Maafkan Aku, Mencintai Selirmu

Maafkan Aku, Mencintai Selirmu
Bekerja dengan hati


__ADS_3

Terik matahari bersinar dengan terangnya membuat beberapa orang yang lalu lalang menuju arah kantor mengeluh...."panas sekali hari ini ".


Dins memakai pakaian rapi dan juga rambutnya telah dipotong agak pendek, Rambutnya kurang tertata dengan baik untuk itu kemarin Ary menyarankan untuk di cukur.


Hari ini Dins menyerahkan formulir yang telah di isinya sejak semalam, sekaligus bertemu dengan Bos Reno.


" Hai Dins.... akhirnya kamu datang juga, wahhh hari ini kamu terlihat berbeda " kata Reno sambil memuji penampilan Dins.


" lebih rapi, klimis dan juga penuh semangat...." Reno menepuk pundak Dins yang sedari tadi tersenyum.


" Terima kasih bos, saya seperti ini karena bos juga...terima kasih karena telah mengajak saya bekerja di perusahaan ini "


" Hahahahhaha....santai aja Dins , oh ya...jangan lupa nanti malam ya kita bertemu dengan istriku yang akan menjadi bos mu nantinya " Reno tersenyum melihat wajah Dins.


" Iya bos....sy permisi dulu, ada beberapa urusan yang belum saya selesaikan.. nanti malam saya akan datang "


Ary mengantar Dins keluar dari ruangan kantornya, nampak sosok Nindy datang dengan senyum dia menyapa Dins...


" Hai Dins ....ya ampun kamu ganteng banget sih, gitu donk kan lebih rapi...mirip pengusaha eksekutif " Nindy memuji penampilan Dins hari ini, namun Dins hanya tersenyum dingin padanya.


Nindy menatap Dins agak lama karena terpesona dengan ketampanan yang dimilikinya.." kapan- kapan kita jalan yuks...aku punya Nightclub keren lho Dins "


" Aku nggak terlalu suka ke tempat hiburan malam, maaf Bu...aku sedang buru2 " Dins kemudian beranjak pergi dari hadapan Nindy.


" Ayolah....kamu jangan dingin kayak gini sama aku, aku bisa memberikan apapun yang kamu mau Dins...kamu hanya cukup temani aku aja....hummm??? oke, gimana " Nindy menahan tangan Dins dan merangkulnya.

__ADS_1


Dins sedikit kaget dengan perlakuan Nindy padanya, dengan cepat disingkirkan tangan Nindy yang merangkul tangannya.


" Maaf Bu, anda istri bos saya...tolong jangan seperti ini padaku, saya menghormati anda dikantor ataupun di luar kantor....jadi tolong jaga sikap anda padaku..."


" Okee baikk....kamu makin manis kalau marah " Nindy tersenyum sambil berlalu dari Dins.


Dins berjalan keluar kantor dengan wajah yang sedikit kesal.


beberapa karyawan wanita melirik Dins yang berjalan didepan mereka...


" Aduhh ganteng banget sih😍 ...karyawan baru sepertinya " bisik- bisik karyawan wanita terdengar di telinga Dins.


Dia kemudian menoleh ke arah beberapa karyawan wanita yang duduk dimeja kerjanya masing-masing, tersenyum manis kepada mereka sambil berlalu.


" ya ampun...dia senyum lho, manis banget, sopan lagi 💔 " kembali karyawan wanita itu berdecak kagum.


Beberapa lembar kemeja polos dan jas serta celana dan sepatu dibelinya, tak lupa dia membelikan baju untuk Ibunya dirumah.


" Assalamu'alaikum Bu ..Dins pulang "


" Walaikum salam wrwb....iya nak, eh ini apa...barangnya banyak sekali, kamu habis belanja ya " kata Ibunya sambil membantu mengambil barang-barang Dins yang baru saja di belinya.


" Iya bu...untuk aku pakai saat bekerja"


Wajah ibu Dins nampak kurang baik, sejak tadi dia memperhatikan wajah ibunya tapi belum bertanya apapun.

__ADS_1


Setelah mencuci muka dan berganti baju Dins menemui ibunya....


" Bu ...sedari tadi Dins melihat ibu cemas, ada apa Bu...cerita sama aku " Dins duduk disebelah ibunya yang sedang merapikan pakaian.


" nggak apa-apa kok nak...hanya ibu kurang enak badan aja " kata ibu Dins menutupi sesuatu yang sedang dipikirkannya.


" Ayolah Bu, ada apa?? Dins tidak akan selesai sampai ibu beritahu yang sebenarnya " Dins mendesak lembut agar ibunya mau jujur padanya.


" Tadi bos mu dari kantor pinjaman ilegal datang kesini .." ibu Dins nampak kuatir mengatakannya.


Dins kaget mendengar cerita ibunya


" Apa...berani beraninya mereka datang menemui ibu, aku tidak akan membiarkan ini ibu....mereka tidak punya hak mengekang aku, aku bukan lagi karyawan mereka "


" Sudahlah nak...biarkan saja, ingat ... sekarang kamu punya pekerjaan baru, fokus di situ dan jangan memikirkan yang lain ..hummm??? " ibunya mencoba membuat hati Dins tenang.


" Sekarang udah jam setengah 6 lho, kamu siap2 untuk makan malam dan bertemu bos kamu kan..." Ibunya mengingatkan Dins agar siap2 untuk keluar makan malam


" Iya Bu...jika mereka datang lagi, tolong sampaikan aku ya " kata Dins sambil melihat ibunya dengan perasaan iba.


Dins bersiap untuk keluar rumah, memakai kemeja hitam polos, celana hitam dan juga sepatu polos berwarna coklat, dilengkapi dengan jam tangan warna senada...


Rambut Dins dirapikan, dengan sedikit janggut tipis berpadu dengan alis yang tebal dan hitam, tatapan mata yang mempesona menambah kesempurnaan penampilan malam itu.


Dins melirik jam tangan menunjukkan 19.30, dia sudah berada di halaman parkir dan bersiap untuk masuk.

__ADS_1


...............


__ADS_2