Maafkan Aku, Mencintai Selirmu

Maafkan Aku, Mencintai Selirmu
Aku Cemburu


__ADS_3

Dins selesai sholat di masjid dan beranjak menuju rumah Fikar...


" Assalamu'alaikum... " Dins mengetuk pintu


" Walaikum salam Wrwb.... " Medina membuka pintu dan menatap Dins dengan tersenyum.


" Kamu kenapa senyum kayak gitu... " kata Dins


Medina terlihat salah tingkah oleh sikap Dins " nggak kok, kamu tambah cakep aja kalau abis sholat "


" Hummmm.... " Dins berguman kemudian duduk kembali bersama Bapak tua itu sambil tertawa.


" Makasih mas Dins... silahkan diminum teh nya, maaf sekedar nya ya "


" makasih pak... saya nggak bisa lama- lama karena mau antar Medina pulang "


Dins dan Medina kemudian berpamitan, tak lupa medina menyelipkan beberapa lembar uang ke tangan bapak tua itu.


" Nggak usah mbak.... sembako tadi udah lebih dari cukup untuk kebutuhan kami "


Medina tetap memberikan ke Bapak tua itu..


" Nggak apa- apa pak, buat Fikar jangan di tolak "


Dins melihat bapak tua itu dan mengedipkan matanya tanda menyuruh untuk menerima pemberian itu. mereka pun pergi dengan mobil yang dikendarai oleh dins, melambaikan tangan pada bapak tua yang melihatnya dengan penuh haru.


Setelah 15 menit perjalanan, telpon dins berdering namun dia lupa mengaktifkan nada dering nya karena sedang sholat tadi.


Medina kemudian mengaktifkan handphone miliknya yang dia matikan sejak sore.


puluhan chat WA dan telpon dari Reno masuk di HP nya.

__ADS_1


Medina kemudian menelpon kembali Reno.. " iya mas. maaf aku baru aktifkan HP ini, ini aku mau balik ke apartemen "


Terdengar suara Reno di balik telpon nya " aku udah nunggu kamu sejak sore sayang... kamu dimana?? , cepat pulang aku mau bicara "


" Iya mas... "


" kamu lagi sama Dins ya... aku telpon nggak di angkat " kata Reno dengan nada agak meninggi.


" iya tadi Dins lagi sholat mas, dia lupa mengaktifkan nada dering nya "


" oke cepat pulang... sekarang!! "


" kok kasar banget sih kamu mas, iya aku pulang " kata Medina sambil menutup telepon nya.


Medina kemudian berkaca- kaca dan tak sadar air matanya berlinang kembali.


Dins yang sedari tadi mendengar dan menyaksikan itu hanya terdiam.


" kalau kamu nangis terus, aku tidak akan mengantarmu pulang... aku akan membawamu ke rumah aku "


Medina kembali terisak.. " makasih dins, kamu orang baik, aku tidak mau kamu mendapatkan masalah karena aku... aku ingin bicara dengan mas Reno di rumah "


Dins kemudian mengganguk " iya tapi tolong kamu jangan nangis, aku nggak bisa melihat kamu sedih... hatiku sakit Medina... "


Medina kemudian melihat dins dengan perasaan yang tak menentu.


" maksud kamu apa... aku nggak ngerti "


Dins kemudian tersadar dengan apa yang baru dia ucapkan... " maksud aku... bawahan mana yang tahan melihat majikan nya bersedih terus ".


Medina kemudian tersenyum.. " makasih ya.. kamu perhatian dan sayang sama aku , tidak salah aku memilih mu sebagai teman aku "

__ADS_1


Dins kemudian berbalik ke Medina yang ada di belakang nya " sejak kapan aku setuju menjadi teman mu... aku bulan teman mu dan aku tidak mau seperti itu "


Medina kemudian bergerak maju di jok Dins " lalu kamu mau aku menganggap kamu seperti apa?? "


Dins merasa salah tingkah menatap Medina dicermin mobil " Maksud aku sebagai atasan dan bawahan... seperti itu "


Dins akhirnya lega dengan apa yang dia katakan, seperti nya hati dan pikiran dins tidka berjalan dengan baik... semua apa yang dia ucapkan selalu mewakili perasaan hatinya...


" Ayolah dins... fokus dan jangan berbicara yang tidak2 " pikiran dins mulai berbicara.


Mereka sampai didepan apartemen, Dins kemudian memarkir mobilnya dengan baik dan mengikuti Medina dari belakang.


Sesampainya didepan pintu... Medina kemudian membuka pintu dan melihat Reno duduk dengan wajah kurang baik di sofa.


Ketika dins masuk, Reno kemudian berdiri dan menatap dins dengan tajam... " lain klau HP kamu di aktifkan..setiap aku telpon harus kamu angkat... kamu becus kerja nggak sih!!!!! "


Medina kaget mendengar suara Reno yang tidak seperti biasanya.. " Mas...kamu apa2 an sih, dins nggak salah, aku yang ajakin dia keluar tadi.. dan kau sudah jelaskan bahwa tadi dia sholat dan lupa melihat HP nya kembali "


Dins yang sedari tadi terdiam kemudian menjawab " maafkan saya bos, saya salah telah melewatkan panggilan dari bos "


" Aku kuatir pada Medina... HP nya nggak aktif dan kamu juga telpon nggak diangkat, bagaimana aku nggak marah " kata Reno sambil duduk kembali di sofa dan di ikuti oleh Dins dan Medina.


" Aku sangat sayang dan cinta sama kamu... aku tidak ingin terjadi apa2 dengan mu, maafkan kalau sy kasat terhadap mu " Reno kemudian memegang tangan Medina.


Dins yang melihat itu seketika hatinya seakan hancur dan bingung mau melakukan apa.


Reno kemudian ingin memeluk Medina dan Medina menolaknya..." maaf mas.. aku ingin istirahat, tolong jangan ganggu aku "


Ada perasaan senang di hati dins melihat itu, Reno kemudian menyuruh dins untuk pulang dan juga beristirahat.


Malam itu, Reno tidur di kamar depan dan Medina dikamar sebelah... Dins pulang dengan perasaan tenang, entah apa yang sedang dia pikirkan malam itu... perasaan sayangnya kepada Medina yang semakin kuat membuatnya menjadi orang yang tidak bijaksana.

__ADS_1


...........


__ADS_2