Maafkan Aku, Mencintai Selirmu

Maafkan Aku, Mencintai Selirmu
Jodoh yang dipilih


__ADS_3

Menjelang sore, toko parfum milik Medina akan tutup dan karyawan lain pun sedang berkemas untuk pulang.


Hari yang panjang untuk Medina dan Dins karena di saat yang sama Nindy juga datang dan hampir membuat kekacauan di toko tadi, namun Medina mencoba untuk mengalah dan bersabar menghadapinya.


Dins mengantar Medina untuk pulang ke apartemen nya, sepanjang perjalanan mereka terdiam namun Medina sengaja duduk disamping Dins untuk menenangkan dirinya.


" Kamu baik2 saja? apa kita perlu keliling kota dulu? " kata dins mencoba mencairkan suasana.


" Nggak dins... aku lelah dan ingin segera pulang, nanti malam aku ada pertemuan dengan orang tua mas Reno " Medina menghela nafas seakan hal itu akan menjadi beban baginya.


" Maaf aku tidak bisa mengantarmu nanti malam, aku ada janji dengan teman Ibuku untuk makan malam di rumahnya "


" Oh ya.. acara apa Dins? " kata Medina


Dins terdiam sejenak... " hanya makan malam biasa saja, kebetulan orang tua fira adalah teman sekolah Ibuku ".


" Fira yang sering ke rumah kamu itu? "


" iya.. orang tuanya sangat baik pada Ibuku, sejak Ayah meninggal.. aku sibuk mencari nafkah dan selalu meninggalkan Ibu dirumah sendirian, fira dan ibunya terkadang menemani Ibuku dirumah dan selalu memberi dukungan "


Medina mengerti betapa berat kehidupan Dins dan itu tidak sebanding dengan apa yang terjadi dengan dirinya. sikap Dins yang dewasa dan selalu bersabar membuatnya kagum.


" Aku pergi sendiri nanti di rumah orang tua mas Reno, kamu silahkan menikmati makan malam mu bersama Ibu mu... besok jemput aku ya seperti biasa " kata Medina tersenyum.


Dins memalingkan wajahnya melihat Medina " aku akan merindukan mu malam ini ".


Medina mendengar itu membuat wajahnya seketika merona dan tersenyum " Aku juga ".


Mereka berdua tersenyum sambil melirik satu sama lain, kebahagiaan yang seharusnya mereka tidak lakukan adalah saling merindukan dan saling menyukai seperti sekarang ini.


Dins tiba di apartemen Medina.. nampak mobil Reno sudah terparkir rapi di garansi.


Dins mengurungkan niat untuk mengantar Medina ke dalam apartemen nya.


" Aku sampai sini aja.. sampai jumpa besok, jaga diri kamu dan have fun selalu ya " kata Dins pada Medina yang akan masuk ke lobby Apartemen.


Dia berbalik melihat Dins, mengedipkan matanya yang mempesona dan mencium jauh Dins menggunakan emoji tangan...


Dins tersenyum dan bergegas pulang dengan motornya, sepanjang jalan dia sedang berpikir.. apa yang akan dibahas orang tua fira padanya nanti, dia takut fira dan orang tuanya berharap banyak padanya..sementara dia tidak punya perasaan apapun pada fira selain menganggapnya sebagai adik.

__ADS_1


Tiba dirumah.. nampak Ibunya menyambut dengan wajah bahagia " Alhamdulillah Anak Ibu udah pulang, makan dulu nak... terus mandi ya "


" Iya bu... " Dins mencium tangan Ibunya dan masuk kedalam untuk mandi.


" Nak... jangan lupa lepas sholat isya kita kerumah fira, Ibunya tadi menelpon lagi sama Ibu " Ibunya mengingatkan Dins agar dia bersiap pergi dengannya.


" Iya bu... Dins ingat, tadi juga fira WA dan Dins udah bilang oke "


Ibunya lega akhirnya Anaknya mau ikut bersamanya, karena biasanya Dins tidak pernah mau di ajak ikut bertemu dengan orang tua gadis manapun.


" Alhamdulillah.. kamu sudah dewasa nak, dan sudah saatnya kamu punya kekasih " kata Ibunya berguman dalam hati.


Ibunya sangat menyukai fira, selama ini dialah yang selalu menemaninya dirumah dan membantunya dalam hal apapun... walaupun terkadang Dins selalu cuek padanya, tapi fira tetap datang untuk menemuinya.


Dins dan Ibunya telah bersiap untuk menuju rumah fira. Dia terlihat rapi malam itu dan juga ibunya mengenakan pakaian sederhana namun tetap terlihat cantik.


