Saat Alvaro membuka mulut untuk menjawab, ucapannya tergantung diudara karena didahului lagi.
"Aku sudah menaruk berkas yang perlu kau tanda tangani besok di meja kerjamu. Sore aku ambil awas saja jika kau sibuk bercocok tanam. Bye !!" ucap seseorang di seberang sana tanpa menunggu jawaban langsung mengakhiri panghilan.
"Dasar adek laknat !! mulutnya selemes mak-mak komplek" kesal Alvaro karena dititah oleh asisten laknatnya.
Dari kejauhan Anna memperhatikan suaminya yang masih mengomel sendiri.
"Abang kenapa ?"
"Sudah selesai ?" tanya Alvaro tanpa menjawab pertanyaan istrinya.
"Ishh... abang kebiasaan jawab pertanyaan dengan pertanyaan juga!!" dengus Anna menghentakkan kakinya dan bersiap untuk membalikkan tubuhnya menjauhi sang suami.
"Sayang jangan suka marah-marah nanti cepat jadi nenek-nenek. Itu tadi hanya panggilan dari Nino" ucap Alvaro.
Drama apa lagi ini tuhan ?! melas Alvaro dalam hati melihat istrinya yang kembali pada mode gesrek.
Seperti yang sudah diduga tanpa hitungan menit istri kurang seonsnya sudah mulai dengan konser dadakannya membawakan lagu Habis Manis Habislah Sayang
Bergetar tubuhku menahan pedihnya
Bagai tersayat-sayat hatiku ini
Apa yang kau mau sudah kuberikan
Setelah puas kau pun berlalu
Tiada bulan madu yang pernah kau janji
Apalagi malam pertama yang syahdu
Ternoda cintaku, ternoda diriku
__ADS_1
Kejam, kejam, kejamnya dunia
Penghayatan yang dilakukan oleh Anna sontak membuat Alvaro menahan tawa. Bagaimana tidak lagu yang bergenre pop berubah menjadi dangdut jika dibawakan oleh istrinya.
Apapun genre lagunya maka akan berakhir menjadi genre dangdut bagi istrinya.
"Sudah sayang jangan diteruskan. Abang sudah tidak kuat menahan tawa!" gema Alvaro disela cekikikannya dan Anna ikut tertawa melihat suaminya tertawa.
Setelah kehebohan yang diciptakan, manten baru tersebut keluar kamar untuk makan malam. Tenaga mereka terkuras dengan permainan panas dan konser dadakan istrinya.
Di meja makan satu per satu mulai menempati tempat duduk masing-masing. Masih tersisa dua manusia yang masih belum turun juga. Hingga beberapa menit menunggu terlihat manten baru menampakkan wujudnya.
"Maaf menunggu lama !" ucap Alvaro sopan merasa tidak enak dengan yang lainnya.
"Tidak apa-apa bukannya rentang malam dari jam 19.00-24.00 wib ? itu artinya makan malam masih bisa dijam-jam itu" sindir mama Marta tanpa filter.
"Mama PMS ?" tanya Anna menimpali
"PMS tidak tapi kelaparan !! ingin makan duluan selalu alasan tunggu beberapa menit lagi. Awas jika lambung mama kambuh!" sinis mama Marta sembari melirik Ayah Darma yang sudah pasti merupakan tersangkanya.
Ayah Darma hanya cengengesan mendengar ucapan istrinya walaupun hatinya ketar-ketir takut pabrik tutup seminggu.
"Sudah-sudah !! kalian ini dari tadi menunggu mereka setelah mereka datang kalian tidak segera makan malah asik sindir-sindiran !" tegas poppa Andri menengahi.
Mereka sudah tak dapat protes jika poppa bersabda.
Hening menghiasi suasana makan malam hari ini.
"Ma, Pa saya ijin untuk membawa Anna menempati rumah kami besok" suara Alvaro setelah kegiatan makan malam selesai.
Hening untuk beberapa detik hingga ayah Darma menyetujuinya meskipun dengan berat hati.
"Ayah mendukung keputusan kalian. Ingat sempatkan untuk menginap dan berkunjung kemari. Ini juga rumah kalian !"
"Tidak ada rumah tangga yang selalu mulus seperti jalanan yang tak selalu datar kadang ada bagian terjal dan berbatunya. Kalian dalam menemukan masalah dalam rumah tangga, cari solusinya bersama tanpa saling kekeh dengan ego masing-masing!" timpal poppa Andri juga menasehati.
"Hubungan itu tentang dua sisi buka satu sisi jadi berjuanglah bersama-sama. Kepercayaan nomor satu jadi jangan pernah kalian sembunyikan sesuatu dari pasangan kalian sekecil apapun dan sepahit apapun kenyataannya. Ingat perceraian banyak datangnya dari kepercayaan yang terbuang" sahut mama Marta bijak.
Sepasang manten baru tersebut mendengarkan baik-baik nasehat orang tua mereka apalagi Alvaro yang sudah pernah gagal membina rumah tangga sebelumnya sehingga untuk berjaga-jaga agar tidak menyandang status duda untuk yang kedua kalinya dia bertekat akan lebih baik dalam membina rumah tangga saat ini.
__ADS_1
...Bersambung...