
Sosok Medina dari kejauhan membuat mata Dins tak berkedip memandang, sesaat pandangan mereka beradu....ada perasaan lain dihati Dins melihat Medina sore itu.
" Haiiii....kita ketemu lagi ya, ngapain kamu disini " Medina memukul lengan Dins yang sedari tadi terdiam.
" nggak kok, lagi mau pulang...ada keluarga kamu sakit disini? " kata Dins
" iya nih, mau nengokin dulu didalam...mau langsung balik?? masih sore kan " Medina melihat jam tangan yg menunjukkan pukul 17.15 tepat.
" Sy nunggu kamu keluar aja, itu maksdnya kan .." kata Dins tersenyum dingin
" Ahhh nggak kok, kamu pulang aja kalau mau...siapa yang suruh nungguin, baperan amat jadi cowok " kata Medina dengan wajah merona.
Dins tersenyum penuh arti sambil menata rambutnya...." ya udah sana masuk, ngapain disini sama saya ".
" Okehhh byeee...awas kalau kamu nungguin saya ya " kata Medina sambil berlalu.
Dins yang berhati dingin dan cuek itu duduk merenung di ruang tunggu, bertanya dalam hatinya....setiap melihat Medina mengapa hatinya selalu bergejolak tak tertahan.
Sejak pertama kali mengenal Medina wajahnya selalu terbayang di pikiran Dins.
Tanpa terasa, sudah 2 jam Dins duduk di ruang tunggu.
.
__ADS_1
.
Diruangan lain, nampak Reno dan Medina sedang bercanda mesra seolah baru saja bertemu. Sesekali Reno mengusap pipi istrinya itu dengan lembut dan mencium keningnya.
" Apa jadinya aku tanpa kamu sayang, aku sangat sayang dan cinta padamu...kamu tau kan ? " kata Reno dengan mata berbinar-binar
" Aku tau sayang, dan tanpa aku ucapkan pun...aku juga punya perasaan yang sama untukmu, love you sayang " sambil memeluk Reno dengan erat, Medina teringat kembali masa-masa SMA disaat mereka masih berpacaran.
Tak sedikit siswa sekolah nya iri pada mereka berdua, bagamana tidak...Reno anak pria konglomerat yang terkenal pintar dan jago basket disekolahnya berpasangan dengan Medina, gadis yang terkenal tercantik, seksi, manis, pintar dan idola di SMA tersebut.
Reno yang sangat pencemburu terhadap Medina sering kali membuat gadis lain di sekolah merasa insecure pada Medina.
Sampai saat ini pun, perasaan Reno terhadap nya tidak pernah berubah....dan Medina pun rela berkorban menjadi selir nya, agar selalu bisa bersama Reno...pria yang berhasil mendapatkan hatinya dan belum tergantikan.
.
.
" Iya sayang, aku akan selalu menunggumu disini...oh ya besok aku mulai mendapatkan donor darah yang sama dengan golongan darah aku "
Medina gembira mendengar hal itu dan mencium pipi Reno dan menatapnya " sukurlah mas udah mendapat pendonor yang cocok, semoga mas cepat sembuh dan kembali ke rumah "
" Tapi mas, maaf aku besok nggak bisa temani mas disini...karena pasti besok kak Nindy jagain mas " kata Medina dengan kecewa.
__ADS_1
" Tunggu aku sampai kembali ya....kita akan hanimun dan liburan kemana pun kamu mau ," kata Reno membuat Medina bersorak kegirangan.
" Love you masss...." sambil mencium tangan Reno, Medina pun keluar dari ruangan rawat inap tersebut.
.
.
Medina berjalan menuju loby Rumah Sakit, tiba2 tangannya di tarik oleh seseorang.
Dengan sigap Dins memegang tangan Medina dan memeluk nya sesaat, membut Medina kaget dan mendorong tubuh Dins.
" Apa2 an sih kamu..... beraninya kamu meluk aku !! " kata Medina dengan raut wajah memerah karena malu
" Aku hanya ingin memastikan apakah hatiku baik2 saja setelah memelukmu, atau ada perasaan lain yang aku tidak pahami " kata Dins dengan perlahan.
" Maafkan aku Medina....aku pastikan, hal itu tidak akan terulang lagi, ternyata hatiku baik2 saja setelah memelukmu dan tidak ada perasaan apa2 " kata Dins dengan wajah dingin.
Sesaat mereka terdiam dengan perasaan nya masing2......
" Ahh aku berbohong lagi dengan diriku sendiri " kata Dins dalam hati
Perasaan Dins yang sebenarnya setelah memeluk Medina dia tepiskan jauh2....di saat Dins memeluk Medina, jantung Dins berdebar dengan hebatnya dan hanya satu kata yang dia simpulkan dari semua perasaan nya saat ini.
__ADS_1
" Cinta.....???? "