
Medina berhenti didepan toko parfum miliknya yang berdiri tepat di seberang jalan. toko yang sederhana itu terkesan minimalis dan girly untuk pengunjung yang kebanyakan gadis-gadis atau wanita dewasa.
Toko parfum miliknya itu sudah ada sejak setahun yang lalu, Medina merintis sendiri parfum yang dibuat dengan racikannya itu.
Beberapa aroma lembut yang disuguhkan untuk merk parfumnya, namun hanya beberapa saja yang brand dikalangan para gadis dan wanita.
Dia memasuki ruangan khusus terkesan seperti kantor karena ruangan tersebut tidak terlalu besar namun tertata rapi dan bisa untuk beristirahat.
beberapa karyawan sempat menyapa Medina ketika dia masuk, namun mata mereka tertuju pada sosok Dins yang sangat tampan dan mempesona.
" Ibuuu.... karyawan baru?? " Lusy bertanya dengan lembut kepada Medina, karyawan yang cukup manis dan senior diantara karyawan yang lain.
" iya....nanti kenalan ya, mulai hari ini...Dins Atmajaya menjadi bagian dari kita " Medina melirik Dins untuk menyapa mereka.
Dins tersenyum pada beberapa karyawan wanita didepannya, membuat para gadis2 itu tersenyum gembira...
" Aduh...cakep banget sih " ....
" nanti aja kenalan nya yaa, itu ada yang mau beli...tolong dilayani yaa....ayo Dins masuk kedalam " Medina membuat karyawan nya tersipu malu karena sejenak melupakan tugas mereka karena kehadiran Dins.
Dins duduk di kursi yang berada dalam ruangan itu, Medina kemudian mengambil beberapa berkas untuk berdiskusi bersama Dins mengenai proyek yang akan di rencanakan.
" aku ada beberapa proyek nanti, aku akan mengunjungi sebuah taman bunga di desa agak jauh dari sini...rencana aku akan mengambil beberapa sampel ekstrak bunga disana "
" oke baik, siapa yang akan ikut bersama kita nantinya.." Dins berbicara sambil melihat berkas yang diberikan oleh Medina.
Medina menyodorkan minuman untuk Dins " mungkin hanya Lusy saja, karena dia bagian administrasi disini "
" berapa lama perjalanan kesana dan apa yang harus aku persiapkan " kata Dins kemudian.
" kurang lebih 3 jam, mungkin kita harus membawa bekal karena disana tidak ada rumah makan atau warung ..tempatnya didalam hutan, namun didalamnya itu ada sebuah taman bunga "
" aku akan membelinya sebelum perjalanan nanti, rencana kapan kita kesana " kata Dins
__ADS_1
Medina membuka jaket yang dipakainya, nampak tubuh indahnya terlihat dengan jelas karena balutan baju kaos dan celana yang dipakainya.
Dins mengalihkan pandangannya ke arah lain...
Medina duduk di kursi didepan Dins, rambutnya yang tergerai panjang di jepit keatas..menambah kesan kecantikan natural Medina.
" dua hari lagi kita kesana ...aku akan minta ijin ke mas Reno dulu " kata Medina.
" oke ...baiklah " kata Dins.
Medina menatap Dins...." luka kamu udah hilang ya...."
Tanpa sadar Medina memegang kening Dins, dan wajahnya merona merah " aku nggak apa2, sudah tidak berbekas berkat pengobatan seseorang " kata Dins menatap Medina dan memegang tangannya karena dia tidak ingin di sentuh.
Medina buru- buru memperbaiki gelagatnya yang salah tingkah karena hal itu..." sukurlah kalau sudah sembuh "
Dins kembali terdiam kemudian bunyi telepon berdering
" iya bos....aku lagi dikantor ibu Medina, baik mohon maaf aku lupa bos "
" Kok aku bisa lupa sih....ya Allah..." Dins berguman dalam hati
Dia kembali masuk ruangan dengan membawa bucket bunga mawar yang telah dibelinya tadi pagi....
" maaf aku telat memberikan ini " Dins memberikan bunga itu kepada Medina
Medina kaget menerima bunga itu...." kok kamu tau aku suka bunga ini?? ... nggak salah kamu kasih bunga ini ke aku??
Belum sempat Dins menjelaskan tentang bunga itu ...wajah Medina sangat bahagia dan terharu....
" Bunga itu dari bos Reno ...." Dins tiba-tiba berkata kepada Medina.
Dengan wajah yang berubah seketika, Medina melihat Dins " dari mas Reno?? "
__ADS_1
" iya ..tadi pagi bos menelpon aku dan meminta untuk membelikan untukmu " kata Dins.
Medina meletakkan bunga itu di meja..." ohh gitu, kok kamu baru bilang "
" aku tadi lupa karena sedang diperjalanan denganmu....maafkan aku " kata Dins
Medina mengambil handphone miliknya dan menelpon Reno.
" Halo mas....makasih ya untuk bunganya, aku suka banget lho..."
" Sama2 sayang.....kamu suka ya ?? " kata Reno di balik telpon.
" suka banget sayang ..makasih yaa, Miss you too " Medina menutup telponnya.
Dins yang sedari tadi keluar ruangan sengaja memberikan privasi untuk Medina berbicara, namun hatinya sedikit kecewa...entah mengapa perasaan itu datang kembali.
Lusy menghampiri Dins yang berdiri dengan di depan pintu...." Mas Dins, ayo bergabung kita minum kopi yuk di kafe depan " ajakan Lusy membuat Dins tidak bisa menolak.
Mereka memesan minuman kesukaan masing-masing dan duduk dengan santai, senda gurau Lusy dan teman- temannya membuat Dins sesekali tersenyum...
" Kamu udah punya pacar Dins....??? " tanya teman Lusy.
Dins menggeleng dan tersenyum " aku tidak suka menjalin hubungan ".
" Masa sih ...kok bisa? nggak pernah pacaran?? " Lusy mengamati wajah Dins sambil menunggu jawaban.
Dins meneguk minumannya dan melipat kedua tangannya membuat wajahnya semakin serius menanggapi pertanyaan dari Lusy.
" aku tidak percaya dengan cinta....bagi saya, cinta itu merepotkan dan menguras perasaan, aku tidak ingin sakit hati dengan cinta itu sendiri, begitu menurut aku "
Lusy dan teman-temannya terpesona dengan jawaban dingin Dins, membuat mereka tidak yakin....dengan wajah dan pribadinya yang menarik seperti itu, belum ada satu wanita pun yang bisa membuatnya jatuh cinta.
Dins terdiam...dari lubuk hatinya paling dalam dia menyembunyikan perasaan yang sesungguhnya, bahwa satu2nya wanita yang mampu membuat dia jatuh hati sudah ada....yahhhh hanya satu orang.
__ADS_1
Medina.......