
Medina naik taksi yang berhenti ketika dia sedang dijalan tadi, dia tidak percaya Reno tega meninggalkanya di jalanan seperti itu.
Kekecewaan yang dirasakan Medina untuk kedua kalinya malam ini membuatnya pasrah dengan apa yang akan terjadi padanya nanti.
" pak singgah sebentar di warung makan itu ya, aku ingin beli makanan "
" baik bu..." sopir taksi memperlambat mobilnya dan berhenti di warung makan.
Medina membeli makanan sebanyak 10 bungkus untuk dibawa di kantor polisi, dia teringat akan Dins yang belum makan dan membeli beberapa air mineral di warung tersebut.
Medina masuk di dalam ruangan dan disambut oleh Dins dengan cemas " kenapa kamu kesini lagi, tadi kan kamu udah pulang sama bos Reno "
Medina menyerahkan nasi bungkus yang dibelinya di warung tadi... " Mas Reno pulang sendiri tadi, aku ingin menemani kamu disini.. "
" Kamu nggak usah temani Anak saya... semua ini gara2 mbak kan?? " tiba- tiba muncul Ibu Dins dan Fira dari dalam ruangan penyidik.
Medina kaget dan tersenyum serta mengulurkan tangannya... " Ibu.. maafkan saya bu, semua ini terjadi tanpa sengaja "
Ibu Dins enggan menerima uluran tangan Medina " Dins sudah bekerja baik untuk mbak... masalah pribadi mbak nggak usah anak saya di ikutkan juga, tolong mbak... Dins jangan dilibatkan dalam masalah seperti ini " Ibu Dins memohon pada Medina dengan wajah hari.
Dins kemudian membawa Medina keluar ruangan
" Ibu tolong...jangan ribut disini, sabar ya bu..Fira tolong temani Ibu dulu ".
Fira yang sedari tadi memegang lengan Ibu Dins mengganguk dan membawa Ibu Dins duduk di sebuah sofa.
" Mari bu...duduk dulu ya, Fira ambilkan air minum untuk Ibu "
" Makasih ya nak, kamu baik sekali " kata Ibu Dins menatap Fira.
__ADS_1
Sementara diluar ruangan, nampak Medina dan Dins duduk di kursi.
" Kamu pulang sekarang ya.. nggak enak ada Ibu didalam, dan ini sudah sangat larut malam... aku pesankan taksi teman aku ya "
Medina menatap Dins " maafkan aku Dins.. semua salahku, sudah membuat Ibu kamu cemas, maafkan yaah "
" sudah tugas aku menjaga kamu, kamu bukan hanya istri bos aku... kamu juga adalah orang yang aku sayangi Medina, kamu tau itu kan?? "
Medina terdiam dan memegang tangan Dins " makasih Dins, aku beruntung bisa dekat sama kamu, besok kabari aku ya "
Taksi yang dipesan oleh Dins sudah tiba.. mereka berbincang didepan kemudian Dins mengantar Medina masuk ke dalam taksi.
" bro... aku titip ya, jagain sampai depan apartemen... okee? " kata Dins pada temannya.
" oke broo... siapp dehh " kata teman Dins.
Dia melihat sampai jauh dan nampak Dins masuk kedalam setelah taksi Medina tak terlihat lagi.
Dins masuk kedalam ruangan kantor polisi, Ibunya dan Fira sudah nampak tenang.
" maafkan Dins bu..ibu pulang sekarang ya, Fira tolong jagain Ibu, terima kasih ya kamu sudah datang disini.. "
" iya kak.. Fira akan ajak Ibu pulang, kakak baik2 ya disini, besok kabari aku dan Ibu lagi.
" iya...bos Reno udah panggil pengacaranya kok bu... InsyaAllah besok Dins udah bisa pulang.
Ibu Dins akhirnya mau diajak pulang oleh Fira dan atas bujukan anaknya itu.
" kamu hati- hati disini ya nak, jaga diri dan besok kalau udah selesai kabari Ibu atau Fira ya "
__ADS_1
" Iya bu... hati2 dijalan ya Fira "
" baik kak.. kaka jaga diri ya "
Dins memeluk Ibunya dan melihatnya berlalu dari kantor polisi.
Medina terdiam sepanjang jalan, sopir taksi yang juga teman Dins hanya sesekali melihat dari kaca spion mobil.
Mbak... udah lama kenal Dins ya??
" huummm?? " Medina sedikit kaget dengang pertanyaan dari sopir taksi.
" lumayan sih beberapa bulan, kenapa bang? " tanya Medina.
" nggak kok mbak.. Dins sangat baik pada saya.. dia membantu saya mencari pekerjaan dan selalu mendukung saya apapun yang sy kerjakan, istri sy lahiran kemarin dan dia banyak bantu saya mbak "
Medina tersenyum dengan perkataan dari sopir taksi tersebut.. " iya.. Dins memang sangat baik... pekerja keras dan sangat rajin, apapun yang dia kerjakan selalu maksimal "
sopir taksi tadi tertawa " iya mbak... dia adalah satu-satunya teman baik saya, teman-teman saya semua meninggalkan saya ketika saya sedang terjatuh, hanya Dins yang selalu mendukung saya "
" iya mas... " Medina teringat kembali akan Dins yang selalu berkorban untuknya..
Medina masih memikirkan Dins, tiba-tiba WA dari Nindy berbunyi... dia mengirimkan sesuatu dipesan WhatsApp Medina.
dia membuka WA dari Nindy, sebuah video yang dikirimkan nampak Reno sedang tidur pulas disamping Nindy yang berpakaian super seksi
Tak ada pesan apapun dari video itu, dia tau...Nindy sengaja melakukan itu untuk membuat hatinya sakit.
.............
__ADS_1