Luka Sierra

Luka Sierra
Bab 27. Sierra dalam bahaya


__ADS_3

Sierra semakin dibuat bingung dengan sikap Kevino yang aneh. Bahkan pria itu menggendongnya dari mobil, Sierra tentu saja ingin menolaknya, tetapi wajah lelaki itu sangat menyeramkan yang membuat Sierra mau tau mau harus menurut.


Entah rumah yang mana lagi yang dirinya masuki. Sepertinya Kevino memiliki banyak rumah, hingga membuatnya pusing sendiri. Sierra tak berani membuka mata saat di pangkuan Kevino, siapa tahu jika saat membuka mata sudah ada para bawahan Kevino yang memegang pistol. Sungguh mengerikan.


"Kenapa, kau menutup matamu? Apa kau tidak ingin melihat rumah masa depanmu?"


Apa-apaan pria ini? Apa kepalanya terbentur sesuatu hingga mengatakan yang aneh? Apa sebelumnya seseorang yang sedang mengangkatnya ini bukan Kevino, melainkan arwah yang menyasar?


Kevino tersenyum tipis saat Sierra semakin mengencangkan ikatan tangan pada lehernya, lelaki itu berjalan melewati para bodyguard yang sengaja ia perintahkan di sini, untuk menjaga calon istrinya, what tunggu calon istri?


Kevino masuk ke sebuah kamar, wangi yang indah membuat Sierra membuka matanya secara perlahan. Bisa ia lihat sebuah kamar yang indah nan megah, kamar ini seperti kamar putri saja, tetapi saat Sierra melihat ke ranjang, ada sebuah benda merah yang menumpuk di sana.


'What, mawar merah?' batin Sierra yang kaget melihat mawar yang sepertinya ditata rapi di ranjang. Kenapa bisa lelaki itu melakukan ini semua, apa jangan-jangan dia akan mengajaknya untuk melakukan malam pertama? Ya ampun kenapa bisa secepat ini? Sierra tahu jika dirinya sangat cantik, tetapi ia tak menyangka jika Kevino bisa se-nafsu ini padanya, memikirkannya membuat Sierra kembali menutup matanya rapat-rapat.


Kevino menurunkan Sierra di ranjang. Sierra bisa merasakan ranjang yang empuk dan nyaman ini. Sekarang apa yang akan terjadi? Batinnya yang bertanya-tanya. Untuk sesaat tidak ada suara apapun, yang membuat Sierra membuka matanya.


Kosong, di mana pria itu?


Setelah menaruhnya begini, pria itu menghilang seperti di telan bumi. Namun kemudian, suara pintu yang terbuka mengalihkan perhatian Sierra.


"Jadi kau, perempuan yang suka tebar pesona pada Kevino?"


Siapa perempuan itu dengan wajah galak itu? Perempuan itu berjalan dengan angkuh, tubuhnya yang tinggi semampai membuat Sierra meringkis, apalagi ketika matanya menatap gumpalan lemak yang ada di tubuhnya ini. Kenapa dirinya baru sadar jika badanya sudah mulai berubah?


"Kau siapa?" seru Sierra yang tak suka. Sierra tidak suka saat perempuan itu menatapnya sinis, seolah-olah merendahkannya.


Perempuan itu duduk di sofa, menyilangkan tangannya. "Kau sadar tidak sih jika Kevino memanfaatkanmu?"


Memanfaatkan apa? Dirinya tidak punya apapun.


Melihat wajah Sierra yang dongo membuat wanita itu menghela nafas.


"Aku akan membantumu jauh dari Kevino!"

__ADS_1


Sierra tertegun. Tawaran ini sangat memuaskan, tetapi jika tidak bersama Kevino, dirinya harus ke mana? Dengan wajah yang seperti ini, ibunya dan adiknya tidak akan percaya jika dirinya masih hidup.


"Wajahmu cantik. Kau bisa mendapatkan pekerjaan dengan sangat mudah. Dari pada di sini, hidupmu akan terancam, kau tidak akan bebas dalam genggaman Kevino!"


Benar apa yang dikatakannya, sudah berapa kali pria itu membuatnya menderita, entah apa lagi yang akan Kevino lakukan padanya, lebih baik menjadi gembel dari pada harus kehilangan anggota tubuh dan sekarang adalah waktunya!


"Apa, aku bisa mempercayaimu?" ungkap Sierra.


"Tentu saja. Aku akan membuatmu jauh dari monster seperti Kevino!"


