Maafkan Aku, Mencintai Selirmu

Maafkan Aku, Mencintai Selirmu
Aku, Medina dan perasaan ini


__ADS_3

Mobil yang baru dibawanya membuat Dins merasa nyaman dan juga terlihat berbeda, namun dia kembali berpikir..mobilnya ini akan di parkir dimana, karena lorongnya tidak bisa di lalui oleh kendaraan roda empat.


Dengan berat hati Dins meminta tolong temannya untuk menumpang parkir sementara di samping rumahnya yang berada di depan lorong.


" terima kasih ya bro, maaf merepotkan...aku benar-benar tidak tau harus parkir mobil bos ku dimana" Dins berterima kasih pada temannya karena bersedia garasinya dipakai.


" ahhh biasa aja Dins, tenang aja...mobil ayahku di sewa selama beberapa Minggu oleh orang, garasi ini masih kosong...kamu bebas menaruh mobilmu disini "


Dins kemudian berpamitan untuk pulang menuju lorong...


" motor beat ku akhirnya sudah terparkir dengan baik di samping rumah " Dins merasa nostalgia bersama motor butut nya itu kembali di pelupuk matanya.


Dins masuk ke dalam rumah disambut oleh ibunya dengan senyuman...


" baru pulang Dins...gimana makan malamnya ?? lancar kan? " ibunya memulai obrolan.


" Alhamdulillah Bu, Dins dikasih mobil untuk bekerja mulai besok "


Ibunya tersenyum bahagia...." MashAllah, bos kamu baik sekali nak, selamat ya... akhirnya kamu bekerja tanpa kehujanan lagi ".


Dins tersenyum melihat ibunya bahagia, teringat kembali masa-masa dimana dia pulang bekerja dengan basah kuyup karena kehujanan di jalan.


Namun di sela kebahagiaan ibunya itu, hati Dins merasa sakit karena kenyataan bahwa wanita yang dicintainya adalah istri dari bosnya....namun perasaan itu dia tutupi secara baik karena tidak ingin ibunya kecewa.


" istrahat ya nak...besok kamu harus bangun pagi kan "


" iya Bu...Dins istrahat dulu "


Ibunya masuk ke kamar untuk tidur dan Dins masih duduk termenung melihat kunci mobil yang baru diletakkan diatas meja.


" Bismillah untuk semua, semoga aku bisa mengendalikan perasaan ku padanya " guman dins dalam hati.


Langit begitu cerah menyambut pagi, ibunya sibuk di dapur untuk menyiapkan sarapan...


Terdengar Dins berbicara di telpon dengan Ary.


" Baik mas Ary...sebelum menjemput ibu Medina aku singgah membeli bunga pesanan bos Reno " Dins menutup telponnya dan segera ke meja makan.

__ADS_1


Setelah sarapan, Dins kemudian ijin pamit ke ibunya untuk bekerja.


" Hati- hati dijalan nak, jangan lupa sholat " pesan ibunya.


Kemacetan kota Jakarta bukan hal baru untuk Dins dan orang2 yang bekerja pada pagi hari...namun karena mobil yang ditumpangi terasa nyaman, Dins bisa lebih bersantai walaupun jalanan sedang macet.


Bunyi telepon berdering....


Medina memanggil via WhatsApp


" kamu dimana Dins...bisa cepetan dikit gak " kata Medina


" iya Bu...maaf telat, masih macet " Dins membalas percakapan.


kata Bu terdengar aneh ditelinga Medina, dia terdiam di telpon..


" kalau lagi nggak ada siapa2 kamu jangan panggil saya ibu...Medina aja "


Dins berguman " Saya sedang bekerja dan status aku disini adalah bawahan...jadi mohon lebih dipahami, ibu Medina " jawab Dins kembali.


" terserah kamu lah, malas bertengkar dengan kamu...kalau udah nggak macet cepetan jemput " kata Medina sambil menutup telponnya.


Dins sudah berada di Apartemen mewah dan minimalis, dia kemudian memencet bel yang ada di samping pintu.


Medina mengintip dari layar yang ada dibalik pintu...terlihat Dins di depan pintu, Medina menatap layar itu beberapa saat.


" tunggu sebentar, aku akan keluar dikit lagi "


Dins kaget ada suara yang terdengar dibalik pintu...


" luar biasa pintu ini dapat berbicara " dalam hati Dins sedikit kagum dengan apartemen mewah dan canggih itu.


Medina keluar dengan aroma parfum yang semerbak namun lembut, jeans sederhana dipasangkan dengan kaos Balmain warna putih dan dilengkapi dengan jaket kulit berwarna coklat menambah aura kecantikannya bertambah pagi itu.


Dins menatap Medina tanpa berkedip...


" eehm.." Medina menjentikkan jarinya ke arah Dins

__ADS_1


" udah boleh jalan?? "


Dins sedikit terkaget...." okee, maaf...silahkan " kata Dins.


Medina berjalan didepan Dins, namun langkah Medina melambat....sehingga posisi langkahnya menjadi sama.


Dins berhenti sejenak dan melihat Medina


" Silahkan duluan Bu...aku akan selalu dibelakang sesuai dengan tugasku "


Medina menghela nafas panjang


" Dins...ayolah, jangan seperti ini...kita kan teman "


" Selama jam kerja aku 8.00 s/d 20.00 jangan pernah berkata seperti itu..aku hanya ingin bekerja secara profesional " Dins mundur kembali di belakang Medina.


Medina melihat Dins dengan kesal dan mempercepat langkahnya.


Dins membuka pintu mobil belakang dan mempersilahkan Medina untuk masuk, lalu kemudian dia kembali ke depan sesuai dengan posisinya.


Di dalam mobil mereka terdiam hanya alunan musik jazz sayup-sayup terdengar.


Bunyi telpon Medina berbunyi....


" Iya mas Reno.....udah kok, aku lagi dijalan sama Dins ...aku nggak bisa singgah dikantor mas...aku ada tamu investor penting di toko parfum aku, maaf ya mas... next aku singgah dikantor kamu " Medina menutup telponnya dan kembali fokus membuka laptopnya.


Dins mengemudi mobil sambil sesekali melirik di kaca untuk melihat Medina...


" Aku singgah sarapan dulu ya...boleh nggak ?? " Medina membuka obrolan.


" oke Bu...mau sarapan dimana ? " kata Dins


" hummm...bagusnya dimana ya, oh iya...di kafe langganan kita aja, gimana?? "


Dins tersenyum...." okee..."


Medina melihat mata Dins di kaca depan, mereka saling menatap dan tersenyum tipis membuat suasana sedikit berubah menjadi lebih santai dan nyaman.

__ADS_1


" kenapa aku merasa sangat nyaman ketika bersamamu " Medina berkata dalam hati.


..............


__ADS_2