Maafkan Aku, Mencintai Selirmu

Maafkan Aku, Mencintai Selirmu
Belajar sabar


__ADS_3

Medina telah sampai di apartemen miliknya, rasa lelah, ngantuk dan juga beban perasaan menghampirinya sungguh terasa berat malam ini. dia ingin berendam sejenak di bathup dengan air hangat, tak lupa dia menuangkan sabun dengan aroma wangi sensual therapy.


Medina melihat kembali pesan nindy via WhatsApp di handphone nya, dia menghela nafas dan segera menghapus pesan video tersebut. dia tidak ingin hatinya bertambah sakit dengan ulah Reno malam ini, Medina melepaskan semua pakaiannya dan mulai berendam dengan air hangat yang memanjakan tubuh indahnya.


30 menit berlalu di kamar mandi, dering telpon berbunyi dua kali.. namun Medina tidak mendengarnya karena sedang menikmati therapy dikamar mandi.


Dia keluar dari kamar mandi dan mengambil handphone nya... panggilan dari Dins?? gumamnya dalam hati, dia menelpon kembali nomer Dins...


" halo Dins.. maaf tadi aku lagi dikamar mandi, gimana keadaan kamu? baik- baik aja kan "


Terdengar suara Dins dibalik telpon


" Alhamdulillah aku baik- baik aja, cuma mau menyampaikan bahwa kami sudah sepakat damai dan permasalahan sudah selesai, pengacara bos Reno sudah banyak membantu malam ini.. besok pagi aku sudah boleh pulang "


" Alhamdulillah Dins..... terima kasih untuk bantuan kamu malam ini, dan untuk kesabaran kamu menghadapi semuanya, besok aku jemput yaa.. " kata Medina dengan nada bahagia.


" Nggak usah Medina.. besok ada Fira dan Ibu yang akan menjemput aku, kamu di toko aja besok... nanti aku kesana agak siang ya " kata Dins


Medina terdiam, dia kurang suka dengan kehadiran Fira yang selalu berada di dekat Dins..

__ADS_1


" oke Dins tapi jangan lama ya datangnya, ada beberapa barang yang ingin aku beli di toko luar "


" iya, baik.... Bu Medina... " jawaban Dins yang sedikit bercanda membuat Medina tersenyum.


" kamu sekarang tidur, udah jam 2 nanti kamu sakit dan besok terlambat bangun " kata Dins lagi dengan nada kuatir.


" kamu perhatian banget Dins... makasih yaa " kata Medina.


Medina menutup telpon dari Dins dengan wajah bahagia, hari yang melelahkan dan menyakitkan hatinya seakan sirna karena perhatian dari Dins untuknya.


Matahari menyinari pagi begitu indah... segelas kopi diseduh Medina ditemani dengan brownies low fat yang dipesan secara online, alunan musik jazz menambah suasana santai dan nyaman untuknya pagi itu.


Setelah bersiap untuk keluar rumah, tak lupa Medina menyemprotkan parfum best seller miliknya dengan wangi vanilla dan buah- buahan.


" Dins mana ya... apakah dia sudah keluar dari kantor polisi ya " Medina kembali berbicara dengan dirinya sendiri.


Nampak dari jauh Dins baru keluar dari kantor polisi ditemani Ibunya dan juga Fira.


" kamu seneng banget sih Dins.. dekat sama Fira, kok bisa sih kamu akrab kayak gitu "

__ADS_1


Diam-diam Medina melihat wajah sumringah Dins yang keluar dari kantor polisi.. perban ditangannya nampak sudah perbaiki sejak semalam.


Medina menelpon Dins...


" halo Dins kamu udah keluar ya "


"Alhamdulillah.. iya "


" okee kamu lagi ngapain sih "


" aku lagi didalam mobil sama Ibu dan Fira "


" ohh gitu ya... salam buat Ibu kamu ya Dins, jangan lupa nanti siang ke toko ya... aku tunggu kamu "


" Okee... makasih Medina "


Perasaan dins tidak dapat disembunyikan dengan baik... nampak Ibunya sejak tadi melihat cara Anaknya berbicara dengan Medina.


" nakk... kamu lihat Fira ya, ajak ngomong juga dia... kasian nak " kata Ibu Dins.

__ADS_1


" baik bu... maafkan Dins ya "


.........


__ADS_2