
Medina mengendarai motor Nmax dengan kecepatan sedang, pikiran dan perasaanya berkecamuk setelah Dins menutup telpon darinya dengan sengaja dan pergi berdua dengan Lusy.
Lusy dan Dins sudah sampai di kafe tempat favorit Medina untuk membeli aneka minuman dan cake, Lusy menggandeng tangan Dins seolah tak ingin melepaskan walaupun Dins terlihat tidak nyaman dengan itu.
" Kamu duduk dulu, aku akan memesan kue dan makanan sesuai nota ini " Dins menyuruh Lusy untuk duduk di salah satu meja kafe.
" kamu baik banget sih Dins.. perhatian banget nggak ingin aku capek yaa " Lusy mengedipkan matanya dengan manja pada Dins.
Dins kemudian berdiri di depan etalase cake dan memberikan nota pesanan yang ditulis oleh Medina. Dia terdiam sejenak mengingat kembali pertemuan pertama kali dengan Medina di tempat itu, Dins tersenyum mengingat tingkah Medina kala itu dia sangat cantik dan baik hati membuatnya terpesona untuk pertama kalinya dengan seorang wanita.
Lusy terlihat selalu melihat Dins dengan raut wajah yang bahagia, jauh didalam hatinya dia sangat mendambakan sosok kekasih seperti Dins.
" kamu mau minum apa, aku pesankan? " Dins datang menghampiri Lusy yang sedang melamun.
" Eh... apa tadi kamu bilang, maaf aku nggak fokus " kata Lusy
" aku bilang kamu mau minum ? biar aku pesankan " kata Dins mengulang pertanyaan kembali.
Lusy memegang tangan Dins dan tersenyum manja " aku nggak butuh apa2 kalau ada kamu disamping aku... ".
Dins menatap Lusy dan melepaskan tangannya.
" ya udah kalau gitu, kita tunggu aja minuman dan cake nya sedang dipersiapkan ".
Lusy tersipu malu karena terlalu genit pada Dins, mereka kemudian bersantai dan sesekali bercerita.
Medina telah sampai di depan kafe tersebut namun dia tehenti ketika melihat dari kejauhan Dins dan Lusy saling berbincang dan tertawa.
Medina tersadar untuk apa dia sampai disitu, betapa malunya dia ketika nanti mereka berdua tau bahwa dia sengaja menyusul mereka.
" Ya ampun, ngapain aku kesini.. kalau mereka tau aku beneran malu, Medina kamu kenapa sih, helowww...waras donkk " dia berguman dalam hatinya.
__ADS_1
Perlahan dia mundur dari parkiran kafe tersebut, namun ketika dia hendak beranjak pergi... Lusy dan Dins menuju pintu untuk keluar.
Medina kemudian menutup helm yg berwarna hitam itu agar tidak nampak dan sedikit bergeser dibelakang mobil orang-orang yang sedang parkir.
" Ahh semoga mereka tidak melihatku.. untuk apa aku seperti ini " Medina kembali berbicara dalam hatinya.
Lusy berjalan bersama sambil memegang lengan Dins dengan mesra, Medina melihat adegan itu sontak membuatnya ingin melabrak mereka dan menyuruh Dins pulang namun itu tidak mungkin dia lakukan, Medina tetap terdiam berdiri di belakang mobil parkiran.
Mobil Dins dan Lusy pun melaju, kemudian Medina masuk dalam kafe tersebut untuk menenangkan pikiran nya. dia memesan ice cappucino kesukaannya.
Medina melepaskan helm yang dia pakai, peluh keringat basah di rambutnya.
Telpon Medina berdering, karyawan di tokonya menelpon " Halo bu... sy baru dapat info kalau Ibu Renata sudah hampir menuju ke toko bu "
" oke baik, persiapkan semuanya aku akan segera kesana " kata Medina.
Dia kemudian melaju dengan motornya agar cepat sampai di toko.. dia tidak mau pelanggan khusus yang akan menjadi resselernya menunggu lama.
Medina telah sampai di toko, nampak Lusy dan Dins sedang menyiapkan meja untuk menyimpan minuman dan cake yang telah dibeli.
Dins sesekali mencuri pandang ke arah Medina dia tersenyum penuh arti kemudian memalingkan wajahnya kembali ketika Medina balas melihatnya.
Hatinya sedang berbahagia bukan karena hal lain, tapi dia tau bahwa Medina telah mengikuti dirinya bersama Lusy di kafe tadi.
Tanpa sengaja Dins melihat Medina bersembunyi di belakang mobil yang diparkir, dia sengaja pura-pura tidak melihat Medina saat itu karena Dins tidak ingin Medina merasa malu karena ketahuan.
" kamu ngapain senyum sendiri? " Medina menghampiri Dins membuatnya terkaget karena tidak menyadari Medina ada disampingnya.
" Nggak ada apa2, cuma lagi bahagia aja "
Medina berpikir Dins merasa bahagia karena tadi bersama Lusy, dia kesal dengan semua itu.
__ADS_1
" kalau kerja kamu itu fokus nggak usah ingat yg lain... "
" Iyaa... ini lagi fokus dan semua tertata dengan rapih, ibu yang sebenarnya menggangu konsentrasi saya " kata Dins sambil menata rambutnya yang kurang rapi.
Pesona Dins ketika melakukan itu membuat karyawan yang terdiri dari gadis2 itupun terpesong dan tersenyum sendiri.
" Saya memang bertugas untuk mengawasi karyawan saya... jangan kepedean kamu " Medina berkata demikian dan pergi dengan kesal.
Dins yang melihat itu kemudiaan tersenyum dan mengikuti Medina.
Dia masuk kedalam ruangan dan hendak menutup pintu.... Dins dengan sigap menahan pintu yang akan ditutup oleh Medina, mereka saling menatap di depan pintu kemudian Medina luluh oleh tatapan itu.
Dins kemudian masuk kedalam ruangan bersama Medina dan menutup pintu, dia menatap Medina..
" Kenapa tadi kamu mengikuti aku bersama Lusy "
" Maksud kamu?? " Medina menjawab dengan gugup sambil berjalan mundur karena Dins bertanya padanya begitu dekat.
Dins tersenyum, " aku melihat kamu tadi disana.. aku hanya ingin bertanya dan sy harap kamu jujur... "
Dins semakin mendekati dan Medina sekali lagi mundur ke belakang.
" nggak ada maksud apa2... hanya kebetulan aku ingin membeli minuman disana "
Dins semakin bergerak maju " kamu bohong Medina....untuk apa kamu kesana, jawab aku "
Medina ingin mundur namun tertahan dibelakangnya... Dins kemudian sangat dekat didepan Medina sehingga nafas mereka saling beradu.
Dins menatap Medina " tatap aku dan jawab.. "
Medina tidak bisa berbohong lagi dan dia tidak ingin menahan perasaan nya lebih lama, karena perasaan itu benar-benar menyiksa dirinya.
__ADS_1
" Aku cemburu Dins.... " Medina menatap Dins dengan mata yang sendu.
......