
Mereka tiba dikantor polisi dan langsung memasuki sebuah ruangan, nampak pria yang berkelahi dengan Dins berjalan sempoyongan.
sesekali dia melihat Medina dan Dins dengan pandangan kesal.
" penjarakan dia pak.. dia yang datang padaku kemudian memukul aku duluan, dasar bajingan!!! " pria itu berteriak kesal sambil menunjuk Dins.
Polisi yang menginterogasi mereka menyuruh untuk tenang karena akan di ambil keterangan berdasarkan kejadian.
" tenang pak...biarkan kami menanyakan satu persatu tentang kejadian ini, harap kerjasama anda... oke?? "
Pria yang memukul Dins mencoba untuk tenang.
Setelah keterangan mereka di ambil satu persatu, Polisi kemudian menyimpulkan bahwa pria yang sedang bersama Medina di club malam itu bersalah karena sudah melecehkan Medina terlebih dahulu... namun Dins juga disalahkan karena memukul dan melukai pria itu sampai cedera.
Untuk pengusutan lebih lanjut, mereka berdua belum diperbolehkan untuk pulang.. hanya Medina yang sudah dipersilahkan untuk pulang.
Medina terdiam dengan perkataan polisi, dia tidak ingin meninggalkan Dins dikantor polisi karena semua penyebab kejadian adalah karena dia.
" maaf Pak.. saya tidak mungkin meninggalkan teman saya disini, saya akan menemani dia sampai besok.. boleh ya pak?? " kata Medina
Dins pun menarik tangan Medina untuk berdiri dan menyuruhnya untuk pulang..
" Medina.. kamu harus pulang, ngapain kamu disini.. aku udah biasa kayak gini, kamu nggak usah kuatir aku baik- baik saja disini " Dins mencoba memberikan pengertian pada Medina.
" Nggak mau... akun temani kamu ya.. humm?? " Medina memohon dengan wajah memelas.
Namun Dins tidak mungkin mengijinkan itu terjadi, Medina tidak mungkin bersamanya dikantor polisi sepanjang malam.
" kamu harus pulang... aku akan telpon bos Reno untuk menjemput kamu " Dins mengambil handphone miliknya namun Medina menahan tangan Dins.
" okee aku akan pulang... tapi tidak sekarang, aku mau disini dulu " Medina kembali masuk kedalam ruangan kantor polisi.
" kamu memang nggak bisa dibilangin ya..nanti kamu lelah dan sakit kalau harus duduk sepanjang malam disini " kata Dins.
" nggak apa2.. oh ya aku beli makanan dulu untuk kamu ya? kamu belum makan kan? " Medina mencoba mengalihkan pembicaraan.
" aku udah makan.. kamu yang belum makan kan? ya udah kamu makan dulu trus kesini lagi.. "
" aku nggak laper Dins, aku disini aja ya sama kamu... pleaseee? " Medina tersenyum dan menyandarkan kepalanya di pundak Dins.
__ADS_1
" okee.. terserah kamu aja " kata Dins pasrah
Bunyi handphone Medina berdering.... Reno!!
Medina memperbaiki duduknya dan menerima panggilan Reno... " iya mas.."
Terdengar suara Reno di balik telpon..
" kamu dimana... aku nungguin kamu sejak tadi di apartemen, kamu kalau lagi kecewa atau marah jangan kayak gini donk.. sayang kamu dimana "
" Aku dikantor polisi mas, ada masalah tadi ketika aku sedang duduk di club malam " Medina perlahan menjelaskan apa yang terjadi dengan dirinya.
" tunggu aku disana dan jangan kemana-mana... aku kesana sekarang " Reno bergegas keluar ke kantor polisi.
Di perjalanan dia menelpon pengacara keluarganya untuk ikut datang ke kantor polisi, dia hanya ingin Medina baik- baik saja dan menyelesaikan masalah yang terjadi.
Reno telah sampai di kantor polisi dia mencari Medina dan Dins yang berada didalam ruangan.
" Medina.... kamu nggak apa2 kan sayang?? " Reno memeluk Medina.
Tatapan sinis pria yang memukul Dins kembali terlihat " dia istri kamu ya.. aku kira pacarnya dia, hahahahah " sambil menunjuk Dins.
