Maafkan Aku, Mencintai Selirmu

Maafkan Aku, Mencintai Selirmu
Mertua Nindy adalah mertuaku juga


__ADS_3

Di malam yang sama... nampak meja makan mewah tertata rapi didepan para tamu yang akan makan malam di sebuah rumah megah serba Lux, Rumah orang tua Reno.


Medina berdandan rapi dan cantik malam itu, Nindy pun tak kalah heboh malam itu...hanya Reno yang terdiam duduk di sudut meja makan di sebelah Ayahnya, Sanjaya Diningrat.


Mereka semua menunggu Ibu Reno yang sedang berada di kamarnya karena penerbangan yang delay membuatnya sedikit kurang enak badan, namun karena menantu dan Anak kesayangannya telah menunggu dia pun berusaha untuk turun untuk makan malam bersama.


" Reno...gimana perkembangan perusahaan kita, aku mendengar kurang cukup baik pemasaran Minggu ini " Ayah Reno membuka pembicaraan.


Reno yang fokus dengan handphone miliknya kemudian menjawab Ayahnya " iya pah karena kemarin imbas dari renovasi produk kita, jadi konsumen mengira produk kita ada yang berubah... padahal hanya packinganya saja yang sedikit berubah namun kualitas tetap sama ".


" ohh ya...semoga minggu depan bisa stabil kembali, papa berharap banyak padamu Reno"


" iya pah.." kata Reno.


Ayah Reno mengalihkan pandangan ke Nindy " Nindy...kamu belum ada tanda2 kehamilan? kalian menikah sudah cukup lama, harus kah papa menua dulu baru bisa menggendong cucu ? "


Nindy kaget dengan pertanyaan dari Ayah mertuanya tersebut, sosok yang arogan dan terlihat perfeksionis itu tak mau hal- hal yang menggangunya tidak bisa diselesaikan dengan baik.


" Maaf Ayah..sampai saat ini Nindy belum ada tanda-tanda kehamilan, mas Reno kurang bersama dengan Nindy dia lebih bersama dengan Medina " kata Nindy memalingkan wajahnya ke Medina.


" Maksud kamu apa !!!!?, menantu dirumah ini yang diketahui oleh publik adalah kamu " kata Ayah Reno.


" Maafkan Nindy Ayah..."


Medina terdiam sesaat mendengar perkataan Ayah Reno yang seakan menusuk hatinya, air matanya seakan hampir jatuh namun dia tahan.


" Reno...kalau kamu tidak becus menjadi seorang suami, jangan harap papa mewariskan semua usaha ini buat kamu...!!, papa tidak mau tau, tahun ini kamu harus punya penerus !! "


Reno yang tidak berani melawan perkataan Ayahnya hanya bisa terdiam dan sesekali melihat Medina yang berada disebelah Nindy.


" Ada apa sih pah...kita kan mau makan nggak usah ribut seperti itu, nggak baik di depan makanan " nampak Ibu Reno turun dari tangga dengan perlahan sambil sedikit tersenyum.

__ADS_1


Reno dan yang lain segera berdiri melihat Ibunya datang, Nindy segera menyambut mertuanya dengan menggandeng tangannya menuju meja makan.." Nggak apa2 kok bu, Ayah hanya sedikit menanyakan soal cucu dan Nindy pasti akan memberikan nya, kan mas Reno?? "


Reno mengganguk tanda mengiyakan.


Ibu Reno melihat Medina dengan tersenyum dan Medina pun menyambut Ibu mertuanya dengan mencium tangannya.


" apa kabar kamu Medina? " tanya Ibu Reno


" Alhamdulillah baik mah, maafkan Medina baru tau kalau mama sudah balik dari Malaysia " kata Medina sambil duduk kembali di kursi meja makan.


" Nggak apa2 yang penting kita semua sehat- sehat saja " kata Ibu Reno sambil duduk di samping suaminya.


" Oh ya...bagaimana toko parfum kamu? mama dengar udah cukup sukses ya..."


Nindy yang sedari tadi di cuekkan oleh mertuanya sedikit gusar, dia tidak menyangka Ibu Mertuanya perhatian pada Medina.


" Alhamdulillah ma...sudah berjalan dengan baik " kata Medina dengan wajah bahagia karena Ibu mertuanya ternyata sangat perhatian padanya.


