Maafkan Aku, Mencintai Selirmu

Maafkan Aku, Mencintai Selirmu
Antara aku dan dia


__ADS_3

Perkelahian antara Dins dan dua bawahan bosnya itu tidak berlangsung lama, Dins yang mempunyai ilmu bela diri dapat melumpuhkan kedua orang itu walaupun pipi dan pelipis Dins berdarah.


Dins keluar dari kantor legal itu menuju motor yang diparkirnya. sambil meringis menahan perih di dahinya dan darah yang menetes di bibirnya.


Motor melaju dengan lambat di jalan raya, karena Dins mengemudi nya dengan perlahan sambil memegangi perut nya yang sakit karena pukulan yang cukup keras dari lawannya tadi.


Dins berhenti di depan apotik sambil memegangi perutnya, " Ahh...."


mencoba mendorong pintu apotik untuk membeli obat pereda nyeri dan perban untuk lukanya.


" Dins.....kamu kenapa !! astaga berdarah gitu " seseorang menegur Dins dalam apotik


" Medina....?? ngapain kamu disini " kata Dins melihat sosok yang selama ini dirindukannya.


" Aku lagi membeli teh herbal langganan aku disini " kata Medina dengan wajah cemas


" Ayo kita ke mobil aku, untuk mengobati lukamu..." Medina meraih lengan Dins untuk membantunya berjalan


" Nggak perlu....aku bisa mengobati diriku sendiri " Dins menepis tangan Medina.


Namun tiba-tiba Dins tidak kuat dengan nyeri di bagian perut nya


" Kamu memang keras kepala...." kata Medina sambil membantu Dins berjalan menuju arah mobilnya, orang-orang melihat dengan tatapan cemas namun Medina tersenyum pada mereka dan mengatakan tidak apa- apa.


Medina mengantar Dins kedalam mobilnya dan memberikan air mineral untuknya kemudian kembali membeli obat-obatan di apotik tadi.


" Aku akan mengobati mu dulu ..kemudian kamu boleh pulang " Medina menatap Dins dengan sedih, karena melihat luka di wajahnya cukup memar.

__ADS_1


" Aku tidak mau orang lain salah paham dengan hubungan kita, biarkan aku pulang dan mengobati diriku sendiri " Dins kemudian membuka pintu mobil dan mengambil obat-obatan dari tangan Medina.


" okeee...baik ..lakukan sesuka hatimu, aku hanya berniat baik mengobati lukamu " Medina berucap sambil menutup pintu mobilnya dengan agak keras.


" Dasar cowok keras kepala !! " Medina mengumpat dalam hati, namun dia tidak tega membiarkan Dins pulang dalam keadaan kesakitan.


Tanpa diketahui oleh Dins, Medina sedari tadi mengikut motornya dari arah belakang....


Setelah sampai didepan lorong, Medina melihat motor Dins masuk sejauh 500 meter kedalam lorong.


Karena mobil tidak dapat masuk ke dalam lorong tersebut, Medina rela berjalan kaki dengan high hells nya.


Medina melihat Dins berhenti di depan rumah sederhana namun terlihat rapi dan tertata dengan baik.


" Astgfirullah nak....kamu kenapa " seseorang keluar dari pintu dan membantu Dins masuk.


" itu pasti Ibu Dins " Medina berkata dalam hatinya.


" Mbak cari siapa ??? " gadis manis yang beranjak dewasa dengan tatapan heran melihatnya.


" Aku Nafira ...teman dekat kaka Dins, kamu siapa?? sedari tadi mengikuti kak Dins dari belakang "


" Maaf....aku teman Dins, Medina " sambil mengulurkan tangan untuk berkenalan.


Nafira enggan berkenalan dengan wanita cantik itu, dia hanya beranjak masuk dan membuka pintu.


" Kak dins...kenapa denganmu, ya Allah kasiann kak " Nafira duduk disamping ibu Dins yang membuka jaket anaknya dan mengambil air hangat untuk di pakai membersihkan luka.

__ADS_1


" nggak tau juga nak, jangan di ajak bicara dulu ya...nanti ibu yang akan obati " ibu Dins terburu-buru mengambil obat-obatan yang dibawa Dins tadi.


" Assalamualaikum...." Medina yang sedari tadi melihat kesibukan ibu Dins memberanikan diri untuk masuk ke dalam rumah.


" Waalaikum salam wrwb...., maaf mbak..dengan siapa dan ada perlu apa kemari " kata ibu Dins dengan lembut sambil menatap Medina yang begitu cantik berdiri di depannya.


" Maaf Bu ... perkenalkan, saya Medina....teman Dins Bu " sambil berjabat tangan dengan hangat kepada ibu Dins.


" Oalah ..teman Dins yaa...mari masuk mbak, maaf berantakan, tadi Dins terluka...ibu obati dulu ya...silahkan duduk mbak "


" nggak usah Bu, biar aku yang obati Dins...dulu aku pernah kuliah di akademi perawat..." Medina mengambil obat-obatan dan air hangat yang dipersiapkan oleh Ibu Dins.


Ibu Dins dan Nafira melihat Medina mengobati lukanya dengan cekatan dan penuh perhatian.


Dins membuka mata dan melihat Medina tengah mengobati lukanya.


" Aku sudah bilang jangan urusi aku, kenapa kamu masih nekat mengikuti aku " Dins memegang tangan Medina yang hendak memberinya perban.


" Aku bukan seseorang yang tega melihat orang lain terluka, aku mengikuti kamu sedari tadi...hanya untuk memastikan apakah kamu baik - baik saja dan ternyata kamu cukup lemah untuk itu ..." Medina menyingkirkan tangan Dins dan mengoleskan obat serta menempelkan perban di dahi Dins.


Ibu Dins mengajak Nafira keluar kamar dan memberi ruang untuk mereka berdua untuk berbicara.


Ibu Dins terlihat senang melihat Medina begitu perhatian pada Dins dan dia tau bahwa anaknya menyukai Medina dari tatapan matanya.


" Kamu adalah seseorang yang sangat keras kepala....apa yg terjadi jika tadi kamu naik motor dan terjatuh !! akan fatal akibatnya buat kamu...paham!? " Medina menatap mata Dins dengan tajam, membuat hatinya kembali bergetar.


Dins menatap mata Medina dan jarinya tanpa sadar menyentuh pipi Medina.

__ADS_1


" Jika kamu melakukan ini padaku...kamu akan tau apa yg bisa aku lakukan, aku tidak akan membiarkan mu pergi dariku saat ini...Medina...."


............


__ADS_2