Maafkan Aku, Mencintai Selirmu

Maafkan Aku, Mencintai Selirmu
Reno yang baik hati


__ADS_3

Sudah sejam Dins berdiri diluar apartemen Medina, dia tidak berani masuk kedalam karena suatu hal....dia tidak ingin mengikuti kata hatinya sehingga menjadikan dia salah melangkah.


Dins menghubungi Reno untuk menyampaikan apa yang terjadi tentang Medina.


" Halo bos...tadi ibu Medina kecelakaan kecil di depan toko " Dins berbicara di handphone kepada Reno


" kok bisa sih, sekarang keadaannya gimana dan dia dimana " Reno bertanya dengan cemas.


" ibu Medina sudah baikan bos, sekarang dia di apartemen untuk beristirahat "


" aku akan kesana segera, tolong jagain Medina dulu ya Dins, mkasih... kata Reno sambil menutup telponnya.


Dins terdiam sesaat, betapa Reno sangat mencintai Medina....dan dia pun merasakan hal yang sama, situasi seperti ini membuat nya selalu merasa resah.


Bunyi bel terdengar diluar pintu..Medina kembali membuka pintu untuk Dins dengan tertatih karena kakinya terkilir saat jatuh terserempet motor tadi, dia tau sejak tadi Dins berada di depan apartemennya.


" Udah baikan ?? " Dins berkata didepan pintu


Medina menggeleng..." lumayan agak perih "


" aku tadi menelpon bos Reno untuk kesini, karena aku tidak mungkin menjagamu sampai malam " Dins masuk kembali kedalam apartemen dan duduk di sofa.


Dengan wajah kesal, Medina menghela napas " apapun yang aku katakan padamu sepertinya tidak berarti apa2 kan...jadi terserah kamu aja "


" aku kuatir padamu ..tapi di sisi lain, aku nggak mungkin menjaga kamu...aku ini hanya sopir kamu, tidak lebih dari itu " Reno menatap Medina dengan perasaan sedih.


Medina melihat ekspresi Dins membuat hatinya terharu...seseorang yang sangat cuek dan tidak peduli apapun, sangat cemas akan dirinya.


" makasih Dins...aku tidak pernah mengganggap kamu sebagai sopir atau bawahan aku, kita udah lama kenal...kita bisa jadi teman yang baik kan...?? "


Dins menatap Medina....." maaf aku nggak bisa, aku sadar akan posisi ku "

__ADS_1


" Oke ..baiklah, bisa kah kamu mengoleskan obat itu ke kaki aku....perih dan terasa sakit " Medina menunjuk ke arah kotak obat di meja.


Dins berdiri dan mengambil kotak obat, kemudian duduk disamping Medina.


Medina menaruh kakinya diatas meja, dan melihat Dins..


" Jangan melihatku seperti itu....nanti aku salah paham tentang perasaanmu kepadaku.." Dins memegang kaki Medina dan mengoleskan obat.


Medina tersenyum menanggapi perkataan Dins.."


" kamu orang baik Dins....perlu aku carikan wanita untuk jadi pacarmu? "


" Aku bisa cari sendiri untuk kriteria ku " Dins selesai mengoles luka di kaki Medina, kemudian berdiri menyimpan kotak obat ditempatnya semula.


Medina meluruskan kakinya kembali namun masih terasa nyeri, pinggang yang terkena body motor perlahan membaik karena Medina meminum obat anti nyeri.


Bunyi bel berbunyi...." Ahh itu pasti mas reno " Medina beranjak dari kursi tertatih menuju pintu untuk membukanya.


" Untuk apa kak Nindy ke sini ? " Medina berguman dalam hatinya.


Dins yang melihat Medina terhenti kemudian menyusul dibalik pintu untuk melihat siapa yang datang.


" Bu Nindy....mau ngapain kesini " kata Dins pada Medina.


Medina menggeleng " aku tidak tau Dins...perasaan aku nggak enak "


" ya udah...kamu ke kamar aja, nanti aku yang akan membuka pintu dan bilang kalau kamu lagi sakit dan tidak ingin diganggu " Dins kemudian menyuruh Medina masuk kedalam kamarnya.


Dins membuka pintu dan disambut dengan amarah oleh Nindy...." kok lama banget sih buka nya, kamu ngapain disini ? Medina mana....."


" enak ya kamu....bawa mobil baru yg dibelikan oleh suami saya, aku aja minta sejak beberapa bulan yang lalu nggak dikasih2, sekarang kamu yg punya " Nindy berteriak dengan sengaja sambil mencari Medina.

__ADS_1


Dins kemudian menjelaskan bahwa Medina lagi sakit dan tidak ingin di ganggu.


" sakit apa dia, pura2 aja biar mas Reno datang terus kesini...iya kann?? " Nindy menatap Dins dengan kesal.


" tadi Bu Medina terserempet motor Bu...jadi sekarang lagi dikamar untuk istirahat " kata Dins.


Bel berbunyi di balik pintu....Dins bergegas ke pintu untuk membukanya.


" Bos....silahkan masuk..." Dins membuka pintu untuk Reno.


" Ehh ada mas Reno...luar biasa yaa, denger simpanannya sakit dikit aja langsung kesini " Medina kemudian berdiri menatap Reno.


" kamu jangan buat ulah disini Nindy...Medina lagi sakit, aku masuk dulu untuk melihat dia " Reno kemudian menuju kamar Medina.


Nindy mencegah Reno masuk kamar Medina dan pertengkaran pun terjadi.


Dari dalam kamar...Medina menelpon Reno " mas, jangan bertengkar dirumahku, aku mohon...bawa Nindy pulang ".


Reno kemudian mengajak Nindy untuk keluar dari apartemen Medina.


" Dins .....titip Medina ya, tolong jaga dia dulu "


" baik bos...." Dins kemudian menutup pintu dan menuju kamar Medina.


" Reno dan Nindy sudah pergi....kamu gimana ?? baik2 aja kan..." Dins bertanya dibalik pintu kamar Medina.


Medina keluar dengan mata sembab, tiba2 dia memeluk Dins ...


" aku udah lelah dengan semua ini Dins...bawa aku pergi, aku mohon..."


Dins kemudian memeluk Medina dengan erat dan memegang tangannya....

__ADS_1


__ADS_2