
Reno memegang tangan Medina dengan erat, kemudian terjatuh dilantai.
" Mas Reno......" teriak Medina dan Nindy bersamaan.
Beberapa perawat masuk kedalam ruangan untuk mengangkat Reno dan memeriksa kembali luka yang mengeluarkan darah itu.
" Tolong Bu...menunggu di luar ya, kami akan tangani pak Reno dulu " kata dokter sambil mempersilahkan Medina dan Nindy untuk menunggu di luar ruangan.
Medina terdiam dan sesekali mengusap air matanya yg jatuh, bukan karena perkataan Nindy yang membuatnya sedih...tapi karena sikap Reno yang selalu membelanya dalam keadaan apapun.
Nindy mengomel tiada henti sambil sesekali menunjuk ke arah Medina...tapi Medina tidak peduli dengan semua itu, yang dia pikirkan adalah bagaimana agar Reno bisa sembuh dan kembali bersamanya.
" Kak Nindy.....apapun yang kak Nindy katakan aku akan terima, tapi tolong bantu dokter dan mas Reno untuk mendapatkan golongan darah yang dibutuhkan " kata Medina dengan tangan yg di ulurkan pada Nindy.
Sambil menepis uluran tangan Medina, Nindy terdiam sesaat dari semua omelannya tadi.
" Ary.....tolong buat iklan di media sosial yang mempunyai golongan darah seperti Reno dan rela mendonorkannya sampai Reno sembuh akan diberikan imbalan 50 juta " kata Nindy sambil melihat ke arah Medina.
" Dan kamu Medina, sy udah usahakan untuk kesembuhan Reno...jadi mulai sekarang kamu jangan datang kesini lagi untuk melihat Reno, saya yang akan menemani dia sampai sembuh !! ingat itu " kata Nindy dengan mata yang tajam ke arah Medina.
" Baik kak, terima kasih....Medina pulang dulu " dengan langkah perlahan, Medina berbalik melihat pintu kamar rawat inap Reno.
__ADS_1
" Semoga cepat sembuh mas Reno, aku akan merindukan mu selalu " kata Medina dalam hati.
Minggu pagi yang cerah, matahari bersinar dengan lembut mengenai wajah Dins di atas motor yang melaju dengan kecepatan sedang.
Hari ini Dins berbahagia, karena Ibunya akan pulang kembali kerumah. sejak subuh Dins membersihkan dan membereskan rumah yang sederhana itu yang merupakan peninggalan Almarhum Ayahnya dengan rapih dan tertata. Dins tau kalau ibunya tidak suka rumah dalam keadaan berantakan dan kotor.
Sebelum sampai ke Rumah Sakit, Dins singgah membelikan kue kesukaan ibunya yang berada di sebuah kafe tempat favoritnya.
" Dinssssas....Atmajayaaaaaa, woiiiii " teriakan seseorang sambil merangkul tubuh Dins membuatnya kaget dan berbalik.
" Damar ??!!!! " kata Dins dengan suara keras.
" Astaagaaaa kemana aja kamu, nggak pernah kelihatan brooo " sambil memeluk erat sahabat SMA nya itu.
Mereka pun saling melepas rindu dengan memesan kopi kesukaan masing- masing.
sesekali Dins menatap antrian kue yang kosong dan tidak ramai seperti biasanya, karena hari Minggu adalah weekend untuk sebagian warga kota Jakarta.
" Medinaaa, kamu dimana.." kata hati Dins kembali mengingat ketika bertemu pertama kali dengan sosoknya di kafe itu.
Cantik, seksi, semampai dengan rambut terurai panjang...aroma wangi tubuhnya yang begitu sensual masih tersimpan di benak Dins.
__ADS_1
" Woiii brooooo.....apaan sih, melamun ajahh...ini didepan kamu jangan di anggurin donkk hahahahah " suara Damar membuat Dins kaget dan tersentak seketika.
" maaf bro, tadi aku lagi memikirkan sesuatu " kata Dins. " nggak usah pusing2 deh, kenapa?? butuh duit yaaa " canda Damar sambil tertawa.
" kok tauu sihhh " kata Dins kemudian.
" beneran butuh duit bro??..ya ampun kenapa nggak bilang sih, tapi aku punya iklan nih tadi barusan masuk...golongan darah kamu apa Dins " tanya Damar.
" AB...memangnya ada apa " kata Dins penasaran.
" luar biasa...darah kamu memang pembawa rejeki Dins, tunggu aku telpon dulu mas Ary " kata Damar kemudian.
" Mas Aryyyy...ini Damar yang membuat iklan pencarian golongan darah di media sosial, udah ada mas....golongan darah yang dicari tadi Alhamdulillah teman saya juga, Soo saya keep yahh mas Ary "
Damar memeluk Dins dengan erat....." kamu memang beruntung Dins, tadi yang aku telpon itu mas Ary...asistennya bos perusahaan besar di Jakarta, dia lagi mencari orang dengan golongan darah yg sama dengan bosnya...kamu tau nggak imbalanya berapa ??
" Berapa....." kata Dins
" 50 juta broooooo, tugas kamu hanya sumbangin darah ke Bosnya sampai sembuh dan selesai " kata Damar
" Gimana dinsss, deal yaahhh..okehhhh " teriak damar dengan girang
__ADS_1
" Oke dealll...." kata Dins sambil berjabat tangan dengan sahabatnya itu.
................