
Matahari bersinar dengan indahnya menyapu embun di pagi hari, hujan deras seakan membuat suasana malam yang indah untuk Medina dan Reno.
Namun di tempat lain, Dins merasa kesakitan sepanjang malam karena pukulan di perutnya kemarin cukup keras.
" Assalamualaikum...." suara ketukan pintu depan rumah Dins disertai salam membuat Ibu Dins lekas beranjak dari dapur.
" Walaikum salam wrwb...." ibu Dins membuka pintu rumah dan nampak Nafira tersenyum ceria dibalik pintu.
" Ibuuu...Kaka Dins udah sehat? gimana keadaanya, oh ya aku bawakan bubur untuknya..." gadis cerita itu langsung masuk kedalam mencari Dins.
" Dins lagu istrahat nak, semalam kurang tidur karena kesakitan...nanti aja ya ngobrol nya " Ibu Dins melarang Nafira masuk ke kamar anaknya agar Dins dapat tidur dengan nyaman.
" ohhh gitu ya Bu, kasian kak Dins...sy titip ibu aja ya Bu, nanti bilang salam dari Fira "
" iya nak...makasih ya untuk buburnya " kata ibu Dins sambil memegang tangan Nafira.
..........
Suasana kantor megah yang berlantai banyak itu nampak ramai lalu lalang karyawan yang sedang terburu-buru karena jam sudah menunjukkan pukul 08.30.
Nindy yang sedari tadi dalam ruangan rapat nampak sibuk dengan agenda yang akan diatur untuk jadwal suaminya Reno.
" Ary...mas Reno mana, kok belum datang, semalam aku telpon dia nggak angkat...pasti sama Medina, ya kann !! " teriak Nindy pada Ary asisten Reno yang datang tanpa bos nya itu.
" iya Bu, tadi sy sudah jemput dirumah Ibu Medina tapi bos menyuruh saya duluan ke kantor " kata Ary
__ADS_1
Nindy membuang berkasnya dari meja, dengan tatapan dingin dia berlalu keluar dari kantor.
Ary mengejar Nindy keluar dan mengikutinya...
" Ary...temani aku ke kantin, aku mau pesan kopi " Nindy berjalan dengan wajah penuh emosi yang ditahan.
Beberapa karyawan mencoba memberi hormat dan tersenyum namun Nindy tidak memberikan respon.
Setelah memesan kopi di kantin dan duduk ditempat yang nyaman, Nindy mengambil handphone dalam tasnya.
" Halo, Dins ya ? kamu lagi ngapain ..bisa kesini nggak.....apaaa kamu sakit? nggak peduli....cepat kesini, aku mau bicara "
Sambil menutup telponnya, Nindy bertanya pada Ary " Rumah Dins dimana?? tolong antarkan buah- buahan dan juga kue ya, kamu belinya ditempat biasa aja "
Ary berjalan menuju tempat parkiran, tiba-tiba Reno menelpon " Ary....temui aku sekarang di kantor "
" Adohhh ibu gimana sih, pusing aku kalau sendirian kayak gini....lama- lama aku bisa mati berdiri..." Ary kembali menutup pintu mobil dan masuk kembali dalam kantor.
Nindy melihat Ary berjalan cepat menuju lift, tanpa sengaja dia mengikutinya dari belakang.
" Ary...kamu mau kemana "
" Maaf Bu, dipanggil bos diatas...aku udah telpon pesanan ibu...nanti langsung diantar dirumah Dins " kata Ary.
Ary masuk ke dalam ruangan Reno disusul eh Nindy.
__ADS_1
" Mas ...semalam nggak pulang kan !! mas tega....selesai dari rumah sakit bukan tidur dirumah, malah ke apartemen Medina kan !! " suara Nindy yang sejak tadi tertahan akhirnya meledak juga.
" Sudahlah aku tidak mau bertengkar hari ini denganmu...kamu sudah tau keadaanya, jangan paksa aku untuk berkata kasar padamu " Reno yang sedari tadi melihat Nindy mulai kesal dengan kedatangannya di kantor.
" Okee baik, kalau itu mau kamu ..sy laporin ke papa aja, agar proyek yang di Dubai aku batalkan saja !!! Nindy mulai membentak Reno.
" Silahkan ..aku tidak peduli dengan kontrak itu, jangan pernah mengancam aku dengan hal- hal seperti itu....kamu tau keadaann kita seperti apa "
" Aku tidak akan pernah bisa mencintai kamu sampai kapanpun Nindy....dan kamu tau itu "
Reno tidak ingin mengeluarkan kata-kata itu berulang agar Nindy tidak sakit hati mendengarnya, namun karena perkataan Nindy yang kasar...Reno pun tidak tinggal diam dengan hal itu.
Ary yang sedari tadi melihat adegan itupun angkat suara " Bos, mohon maaf....tadi ada perintah apa untuk saya "
Nindy menangis mendengar perkataan Reno dan itu bukan kali ini saja...dia pergi dari ruangan sambil membanting pintu.
Reno menghela nafas panjang dan melihat Ary " ohh iya, siapkan formulir kerjaan untuk Dins...aku akan mengangkat dia sebagai bawahan aku, tolong kamu ke rumahnya dan sampaikan pesanku padanya"
" Baik bos....sy akan siapkan sesuai perintah bos....maaf bos, Dins bekerja sebagai apa dikantor ini " Ary bertanya pada Reno, untuk memastikan dia mengiis formulir dengan baik.
" Sebagai sopir dan asisten Ibu Medina, untuk segala keperluanya dalam hal pekerjaan...Dins akan membantunya "
" Baik bos...sy akan sampaikan "
................
__ADS_1