Maafkan Aku, Mencintai Selirmu

Maafkan Aku, Mencintai Selirmu
Hati yang terluka


__ADS_3

Keramaian kota Jakarta malam itu seakan tidak dirasakan oleh Medina dan Dins yang sedang menikmati makan malam di sebuah tempat sederhana di sudut Kota.


Setelah mereka menikmati menu sederhana, Dins memesan minuman untuk Medina.


" Wahhh...mas Dins, pacarnya cantik banget sih, barusan bawa cewek kesini " kata ibu pemilik kedai yang telah lama mengenal Dins sejak dibangku SMA.


" Bukan kok Bu, sy bukan pacarnya...teman aja Bu hahhahah " kata Medina tertawa malu


" cocok nggak Bu???? " kata Dins tiba- tiba sambil melirik Medina


" cocok banget mas Dins....satunya ganteng yg ceweknya cantik, wahhh kayak pasangan artis " kata ibu pemilik kedai sambil tersenyum


" Dia memang type saya Bu, tapi belum jadi pacar kok, ntar kalau udah jadian aku kabari ya Bu " kata Dins tertawa melihat Medina yang sedari tadi terdiam.


Medina melihat jam tangannya sudah menunjukkan pukul 22.14 WIB.


" Dins...ayo balik, atau mau kemana lagi" kata Medina


Dins meminum kopi pesanannya dan meraih rokok dalam saku celananya.


" sebatang dulu boleh ya...kopi saya belum habis tuh " kata Dins menyulut rokoknya dengan tenang.


Dins merokok dengan gaya khasnya dan sesekali membuang asap rokoknya ke samping, tanpa disadarinya Medina sesekali memperhatikan tingkah Dins itu.


" Kamu masih sendiri? " tiba- tiba Dins membuka obrolan


Medina terdiam dan menatap Dins " penting kah untuk aku jawab?? "


Dins mendekatkan wajahnya ke Medina membuat rona merah terpancar di wajahnya.

__ADS_1


" Harus kamu jawab, karena itu penting buat saya " kata Dins dengan suara berbisik dan menatap mata Medina


" kenapa....harus aku jawab ? " kata Medina lagi.


Dins mengelus rambut Medina dan mendekatkan lagi wajahnya, sehingga jarak mereka berdua begitu dekat membuat Medina merasakan hembusan nafas Dins di pipinya.


" hanya untuk memastikan bahwa perasaan yang aku miliki tidak salah " bisik Dins


" Aku sudah punya seorang pria " kata Medina dengan suara yang tertahan


" Siapa dia " kata Dins lagi


" Dia adalah suamiku " kata Medina menatap Dins


Dins mundur perlahan dan menjaga jarak duduk dengan Medina, hatinya seakan kecewa..sakit dan semua yang tidak pernah dia rasakan, malam itu terjadi padanya.


" kenapa kamu tidak mengatakan hal itu sejak kita bertemu "


Dins menarik nafas panjang, perasaan yang dia nantikan selama ini datang padanya...Jatuh cinta, namun semua berbalas dengan kekecewaan yang mendalam yang untuk pertama kalinya dia rasakan.


Namun dengan cepat dia menguasai perasaannya kembali dan menata perasaan yang berkecamuk dalam hatinya dengan sikap yang tenang.


" Aku akan mengantarmu pulang " kata Dins sambil berdiri dan membuang rokoknya yang hampir habis.


Medina terdiam dan mengangguk, rambutnya yang tergerai panjang dia biarkan menutupi sebagian wajahnya.


Dins menarik bahu Medina dan memperbaiki rambutnya yang tidak tertata rapi.


Hati Medina bergejolak lagi, setiap Dins melakukan itu padanya seakan tak kuasa untuk menahan dan selalu memberikan ruang untuk Dins melakukan itu.

__ADS_1


" Udah lebih rapi kan " Dins menatap Medina dan mengusap kepalanya dengan lembut.


Medina tersenyum dan memakai helm yang Dins berikan padanya.


" pakai jaket ini, malam semakin larut...cuaca dingin " kata Dins sambil memberikan kembali jaket yang dia pakai.


" Buat kamu aja, sedari tadi kaos kamu tipis kalau masuk angin gimana " Medina mengembalikan jaket yang dia pegang.


" Udah pakai aja, ribet amat sih kamu " kata Dins dengan nada yang agak tinggi


" okee...okee aku pakai, puas ?? "


Honda beat melaju di tengah keramaian kota yang mulai redup malam itu, suasana mendung dan dingin malam itu..membuat Medina merangkul Dins dengan erat.


Dins melihat tangan Medina merangkul dirinya, perasaan bahagia kembali menyelimuti hatinya.


" Untuk malam ini saja, aku akan berpikir bahwa kamu bukan milik orang lain " kata hati Dins berbisik, membuat realita seakan tak sejalan dengan kata hatinya malam itu.


Parkiran Rumah Sakit sepi dan waktu sudah menunjukkan pukul 23. 00 wib, motor Honda beat Dins berhenti tidak jauh dari mobil Alphard Medina yang terparkir.


Dins menyimpan motornya dan mengantar Medina ke mobilnya.


" Kali ini aku berharap kita tidak akan bertemu lagi, semoga kamu bahagia selalu " kata Dins sambil mengambil jaket yang Medina berikan padanya.


Medina hanya menatap Dins dengan penuh arti, perasaan hatinya enggan beranjak dari tempat itu, melihat Dins sudah menjauh darinya dia pun tersadar.....


Tiba- tiba Medina menyusul Dins dan memegang tangannya....mencium pipi Dins secara spontan membuat Dins terdiam.


" Terima kasih Dins......" ucap Medina

__ADS_1


...........


__ADS_2