Tetapi. Pria itu sedikit berubah. Dari tatapannya, raut wajahnya sangat berbeda dengan wajah yang selalu ia lihat sebelum tertembak, apalagi Kevino sudah memeluknya bahkan menciumnya, apakah salah jika ia berpikiran jika Kevino mulai luluh padanya?


"Apa yang kau pikirkan? Aku sudah menawarkan kesempatan emas padamu! Tunggu apa lagi?"


Sierra diam. Dia bingung tentang apa yang dirinya inginkan, Sierra takut mengambil keputusan yang membuat hidupnya semakin menderita.


***


"Iya! Kakakku masih hidup!" seru Serla yang menangis. Gadis itu sesenggukan karena tidak berhasil menemukan Sierra, apalagi Apartemen yang sebelumnya diisi oleh kakaknya itu berantakan, Serla takut jika Sierra akan dilukai.


Rena berusaha mengambil nafas dalam-dalam. Semuanya terasa rumit. Jika Sierra masih hidup, lalu mayat siapa yang dikubur? Rena bangun, dia menoleh pada Serla yang masih tidak berhenti menangis, Serla terlalu muda, dia tidak boleh sestres ini, apalagi nanti Serla akan ujian.


Rena mendekati Serla, memeluknya dan memberi usapan hangat. Serla ke sini untuk mencari ketenangan, dan dirinya tidak boleh membuat gadis itu semakin sedih.


"Bagaimana ini Kak? Aku takut jika Kak Sierra terluka, aku takut jika nyawanya akan terancam!"


Rena semakin menguatkan dirinya sendiri untuk tidak menangis, cerita yang dijelaskan Serla memang terlalu aneh baginya, Sierra yang katanya berganti wajah atau dia yang berada di lingkaran mafia, semuanya! Rena sangat tidak mengerti, bagaimana bisa sahabatnya sendiri mengalami hal semacam itu, apalagi ayah Sierra sendiri diam saja saat putrinya dimanfaatkan oleh para mafia bajingan itu.


"Apa Maldi tahu jika Sierra masih hidup?" tanya Rena, walaupun tadi sudah diceritakan Serla, tetapi Rena hanya ingin memastikan.


Serla menganggukkan kepalanya. "Sekarang kak Maldi dan ayah sedang mencari kak Sierra, semoga saja kak Sierra ditemukan."


Rena bahagia jika Sierra masih hidup, tetapi dirinya takut jika Sierra masih menyukai Maldi, apalagi terakhir Rena bertemu dengan Maldi adalah momen yang tidak menyenangkan.

__ADS_1


"Kak Rena tenang saja, aku tidak akan mengganggu kebahagiaan Kak Sierra. Aku tidak keberatan jika mereka bersatu."


Tidak! Rena tidak bisa membiarkan itu. Maldi berhubungan dengan Bela, mana mungkin dirinya membiarkan Sierra bersama lelaki yang tidak cukup dengan satu perempuan?


***


"Bawa Sierra kemari!"


Teriakan keras itu membuat semua orang menunduk ketakutan, apalagi sang pemimpin membawa pistol yang akan menembak siapa saja yang melanggar perintahnya.


Karena masih tidak ada jawaban, pria paruh baya itu menendang perut seorang lelaki yang masih sedarah dengannya.


Bruk!


Semua orang terkejut melihatnya, apalagi darah mulai bercucuran dari mulutnya. Tidak hanya tendangan, beberapa para bawahan pun disuruh untuk membuatnya babak belur.


Bug!


Bug!


Tetapi aneh dia tidak melawan.


"Kevino, aku memberi perintah padamu untuk membawa Sierra ke hadapanku!"


Betul, pria yang sedang dipukuli itu adalah Kevino. Pria tangguh yang bisa saja membunuh semua orang di sini, namun dia hanya memilih diam tidak malawan sedikit pun.


Rico, pria yang disebut bos besar itu mendekati Kebino yang terduduk. Menurutnya Kevino memang bodoh.


"Walaupun kita keluarga. Aku masih bisa membunuhmu. Aku bisa membuat hidupmu menderita, seperti yang kau lakukan pada keluargaku! Tetapi, aku masih berbaik sangka untuk merekrurmu jadi anggota geng Qizz, dan sekarang kau menghianatiku karena seorang perempuan?"


Kevino tidak menjawab. Dia diam. Tidak ada wajah kesal, marah atau meringkis karena kesakitan, yang ada hanya tatapan tajam dari matanya.


"CARI PEREMPUAN ITU SAMPAI KETEMU! KALAU PERLU BUNUH SAJA ORANG YANG PALING DISAYANG KEVINO!"

__ADS_1


__ADS_2