Maafkan Aku, Mencintai Selirmu

Maafkan Aku, Mencintai Selirmu
Kesedihan yang tak berujung


__ADS_3

Makan malam yang indah berubah menjadi pertengkaran hebat antara Ayah, Anak dan Menantu. Ibu Reno hanya terdiam tanpa banyak bicara dia pun beranjak mengikuti Ayah Reno yang naik ke lantai dua.


Hanya Reno dan Nindy yang tersisa di meja makan yang mewah itu, mereka berdua terdiam... nampak Nindy masih sesekali terisak dan menyeka air matanya.


" kamu tega mas...jelas- jelas kamu selalu membela Medina di depan orang lain termasuk Ayah dan Ibu, batas kesabaran aku udah cukup mas.. kamu keterlaluan..!! " Nindy pun beranjak dari meja makan dan pulang dengan kekecewaan.


Reno yang terdiam sendirian di meja makan akhirnya mengajak para asisten rumah tangganya untuk makan bersamanya " Ayo mbak... mas, ikut makan bersamaku, makanan seenak dan sebanyak ini sayang jika tidak di makan "


Mereka pun bergegas duduk dan menikmati makan malam itu seakan-akan mereka juga bagian dari keluarga Reno.


Reno adalah sosok bos yang sangat baik hati, bahkan terhadap Asisten Rumah Tangga, supir dan pekerja di rumahnya pun dia anggap seperti keluarganya sendiri.


Setelah menikmati makan malam, Reno pun keluar dari ruangan dan hendak menuju apartemen Medina.


.............


Medina yang membawa kendaraan sendiri sejak awal datang masih betah didalam kendaraannya sambil memutari Ibukota, alunan musik sayup-sayup terdengar seakan menambah sedih suasana hatinya malam itu.


" Aku nggak tau mau kemana, mas Reno nggak peduli dengan aku... Dins juga nggak aktif handphone nya... sebenarnya dia kemana sih " gimana Medina seakan memecah kesunyian didalam mobil.


Tanpa sadar mobil Medina berbelok arah menuju rumah Dins. jam sudah menunjukkan pukul 23.00 entah apa yang ada didalam pikirannya hingga dia telah sampai di lorong rumah Dins malam itu.


Medina mencoba menghubungi Dins kembali namun dengan nada yang sama " nomer yang anda tuju sedang diluar jangkauan "


" ahh... Dins kemana sih, masa jam segini udah tidur.. " Medina kemudian kembali menjalankan kendaraanya menuju arah apartemen miliknya.


Mobil yang dikendarai Medina melewati sebuah club malam yang terlibat ramai, dengan ragu dia berhenti sejenak melihat club itu kemudian dia memarkirkan kendaraan nya.


Sudah lama dia tidak pernah masuk ke club malam, Medina hanya ingin menenangkan pikirannya dan minum beberapa gelas bir ringan agar pikirannya kembali fresh.


Medina duduk santai di depan bartender yang lumayan tampan dan kece, dia sedang asik memainkan segelas minuman yang dipegang oleh Medina.


" Sendirian aja mbak?? " suara pria yang datang disebelah Medina membuatnya kaget.


Medina tersenyum dan tidak menjawab pria itu.


" Whisky.. mas " kata pria itu sambil duduk disamping Medina.


" kamu cantik... boleh kenalan nggak?? " pria itu menyodorkan tangannya ke arah Medina.

__ADS_1


" Medina.... " tanpa meraih tangan pria itu, Medina meminum kembali minuman nya.


" nama kamu cantik, secantik orangnya " pandangan pria itu mulai aneh ke arah Medina.


Tanpa melihat pria itu Medina kemudian duduk santai dan melanjutkan alunan musik club malam yang cukup enak.


Dj wanita yang cukup cantik meliuk-liuk kan tubuhnya mengikuti alunan musik, tanpa sadar Medina pun menikmati musik itu.


Dia melihat sekeliling orang yang turun untuk menikmati alunan musik... dia pun kemudian turun dan sedikit bergoyang sambil menghempaskan segala perasaannya malam itu.


" goyangan kamu kurang hot... " kata pria tadi yang tanpa sadar mengikuti Medina untuk ikut bergoyang di tengah kerumunan orang-orang.