" Reno..papa harap kehadiran Medina tidak terlalu ke publik, papa tidak ingin wartawan menjadikannya alat untuk membuat nama perusahaan kita jadi tidak baik ".


Perkataan Ayah Reno yang cukup keras itu membuat Reno marah " Pah...cukup, jangan menilai Medina seperti itu, dia sukses atas usahanya sendiri bukan karen Reno pah !! "


Medina mendengar itu kemudian berdiri dan berkata pada Ayah Reno " Maafkan Medina pah..kalau kehadiran Medina belum bisa papa terima, tapi Medina mohon usaha yang baru ini jangan papa larang karena itu usaha Medina sendiri pah dan tidak ada niat untuk menjatuhkan nama Papa dan keluarga jika suatu saat nanti usaha Medina sampai ke publik.


Ayah Reno tidak suka jika setiap yang dia sampaikan selalu dibantah oleh siapapun, termasuk keluarga nya sendiri.


" Saya menerima kamu di keluarga ini bukan untuk diketahui oleh publik..kamu kan hanya bisa bersantai menemani Reno dengan tenang dan menghindar dari publik, toh kamu dijamin selama ini "


Medina yang sedari tadi membendung air matanya akhirnya tumpah juga, sakit yang dia rasakan selama ini akhirnya pecah juga.


Sambil terisak dia melihat Reno, namun Reno tidak sedikitpun membelanya...dia tau jika dia membelanya maka itu sama saja menjadi musuh Ayahnya sendiri.

__ADS_1


" Mah maafkan Medina, pah maafkan jika ada salah selama ini...mungkin Medina banyak kekurangan didalam keluarga ini dan Medina tau kesalahan Medina berada di keluarga Ayah dan Ibu yang sempurna ini, Medina ijin pamit mah..." Medina kemudian beranjak dari meja makan untuk pulang.


Ibu Reno nampak terdiam, dia ingin menahan Medina tapi jika Ayah Reno sedang marah dia pun tidak bisa membantahnya.


Reno kemudian berdiri dan hendak mengejar Medina yang telah keluar dari ruang makan.


" Reno duduk....!!!!! , jangan sekali-kali kamu membantah Ayah hanya karena wanita itu " suara ayah Reno membuat para asisten rumah tangganya menjadi kaget.


" Papa sudah menerima dia dalam keluarga kita....!! seharusnya dia bersyukur dan tidak menjadi perempuan yang sombong "


" Dia itu yatim piatu dan kita mengangkat derajatnya seperti sekarang seharusnya dia bersyukur...!!! kalau mau nekat mengejar dia...besok nama kamu papa coret di daftar perusahaan "


Reno terdiam dan duduk kembali, dia tidak bisa membantah Ayahnya dan di satu sisi dia sangat mencintai Medina.


Reno menelpon Dins menyuruh untuk menjemput dan menemani Medina, namun telpon Dins tidak aktif...


" Ayah...aku sangat mencintai Medina dan Ayah tau, sekarang dia adalah istriku " Reno memohon pada Ayahnya agar bisa menerima Medina seperti halnya Nindy.


" Jangan berbicara seperti itu didepan istrimu Nindy...dia adalah istri sah kamu, seharusnya kamu sadar itu !! "


Nindy yang sedari tadi terdiam tanpa sadar air matanya pun jatuh, dia tidak menyangka Reno begitu membela Medina di depannya sendiri bahkan dihadapan orang tuanya.


Seakan tidak berharganya dirinya dihadapan Reno sehingga membuat Reno seperti itu...


" Ayah...maafkan Nindy...apakah Nindy harus menelpon papah karena selama ini mas Reno selalu memperlakukan aku seperti ini "


Nindy mengancam untuk melaporkan hal tersebut pada Ayahnya yang merupakan rekan bisnis Ayah Reno yang telah menitipkan aset yang lumayan banyak ke perusahaan Ayah Reno.


" Jangan nak Nindy, papa mohon...Reno kamu dengar itu....!!! satu kali kamu membuat kesalahan lagi...segera keluar dari perusahaan papa !!! "


Ayah Reno beranjak pergi kelantai dua dengan wajah marah dan makan malam itupun seolah menjadi sebuah pertemuan yang menyedihkan untuk Medina dan juga Nindy.

__ADS_1


...........


__ADS_2