
Medina dan Dins saling menatap..
" Aku cemburu pada Lusy, aku nggak tau kenapa dengan perasaanku ini "
Dins tersenyum dan memeluk Medina.. " Aku tau kamu juga menyukaiku sejak awal, iya kan?? "
Medina mengangguk dan membalas memeluk Dins namun dalam hatinya dia sangat bingung dengan keadaan yang ada.
Bunyi pintu diketuk membuat mereka berdua kaget dan buru2 melepaskan pelukan.
" Silahkan masuk... " kata Medina.
" Maaf Bu.. Ibu Renata sudah datang " salah satu karyawan Medina menyampaikan kalau tamu yang ditunggu sejak tadi sudah berada di tokonya.
Medina kemudian keluar untuk menyambut Ibu Renata..nampak sosok cantik dan awet muda sedang tersenyum padanya.
" Hai sayang... maaf ya baru sempat datang kesini, lagi banyak kerjaan via online " kata Renata sambil memeluk Medina.
Aroma parfum berkelas tercium semerbak dari tubuh Ibu Renata.
" Nggak apa2 Bu..terima kasih, sudah mau melihat toko kecil saya ini.. saya sangat senang kerja sama dengan Ibu " kata Medina.
" Okee... sayang, aku mau melihat dan merevisi parfum kamu dulu ya, oh yaa jangan panggil aku Ibu, mbak aja...aku nggak setua itu kan, hahahahahah " kata Renata sambil tertawa.
__ADS_1
Medina tertawa dan memegang tangan Renata " iya mbak... makasih ".
Mereka berdua berjalan menuju meja parfum yang tertata rapi di meja, Medina dan karyawannya sudah menata cantik sedemikian rupa parfum2 dengan aneka aroma yang berbeda-beda.
Renata mencium satu persatu aroma parfum yang dibuat sendiri oleh Medina...
Renata terkagum-kagum dengan hasil karya Medina yang menurutnya sangat klasik dan bukan wangi pasaran seperti yang selama ini dia ketahui.
" Wahhh aku kagum dengan semua aroma parfum ini Medina.. kamu membuatnya dengan aroma yg klasik dan sangat khas " kata Renata menatap Medina.
" kamu tau nggak... parfum kamu ini bukan sekedar wangi aja, saat kita mencium wanginya.. kita bisa merasakan sensasi berbeda dan kita seolah-olah terbuai dengan aroma segar nya "
" I like it... saya suka semua karya kamu inih, dan yang paling aku suka dari semua parfum ini adalah ini... " Renata mengambil sebuah botol parfum yang bertuliskan ' imagine girly '
Renata mencium aroma dari tester yang di siapkan oleh Medina... " Hummmm...wangi banget dan aku bisa merasakan feel aroma kenangan dengan seseorang yang aku cintai ".
Medina dan karyawan lain tersenyum bahagia mendengarnya, tanpa sadar Medina meneteskan air mata tanda bahagia.
" why dear... kenapa kamu nangis " Renata memegang tangan Medina.
" Makasih mbak... aku sangat bahagia dan terima kasih yang tak terhingga kepada mbak untuk apresiasi karya aku " kata Medina sambil memeluk Renata.
" Omaigatt...so sweet sayang... iyaa kamu memang hebat dan aku bukan orang yang gampang memberikan pujian " kata Renata.
__ADS_1
Nampak dari kejauhan Dins melihat adegan itu sambil tersenyum dan bangga dengan sosok Medina yang selalu membuatnya jatuh hati.
Mereka kemudian melanjutkan obrolan di meja lain sambil menikmati minuman dan cake yang sudah disiapkan.
Dins yang sedang berdiri melihat mereka kemudian berjalan keluar di halaman karena nampak ada mobil lain yg datang, Nindy...
mobilnya sengaja membuat keributan di area parkir membuat karyawan lain resah karena Renata dan Medina sedang berada di dalam dan menikmati hidangan.
" Minggir...!!! aku mau masuk kedalam, kalian kenapa sih.. aku ini istri sah nya Reno, bos kalian yang punya toko ini..." Nindy memaksa masuk kedalam toko yang di jaga oleh Dins dan satpam.
" Bu... tolong jangan buat keributan disini, Medina lagi ada tamu penting di dalam " kata Dins.
" ahhh... bodo amat, saya mau ketemu perempuan itu... ada yang ingin aku bahas.. minggir kamu Dins !!! "
Dins mencoba menahan Nindy " iyaa aku tau... tapi jangan sekarang "
" Aku nggak peduli...!!! minggir " Nindy berhasil menyeruak masuk kedalam toko.
" Medina... kamu dimana, aku mau bicara.. sini kamu!! " Nindy berjalan keruangan pribadi Medina namun dia tidak sedang berada didalam.
Medina mendengar keributan itu dan kemudian bergegas berdiri " maaf mbak.. boleh tunggu sebentar?? aku kedepan dulu, Lusy tolong temani Ibu Renata ya... maaf ya mbak " kata Renata dengan wajah yang gelisah.
Renata melihatnya dan mencoba untuk memahami situasi " its oke sayang...silahkan ".
__ADS_1
Medina kemudian menuju ruangan pribadinya, nampak Nindy berdiri dengan wajah penuh amarah.
.............