
Reno Sanjaya menghubungi Dins secara pribadi dan memintanya untuk datang ke Rumah Sakit untuk bertemu dengannya.
Setelah Dins mengantar Ibunya kembali ke rumah, dia meminta ijin untuk ke Rumah Sakit menyelesaikan biaya rawat inap.
Di Rumah Sakit yang sama pula, asisten Reno memberikan alamat kepada Dins beserta nomer kamar VVIP.
" Dins Atmajaya......pria tampan dengan seribu pesona, apa kabar sih...sombong amat " suara Dokter Frans membuat Dins menoleh untuk melihat sumber suara.
Dins menjabat tangan Dokter Frans sambil tersenyum " terima kasih dok, sudah membantu merawat Ibu saya selama di rumah sakit "
" Its oke....itu sudah tugas saya sebagai dokter, gimana kabar kamu...makin tampan aja " sambil tersenyum penuh arti ke arah Dins.
Dins hanya tersenyum dingin mendengar Dokter Frans " Alhamdulillah dok...sehat selalu "
Setelah menyelesaikan biaya rawat inap di loket Rumah Sakit, Dokter Frans berjalan bersama Dins sambil bercanda dan tertawa.
Dins kemudian bertanya kepada Dokter Frans mengenai kamar yang akan ditujunya.
" Dok, bisa antar saya ke kamar ini ? " sambil memperlihatkan nomer kamar yang tertera di wa.
Kamar VVIP Bougenville..." ini kamar Reno Sanjaya, kamu kenal sama pengusaha kaya raya ini??.... " kata dokter Frans berusaha menyembunyikan rasa kagetnya.
" nggak juga sih, hanya ada keperluan dengan beliau " kata Dins
" Kamu beruntung kalau kenal sama dia.." kata dokter Frans kemudian.
" Pengusaha ekspor impor produk terkenal sampai di luar negri, mendapatkan banyak penghargaan karena kesuksesan nya di bidang itu " lanjut dokter Frans
__ADS_1
Dins mendengarkan penjelasan dokter Frans sambil sesekali mengganguk tanda mengerti.
Setelah sampai didepan kamar VVIP Bougenville, Ary asisten Reno mengantarkan Dins masuk ke dalam.
Suasana kamar VVIP sangat berbeda dengan kamar yang ditempati Ibunya, alangkah beruntungnya seseorang yang bisa dirawat dikamar sebagus dan semewah ini, guman Dins dalam hati.
" Bos, ini Dins Atmajaya yang akan mendonorkan darahnya selama bos di rawat sampai sembuh " kata Ary sambil menyuruh Dins untuk mendekati sang bos.
Reno tersenyum melihat Dins dan mengulurkan tangannya...
" Thanks bro atas bantuannya, darah yang kamu miliki sungguh berarti buat saya nantinya..." kata Reno
Dins menjabat tangan Reno " Darah yang saya donorkan sesuai dengan apa yang saya dapatkan, terima kasih juga untuk jumlah yang setara dengan itu semua "
" Hahahhahha....menarik sekali, kamu adalah pria yang jujur dan apa adanya, I Like it " kata Reno sambil tertawa dan memandang Dins dengan rasa kagum.
Bunyi telpon Reno berdering...
" Halo sayang, kenapa baru bales telpon aku sih...kan aku kangen sama kamu, aku suruh Ary menjemput kamu ya, gimana "
" Nggak usah mas, nanti aku kesana aja sendirian...bye sayang sampai nanti " kata suara di balik telpon.
" Baik sayang....hati2 dijalan " kata Reno sambil menutup telponnya.
" Maaf ya Dins, tadi istri saya....katanya dia mau kesini, oh ya kamu lulusan apa " tanya Reno pada Dins yang sedang duduk di kursi
" Lulusan SMA, namun pengalaman kerja diberbagai tempat sudah banyak pak " kata Dins.
__ADS_1
" Wahh hebat ya, masih muda tapi pengalaman sudah oke " puji Reno
" tidak ada yang perlu dibanggakan dalam hidup saya pak, seseorang yang bisa dianggap hebat adalah anda sendiri " kata Dins kemudian.
" Hahahahhaahha...." tawa Reno memecah kesunyian kamar
" Kamu adalah pria yang menarik Dins, jangan panggil aku pak...kita hanya beda satu tingkatan usia, kamu bisa panggil aku Reno atau apapun itu selain kata pak " kata Reno sambil tersenyum.
" Baiklah....bagaimana dengan Bos ??? " kata Dins
" okeee, dealll " kata Reno tersenyum.
Reno dan Dins melanjutkan obrolan yang cukup singkat, Reno terlihat senang dengan Dins yang dewasa dan cukup pintar.
" Saya pamit dulu bos, masih ada pekerjaan yang harus saya lakukan....besok sy akan kembali lagi " kata Dins meminta ijin pada bos nya itu.
" Oke bro....aku menunggu mu besok disini " kata Reno sambil mengulurkan tangan pada Dins untuk bersalaman
Dins beranjak dari kamar rawat inap Reno bukan hanya karena dia menyelesaikan pekerjaan yang lain, tapi karena dia tidak ingin bertemu lagi dengan istri Reno yang bernama Nindy itu.
Langkah Dins terhenti didepan halaman Rumah Sakit, melihat dari kejauhan sosok yang selama ini dia nantikan......
" Medinaaa???? " seketika hati Dins merasa senang tanpa sebab
Dins sengaja berdiri di depan halaman Rumah Sakit dan menatap Medina yang baru turun dari mobilnya.
Baju kemeja casual berwarna nude yang sengaja di buka kancing atasnya untuk memperlihatkan lehernya yang jenjang dan mulus, rok mini berwarna pink muda dan sepatu high hils yang santai menambah postur tubuh Medina terlihat sempurna.
__ADS_1
Rambutnya yang berwarna sedikit kecoklatan dan bergelombang tergerai panjang sebatas lengan, dengan riasan yang tipis menambah aura kecantikan Medina terpancar.
Dins berdiri tidak jauh dari Medina, Tatapan keduanya bertemu.........