
" Ehmm ".....suara Medina membuat Lusy dan teman-temannya berdiri, sedari tadi Medina mendengar percakapan mereka dan berdiri tepat belakang.
Dins terlihat berbalik kursi menghadap ke arah Medina...." silahkan duduk Bu, maaf aku tidak minta ijin mau ke sini "
Medina kemudian mengambil kursi dan duduk disamping Lusy " Hp kamu di silent ya, aku menelpon mu dua kali ".
Dins kemudian mengambil handphone dari sakunya dan melihat layarnya, benar saja dua panggilan tak terjawab dari Medina yang telah dia lewatkan.
" maaf Bu, hp tadi sy silent karena sedang sholat "
" Oke nggak apa2...tapi kalian asik sekali mengobrolnya, dan kamu Dins..kalau saya telpon itu perhatikan jangan keasikan ngobrol sampai lupa pekerjaan kamu " Medina lalu mengambil handphone dan memesan minuman dingin.
" Bu Medina suka minum apa, kulit ibu nampak cantik dan halus " teman Lusy bertanya sambil melihat wajah Medina.
" nggak minum apa2, hanya jus aja dan olahraga..trus perawatan wajah di salon dan spa " Medina tersenyum pada teman Lusy yang selalu memperhatikan dirinya.
Medina kemudian mengajak Dins untuk ke kantornya lagi dan mereka berjalan seperti biasa Medina didepan dan Dins di belakang.
Sedang asik menerima telpon dari Reno, motor dengan kecepatan tinggi melaju di samping tubuh Medina.
" Medina...minggir " teriakan Dins terlambat di dengar olehnya, tak ayal lagi motor itu menyenggol tubuh bagian samping Medina hingga dia terjatuh.
Dins dengan sigap menggendong Medina dan membawa ke dalam toko. Dins menelpon polisi lalu lintas untuk menangkap pria yang motornya ugal-ugalan dijalan tadi.
pria berhelm merah itu terjatuh dan Medina mengalami sedikit lecet di lututnya karena terserempet body motor .
Lusy dan teman-temannya lantas berlari dan dengan cepat membawa kotak obat.
__ADS_1
Medina meringis dan memanggil Dins
" mas dins lagi menangkap orang yg menabrak ibu, sabar ya bu.. " kata Lusy
Lusy kemudian memanggil Dins untuk melihat keadaan Medina.
" Polisi lalu lintas sudah menangkap yang menabrak Ibu tadi, dia mabuk dan tidak sengaja melaju dengan kencang " Dins mejelaskan pada Medina.
Medina meringis karena pinggangnya yg terkena stang motor tadi...." nggak apa2, udahlah..saya nggak akan tuntut dia, tadi sy salah juga sudah menelpon sepanjang jalan tanpa melihat kendaraan " .
" Bantu aku pulang kerumah saja ya dins dan jangan sampai mas Reno tau tentang ini....aku nggak mau dia kuatir denganku "
Medina kemudian mengajak Dins untuk mengantarnya pulang, dins merangkul pinggangnya untuk membantu dia berjalan, karena kaki dan pinggangnya terasa nyeri.
Lusy dan teman-temannya masih melanjutkan menjaga toko parfum sambil melihat Medina naik ke mobil " cepat sembuh ya bu....sehat selalu dan hati2 di jalan "
Medina menoleh ke arah mereka dan tersenyum " makasih yaaa " kata Medina.
" kita kerumah sakit ya...." kata Dins melirik Medina di kaca mobil.
" nggak usah, aku mau pulang istrahat sana dirumah " kata Medina.
" kalau kamu ada apa2, aku tidak ingin bos menyalahkan aku karena tidak menjaga kamu dengan baik..." suara Dins agak meninggi karena Medina selalu membantah apa yang dikatakannya.
" justru kalau aku ke rumah sakit, pasti mas Reno tau dan dia akan kuatir yang berlebihan padaku...aku tidak suka itu " .
Medina melihat mata Dins di kaca mobil dan mereka saling menatap. seketika ada perasaan aneh dihatinya, ahh aku tidak suka perasaan ini...guman Medina dalam hati.
__ADS_1
Mereka telah tiba di apartemen Medina dan lagi2 Dins menggendong Medina membuat perasaan dihatinya kembali bergetar.
" aku bisa jalan perlahan, jangan gendong aku " Medina berbicara pada Dins namun tidak didengarkan olehnya.
Medina melihat wajah Dins yang angkuh namun terlihat jelas rasa cemas di wajah itu membuat Medina tersenyum sendiri.
Dins melihat senyuman nya itu...." kenapa kamu tersenyum, bukankah tubuh kamu sakit...masih bisa kamu senyum kayak gitu ?? "
Medina merangkul leher Dins dengan erat dan berbisik " makasih ya....udah jagain aku dengan baik "
Dins terhenti sejenak dengan wajah merona, dia hatinya kembali bergejolak dengan sikap Medina itu.
Dia menurunkan Medina dari gendongan dan berjalan sendiri...." kamu bisa jalan perlahan kan?? Dins berjalan agak menjauh dari Medina.
Perasaan yang selalu datang seperti itu membuat Dins menjadi salah tingkah, dia tidak ingin perasaanya hanyut dan membawa penyesalan nantinya.
Medina terlihat kaget karena tiba-tiba Dins menurunkan dirinya seperti itu...
" aku bisa jalan kok, kasar banget sih kamu "
Dins membantunya membuka kunci pintu dan setelah Medina masuk dia mengambil handphone dan mencoba menghubungi bos nya Reno.
Medina melihat itu dan mengambil handphone milik Dins...." aku udah bilang, jangan sampaikan mas Reno...kamu itu kenapa sih !! "
" Aku tidak bisa merawat kamu lebih lama disini, biarlah bos tau kamu sakit...agar dia bisa menjagamu dengan baik.
" aku bisa menjaga diriku sendiri....tanpa kamu atau mas Reno !! paham !!, silahkan kamu keluar dari rumah saya dan jangan pernah kuatir tentang aku lagi....makasih sudah membantuku " kata Medina dengan kesal.
__ADS_1
Dins keluar dari apartemen Medina dengan perasaan yang tidak menentu, dia ingin selalu menjauh darinya tapi hatinya selalu berkata lain...apa yang harus dia lakukan, menghindari perasaannya atau mengikuti kata hatinya sendiri.
Hal itu selalu menjadi pemikiran Dins akhir- akhir ini, membuat hatinya selalu tersiksa oleh perasaan yang seharusnya tidak dia alami.......