" udah Dins aku sudah mengerti permasalahan nya.. seharusnya kamu bisa menjaga Medina dengan baik, namun apa yang kamu lakukan malam ini benar-benar membuat aku kecewa "
" Dan kamu... apa maksud perkataan kamu tadi, jangan berbicara sembarangan kamu, dia istri saya.. kamu akan saya tuntut karena melecehkan istri saya..!!! paham kamu... " Reno hampir saja memukul pria itu namun ditahan oleh polisi yang berada disitu.
" Sudah pak.. kami yang akan menangani mereka, Bapak dan Ibu sudah boleh pulang "
" Baik Pak...terima kasih atas bantuannya, nanti pengacara saya datang kesini untuk membantu Dins menyelesaikan semuanya.. saya permisi dulu mengantar istri saya pulang " Reno kemudian mengajak Medina untuk ikut bersamanya.
Dins sedari tadi terdiam melihat Medina berada dipelukan Reno, sakit yang dirasakan karena pukulan tidak sebanding dengan perasaan yang sedang berkecamuk dihatinya.
Tatapan Medina terlihat sendu ketika dia akan pulang bersama Reno.
" Mas... kasian Dins disini, apa dia bisa pulang bersama kita juga? " Medina tanpa sadar berbicara membuat Reno sedikit terheran.
" kamu nggak usah kuatir kayak gitu sama Dins, dia akan ditemani pengacara keluarga kita.. dia akan bisa pulang besok " kata Reno.
" kalau kamu kuatir tidak ada yg menemani dan mengantar kamu besok.. aku bisa panggilian asisten sementara buat kamu "
__ADS_1
Medina menggeleng " nggak usah mas.. aku bisa sendiri besok "
Reno naik dimobilnya disusul Medina.
Reno menghela napas.." aku nggak suka kamu terlalu dekat dengan Dins "
Perkataan Reno membuat Medina tertegun sesaaat.
" Maksud mas apa?? aku memang selalu dekat dengan dia karena secara tidak langsung dia sebagai asisten aku mas " Medina mencoba untuk tenang dengan tuduhan Reno.
" Aku hanya bilang.. aku nggak suka kamu terlalu dekat dengan Dins.. itu aja kok, kok kamu seolah menyalahkan aku " kata Reno dengan sedikit kesal.
" Mas, denger ya... selama ini yang selalu ada disamping aku ketika aku butuh itu siapa?? hanya Dins.. mas selalu sibuk dengan kantor dan juga hal yg lain... "
Reno menghentikan mobilnya " Apa kamu bilang? jadi selama ini kamu tidak tau apa yg aku kerjakan dan kesibukan aku seperti apa??
" aku bukan orang yang tidak punya jabatan seperti Dins yg hanya sopir dan asisten kamu !! paham!! "
" kok mas bentak aku sih.. aku nggak suka mas kayak gini, cukup ayah saja yang kasar dan melukai perasaanku malam ini "
" Mas Reno nggak tau kan perasaan aku kayak gimana.. sampai aku harus menenangkan diriku di club malam??
Reno yang sejak tadi gusar mulai marah dengan apa yg dikatakan Medina.
" jadi maksud kamu... kamu nggak suka sama ayahku.? iyaa!! dengar ya, jangan pernah sekalipun menjelekkan orang tua aku "
" kamu seharusnya bersyukur.. orang tuaku masih menerima kamu di dalam keluargaku.. " Reno mulai tersulut emosi.
Medina tidak menyangka Reno akan berkata seperti itu padanya, air matanya mulai berjatuhan.
" Turunkan aku mas... aku bisa pulang sendiri " Medina keluar dari mobil dan mencari taksi.
Reno yang kesal dan marah kemudian menjalankan mobilnya meninggalkan Medina.
Medina makin kecewa melihat perlakuan Reno padanya, dia kemudian naik taksi yang diberhentikan tadi.
" Ke kantor polisi di jalur depan sana pak " Medina ternyata tidak pulang ke apartemen nya, dia kembali lagi ke kantor polisi untuk melihat Dins.
.........
__ADS_1