Bunyi bel Assalamu'alaikum berbunyi di pintu rumah besar namun sederhana itu...


Sosok cantik dan ceria keluar untuk membukakan pintu " Walaikum salam wrwb... Ibu dan kak Dins, silahkan masuk... " Fira menyambut mereka dengan bahagia.


Orang tua fira kemudian ikut keluar dan memberi salam " MashAllah aku kira tadi siapa... pangling aku lihat kamu Dins, gagah dan ganteng kayak ginih... udah besar aja kamu " Ibu fira memuji penampilan Dins malam itu.


" ayo masuk... Bapak ada didalam lagi Sholat tadi telat sih " kata Ibunya fira sambil mengandung Ibu Dins.


Dins dan fira menyusul dibelakang, nampak foto keluarga besar fira terlihat di dinding... fira adalah Anak kedua dari dua bersaudara dan sang kakak sekarang sedang bekerja di luar negri. Fira adalah salah satu mahasiswa bagian hukum di kampusnya.


Meja makan tertata dengan rapi, nampak Ayah fira baru selesai sholat dan bergabung dengan mereka di meja makan.


Pembahasan di meja makan seolah tak ada habisnya karena orang tua fira adalah teman sekolah Ibunya, mereka menceritakan kisah mereka di sekolah dulu dan disambut oleh tawa dan canda Fira dan Dins.


Ayah Fira kemudian melanjutkan pembicaraan " Dins... kamu sekarang bekerja dimana "


" Saya bekerja menjadi asistennya Pak Reno Sanjaya om.. " kata Dins.


" Wah hebat itu... nggak semua orang bisa bekerja disana.. semoga kedepannya kamu bisa meningkatkan kinerja kamu disana, atau misalnya kalau kamu udah bosan disana... gabung lah dengan Bapak di proyek rekonstruksi, biar kamu belajar juga "


Dins tersenyum " Iya om... Terima kasih utk jk tawaran nya, inshAllah masih betah di sana om "


" iyaa.. hanya saja bekerja disana tidak bisa membuka peluang usaha sendiri kan, kalau ditempat Bapak nanti kamu bisa buka cabang sendiri, Bapak punya banyak relasi diluar "

__ADS_1


" iya om... Terima kasih untuk tawarannya, nanti Dins akan pikirkan "


Ibu Fira mendengar kan pembahasan mereka dan mulai bertanya pada Dins.. " nak Dins udah punya pacar belum? "


Ibunya tersenyum dan memegang tangan Dins " dia belum pernah pacaran Mel..sejak Ayahnya meninggal dia selalu giat bekerja, nggak ada waktu untuk pacaran, iya kan nak??? "


Dins mengiyakan perkataan Ibunya, dia tidak mungkin mengatakan ada seorang wanita yang sudah membuat nya jatuh cinta.


Perkataan Ibunya Dins disambut bahagia oleh Ibu Fira... " Wahh kok sama dengan Fira ya... dia juga belum punya pacar "


Fira tertunduk malu mendengar perkataan Ibunya.


" Ibu... jangan bahas itu donk, kan fira malu sama kak Dins " sambil sesekali melirik Dins yang berada disampingnya.


" Ya udah kalau gitu.. Bapak restui kalian kalau memang Dins juga belum ada kekasih dan anak kesayangan om itu sangat menyukai Dins..kamu tau kan Dins??? " secara tiba-tiba Ayah fira membuka percakapan.


Dins terkaget dan tidak tau harus berbicara apa..


Ibunya melirik Dins dan tersenyum sambil mengisyaratkan untuk menjawab pertanyaan Ayah Fira.


" Makasih om atas kepercayaannya pada saya, saya dan fira teman sudah lama dan menganggap fira adik junior saya..untuk berhubungan lebih pada Fira biarlah kami menjalani nya dulu om.. "


Orang tua Fira bahagia dengan perkataan yang disampaikan oleh Dins, Fira pun sangat bahagia malam itu... namun hati Dins merasa resah, dia tidak mungkin mengecewakan Ibunya di depan orang tua Fira.


Malam itu Dins pulang dengan perasaan bingung... dia membuka WhatsApp nya, terlihat Medina mengirim pesan untuknya.


" Malam Dins...gimana makan malamnya? "


" kamu nggak buka pesan aku yaa "


" Dins kamu dimana sih... "


" baca donkkk, balesss sekarang... "


Dins membacanya sambil tersenyum sendiri, dia enggan membalasnya dan segera mematikan handphone miliknya.


Malam ini dia sangat lelah dan ingin cepat beristirahat agar besok pagi dia bisa melanjutkan pekerjaan nya lagi.


.......... ....

__ADS_1


__ADS_2