
Medina dan Dins terpaku seketika keduanya memulai obrolan dan menepiskan apa yang sudah terjadi.
" Dinner ?? " kata Medina
" oke, tapi kali ini aku yang akan mentraktir mu sebagai permintaan maaf ku karena tadi telah memelukmu dengan sengaja " Dins menawarkan diri untuk makan malam bersama Medina.
" Deal " kata Medina dengan tersenyum, membuat Dins lagi2 terpesona melihatnya.
Mereka berjalan bersama menuju parkiran namun Dins menghentikan langkah Medina untuk menaiki mobil miliknya.
" Aku yang traktir malam ini, maka aku juga yg akan membawa mu dengan caraku sendiri " kata Dins dengan tatapan mata yg membuat hati Medina sedikit gugup.
" Wait ya...." kata Dins sambil berlalu
Bunyi motor Honda beat Dins membuat Medina menoleh dan sedikit terpana sambil tertawa " Pakai ini??? "
" Yaaa...ada kendala?? " kata Dins sambil memberikan helm pada Medina
" Siapa takut...." kata Medina mengambil helm dari Dins
Medina terlihat susah memakai helm yang diberikan oleh Dins, karena helm itu terlihat antik...serta merta Dins turun dari motornya dan menarik bahu Medina.... mendekatkan wajahnya dengan tatapan penuh arti..memegang helm yang telah dipakai Medina yang belum terpasang dengan baik.
" Pakai helm aja nggak tau, kamu nggak pernah naik motor ya " kata Dins menatap Medina dengan tersenyum.
__ADS_1
" Tau kok....cuma helm kamu aja yg susah dipasang " Medina buru2 mendorong tubuh Dins karena membuatnya gugup dan malu.
Wajah Medina merona seketika ketika mendorong tubuh Dins, dia tak sengaja menyentuh dada Dins yang bidang dan kekar.
" Ayo naik....ngapain bengong " kata Dins sambil menyalakan motornya
Medina naik dengan perlahan dan agak menjauh karena tidak terbiasa duduk miring karena menggunakan rok mini.
Seketika Dins berbalik dan melihat paha Medina agak terbuka karena rok mini yang dia gunakan.
Dins kemudian membuka jaketnya dan diberikan pada Medina...." Tutupi paha kamu, aku tidak mau kamu jadi santapan mata lelaki diperjalanan nanti "
Medina mengambil jaket Dins dan menutupi paha mulus yang terlihat itu, perasaan Medina kembali berdebar dengan perlakuan Dins padanya.
" Gimana..udah tertutup?? " kata Dins
" Nggak apa2 kok...udah biasa, pegang pinggang aku agar kamu tidak jatuh.." kata Dins
Dengan perasaan yang sedikit gugup, Medina memegang pinggang Dins bagian belakang dan sedikit memegang baju kaosnya.
" Bukan gitu cara pegang nya...kalau kamu jatuh, aku lagi yang akan bertanggung jawab...." kata Dins sambil sedikit melirik Medina.
" Kayak gini lho....susah amat sih " Dins menarik tangan Medina dan melingkarkan di pinggang nya, membuat perasaan Medina sedikit senang namun gugup.
__ADS_1
Dins berbalik dan tersenyum dingin namun perasaan hatinya saat itu bergejolak penuh rasa bahagia.
Motor Honda beat melaju dengan kecepatan sedang mengelilingi Ibu Kota Jakarta yang selalu ramai dan tidak pernah tidur itu.
" Wahhh, ternyata naik motor beat ini benar2 menyenangkan...." kata Medina
" Menyenangkan jika malam hari...tapi tidak dengan siang hari...kamu akan merasakan panas dan kulitmu akan menghitam " Dins sedikit menggoda Medina dengan perkataan nya.
" Sudah sekian lama baru aku merasakan kembali naik motor keliling kota Jakarta " kata Medina dengan raut wajah bahagia
" Kamu pernah merasakan naik motor juga?? aku mengira kamu terlahir berdarah biru " kata Dins
" Aku hanyalah orang biasa Dins....seperti kamu...."
" hanya saja takdir ku 3 tahun ini berubah dan menjadi seperti sekarang ini " kata Medina
Tak ingin bertanya lebih jauh tentang kehidupan Medina, Dins berhenti di sebuah warung kaki lima langganan nya.
" Nggak apa2 kan kita makan disini ?? " kata Dins sambil mengambil jaket yang diberikan pada Medina.
" Warung ini tempat makan terenak dan juga murah, kamu bisa coba nanti "
" Baiklah...aku percaya padamu Dins "
__ADS_1
tatapan Medina membuat Dins salah tingkah
..........