
Medina masuk kedalam ruangannya dan di sofa nampak Nindy ditemani oleh Dins..
" Maaf kak, tadi aku ada tamu penting.. ada apa kemari "
Nindy berdiri dan seperti biasa selalu berkata kasar pada Medina " aku sejak tadi cariin kamu.. sok penting banget sih kamu sampai ada tamu penting, memangnya kamu itu siapa hahh "
Medina berusaha membuat Nindy tenang agar suara gaduh tidak sampai terdengar diruangan lain.
" iya kak maafkan aku, karena nggak ada telpon sebelum nya jadi aku tidak tau kalau kak Nindy mau datang " kata Medina.
Dins berdiri kemudian ijin untuk pamit keluar agar mereka dapat berbicara berdua.
" Aku keluar dulu.. silahkan selesaikan dan aku akan menunggu diluar " dia memberi isyarat pada Medina lalu keluar.
Nindy kemudian melanjutkan kembali pembicaraan mereka " Aku kesini hanya ingin menyampaikan nanti malam Ayah dan Ibu ingin menemui kita "
" Ayah dan Ibu sudah tiba dari Malaysia?? " kata Medina.
__ADS_1
" iya.. beliau tiba tadi pagi dan aku harap kamu datang dan jangan bertingkah yang tidak2 dan aku yakin pasti mas Reno akan membela kamu "
Medina terdiam sesaat dan berbicara dalam hatinya " kenapa mas Reno tidak memberitahu dia bahwa Ayah dan Ibunya sudah kembali "
" Medina... kamu denger nggak yang aku bilang, melamun terus kamu !! " Nindy berkata sambil berdiri dan melihat ruangan Medina.
" Ruangan kamu bagus juga ya... Mas Reno benar-benar tidak adil, kamu udah dibeliin mobil baru dan semua yang kamu butuhkan " Nindy berkata sambil menggelengkan kepalanya.
" kamu wanita hebat Medina... kamu membuat seorang Reno Sanjaya bertekuk lutut padamu "
" Apa maksud kakak, semua yang aku dapatkan ini karena kerja keras aku dan bukan mas Reno yang memberikannya " Medina berkata pada Nindy yang selalu berusaha menyalahkan dirinya atas ketidakadilan sikap Reno padanya.
" jaga omongan kakak, selama ini aku bersabar bukan karena semua yg kakak ucapkan itu benar... tanpa diberikan apapun oleh mas Reno, aku juga bisa hidup mandiri... " Medina berkata dengan suara meninggi.
" Aku akan menemui Ayah dan Ibu dirumah nanti malam, aku tidak ingin bertengkar dengan kakak hari ini... jadi aku mohon, pergilah kak... saya sedang ada tamu diluar " kata Medina dengan sedikit memohon pada Nindy untuk meninggalkan kantornya.
" Okehh, aku tidak mau berdebat denganmu hari ini... silahkan kamu berusaha untuk maju dan mandiri seperti yang kamu bilang... aku akan melihat hasil dari itu semua... " Nindy kemudian berlalu keluar dari ruangan Medina.
__ADS_1
Dins yang sedari tadi menunggu di depan pintu segera mengantar Nindy untuk keluar.
Medina terduduk sejenak di sofa dan mengambil air mineral dan meminumnya sampai habis... hatinya tidak tenang dan merasa kuatir jika Nindy datang secara tiba-tiba seperti tadi.
Medina kemudian keluar ruangan untuk melihat Ibu Renata di ruangan sebelah.
Nampak Lusy membuat Renata nyaman dan menikmati hidangan yang ada di meja. Medina mengatur nafasnya dan kembali ke meja bersama Renata.
" Maaf mbak...lama ya nunggunya?? " Medina tersenyum melihat Renata.
" its oke sayang... santai aja, parfum dan makanan yang kamu siapkan ini luar biasa buat aku, thanks yaaa... aku harap kita bisa selalu bekerjasama dengan akrab seperti ini " kata Renata dengan raut wajah bahagia.
Medina bahagia dengan apresiasi yang diberikan oleh Ibu Renata untuknya.
Setelah bersantai dan menikmati hidangan, Renata pun pamit untuk pulang.
" Oke semua... aku balik ya, tetap semangat untuk bekerja, bantu bos cantik kalian ya.. nanti aku kesini lagi " Renata berkata sambil bersalaman dengan satu persatu karyawannya.
__ADS_1
Mereka pun meminta foto bersama dengan Ibu Renata yang cukup terkenal di media sosial karena followersnya yang lumayan banyak dan bisnis onlinenya yang maju.
........