Pria itu mencoba memegang tangan Medina namun Medina menolak, semakin agresif musik yang mengiringi pria itupun makin berani mendekati Medina.


Dia mencoba meraba pinggang Medina dan sebuah tamparan keras mengenai pipi pria itu


" jangan kurang ajar kamu... " Medina pun bergegas pergi dari kerumunan orang yang sedang menikmati musik.


Pria itu pun mengikuti Medina " Tunggu...dasar wanita ******...!! "


" kamu berani menampar aku...memang kamu siapa... hahhhhhh!! " bentak pria itu sambil menarik tangan Medina.


Pria itu hendak memukul Medina, Tiba-tiba seseorang mendorong nya dengan keras..hingga pria itu terjatuh.


Dia menarik lengan Medina dan menyuruhnya berdiri dibelakangnya....


" Dins??.. kamu kenapa ada disini " Medina melihat ke arah Dins yang tiba-tiba datang menolongnya.


" kamu tadi menelpon aku dan dan lokasi kamu aktif... aku mengikuti arahnya dan sampai kesini " kata Dins.


Medina tersenyum dan memegang tangan Dins.


Pria tadi bangun dari jatuhnya dan mengambil botol minuman di meja, botol minuman itu diarahkan ke Medina namun Dins menahannya dengan tangannya.


Botol minuman itu pecah dilengan Dins dan melukainya.


" Dins... kamu terluka... " teriak Medina.


" Mundur.. biar aku selesaikan dengan pria bajingan ini !!! "

__ADS_1


Mereka berdua pun saling berkelahi hingga tanpa sadar polisi pun datang dan membawa mereka ke kantor polisi.


Medina yang sejak tadi panik tidak peduli dengan keadaan sekitarnya.. dia melihat Dins dengan tangan yg terluka dan wajahnya sedikit lebam karena terkena pukulan pria tadi.


" Pak aku ikut ke kantor polisi.. aku saksi dan juga korban dari pria itu " kata Medina sambil memegang tangan Dins.


" Baik bu... mari ikut kami.. nanti kita selesaikan di kantor polisi "


Mereka pun naik ke mobil patroli dan dibawa ke kantor polisi.


" kamu nggak apa2 Dins? " tanya Medina


" nggak apa2.. kamu gimana?? " Dins melihat Medina dan tidak nampak dia terluka.


" sukurlah kamu tidak terluka... kamu ngapain ke club malam haahhhh, kamu gila yaaa " Dins memarahi Medina karena kuatir terjadi sesuatu padanya.


" semua ini karena kamu...!!! " Medina berkata pada Dins sambil melepaskan tangannya.


" handphone kamu nggak aktif... aku kerumah kamu tadi, banyak kejadian malam ini yang terjadi padaku Dins..." Medina terisak seakan hampir menangis jika mengingat pertemuan nya dengan keluarga Reno.


" aku ingin kamu menemani aku malam ini... tapi kamu nggak ada, aku benar-benar sedih kamu tau nggak sihhhh.... " Medina kemudian menangis.


Polisi yang membawa mobil pun ikut berkomentar " udah mbak nggak usah nangis, mas tolong pacarnya di suruh diem dulu " .


Dins kemudian menarik Medina dan merangkul nya sambil memeluknya... " maafkan aku ya., aku nggak tau apa yang terjadi padamu malam ini.. aku mengira kamu bersama Reno "


" tadi aku tertidur dan mimpi bersama kamu, kemudian aku terbangun dan mengaktifkan handphone aku... ternyata benar dugaan aku, kamu sedang merindukan aku... iya kan?? " kata Dins sambil bercanda pada Medina.


" nggak kok... aku hanya kesepian aja malam ini dan butuh teman " kata Medina.


" kamu nggak kesepian lagi malam ini. karena kita berdua akan tidur bareng... dikantor polisi, hummm?? " Dins tersenyum menatap Medina.


Medina memukul lengan Dins...


" ahhhh... sakit...kamu tega mukul lengan yang udah menyelamatkan kamu? "


" Ya ampun... maafkan " Medina tersenyum sambil bersandar dipundak Dins.


Mobil patroli melaju dengan tenang dan nampak dibelakang mobil patroli lain mengikuti dari belakang, pria yang berkelahi dengan Dins berada di mobil itu... mereka sengaja dipisah agar tidak terjadi keributan.

__ADS_1


.............


__ADS_2