Maafkan Aku, Mencintai Selirmu

Maafkan Aku, Mencintai Selirmu
Membuka Hati


__ADS_3

Pagi hari langit mendung, matahari tak menampakkan sinarnya. Dins dan Ibunya menikmati teh hangat dan sarapan seadanya pagi itu.


Ibu dins membuka percakapan " Nak... kemarin Ibu Fira datang, dia ingin menjalin hubungan baik dengan keluarga kita.. kamu paham kan maksud ibu?? "


" Iya bu aku paham, tapi Fira hanya Dins anggap sebagai adik tidak lebih dari itu " kata Dins sambil menatap Ibunya.


" dijalani saja dulu nak... Ibu Fira mengundang kita di rumahnya besok malam.. kita datang ya nak " kata Ibu Dins dengan wajah penuh harap karena dia tau kalau anaknya itu sangat berpegang dengan prinsipnya.


" InshaAllah ya bu...ini hanya demi Ibu "


Ibunya tersenyum " makasih nak... "


Dins telah tiba di kantor Medina, hari ini dia tidak menjemputnya di Apartemen karena Reno semalam berada disana, dan dia sadar tidak ingin jadi penggangu.


" Hai Dins.. sendirian aja, Ibu nggak dateng ya " Lusy menyambut Dins dengan wajah merona.


" ada kok... dianter sama bos Reno " kata Dins


" oh gitu... ehh Dins sebentar kan ada pelanggan nya Ibu Medina mau dateng, rencana dia ingin memborong parfum Ibu dan menjualnya di tempat lain " Lusy menarik tangan Dins dan mengajaknya duduk.


Dins kemudian duduk dan melihat Lusy yang sedari tadi menatapnya " bagus lah jika demikian, dia wanita atau pria?


" Wanita... dia istri dari salah satu pengusaha kaya juga di Jakarta ini dan dia juga bisnis parfum secara online dan besar besaran lho... " kata Lusy dengan wajah gembira.


Mereka berbincang sambil sesekali tertawa, tanpa sadar Medina masuk bersama Reno ke dalam toko.


" Lusy tolong siapkan semua parfum yang ada di ruangan sebelah, Ibu Renata mau melihat dan mengambil parfum2 itu nanti " Suara Medina membuat Lusy sedikit kaget karena tidak menyadari Medina datang.


" Baik bu... akan aku siapkan... Dins ayo bantu aku di sebelah " kata Lusy sambil melihat dins.


" Dins kamu ke ruangan saya.. ada yang ingin saya bahas denganmu " Kata Medina


Dins kemudian bergegas mengikuti Medina kedalam ruangan.


Reno duduk di sofa sambil melihat Handphone yang dipegangnya.


" Sayang aku ke kantor dulu ya, Dins aku tinggal ya jagain Ibu dengan baik.. " kata Reno sambil tersenyum.


" Baik bos... " kata Dins.

__ADS_1


Medina kembali duduk ke sofa dan memberikan laptop yang berisi analisis parfum yang baru dia buat..." aku udah buat bahan campuran yg cocok untuk dua aroma parfum baru yang aku buat, menurut kamu gimana?? "


Dins kemudian menutup kembali laptop yang diberikan Medina.. " Aku nggak mau bahas dulu tentang ini, gimana kamu semalam?? perasaan kamu udah baik?? "


Medina kemudian tertunduk dan kembali menatap Dins sambil tersenyum yang dipaksa " yaahhh aku baik2 aja, makasih untuk semalam ya Dins, kamu selalu membuat aku jadi lebih baik "


Dins kemudian kembali membuka laptop yang diberikan Medina " Sukurlah kalau demikian.. aku baca ini dulu "


Medina mengambil handphone miliknya dan membuka pesan yang masuk, dia teriak kegirangan sambil menarik tangan Dins.


" Dins... pemilik kebun bunga udah setuju kita uji coba wangi setiap bunganya disana dan mereka juga memberikan kita tempat untuk pengujian tersebut.... " Medina tak kuasa menahan rasa bahagia nya kemudian memeluk Dins.


Dins kaget dengan pelukan dari Medina dan kemudian mereka saling menatap, terlihat rasa bahagia yang terpancar di mata Medina.


Medina kemudian menciun pipi Dins dan dia pun kaget sehingga membuat hatinya bergejolak.


" Terima kasih Dins... ini semua berkat kamu juga, kamu adalah teman yang baik " Medina kemudian melepaskan tubuhnya dan menata rambutnya karena salah tingkah dengan perbuatan nya sendiri.


Dins menarik tangan Medina " Jangan pernah lakukan itu lagi padaku....!! " kemudian Dins keluar dari ruangan tersebut meninggalkan Medina yang kebingungan dengan sikap Dins.


Dins kemudian masuk ke dalam mobil dan mencoba menenangkan hati dan pikiran nya. Dia tidak ingin selalu dekat dengan Medina untuk menghilangkan perasaan cinta yang terlanjur dia rasakan, namun sikap Medina yang terkadang membuatnya semakin susah untuk melupakan sosoknya di dalam hatinya.


" Nggak bu, saya tadi baru keluar dari ruangan penyimpanan.. semua udah siap bu, jam berapa Ibu Renata mau berkunjung "


Medina melihat jam miliknya " kira2 jam 2 siang setelah jam istrahat "


" Baik bu... apa lagi yang harus siapkan " kata Lusy


" Belikan beberapa kue yang enak di kafe langganan kita plus minumannya juga ya... yg rasa buah aja jangan kopi, karena Ibu Renata nggak suka kopi " Medina kemudian memberikan sejumlah uang pada Lusy.


" Iya bu... baik sy keluar dulu untuk membeli, hanya saja agak banyak bu, kalau naik motor sy takut nanti kuenya jadi rusak "


" Aku aja yang antar.... " Tiba-tiba Dins datang dari arah pintu masuk


Medina melihat Dins " kamu dari mana sih.. di cariin nggak ada, Lusy bisa di antar sama yg lain "


" Nggak apa2 bu... sy maunya sama Dins aja " Lusy kemudian menggandeng lengan Dins


Dins kemudian tersenyum melirik Lusy yang ada disebelah nya, dia memegang tangan Lusy sambil berjalan " ayo kita jalan..."

__ADS_1


" Lusy pergi dulu ya bu.... byee semuaa " kata Lusy dengan kegirangan membuat teman karyawan yang lain menjadi cemberut.


" Lusyyy... jangan digandeng terus tangan mas Dins, kegenitan banget sih hahahahah " teriak teman yang lain.


Medina yang melihat itu semua kemudian masuk kedalam ruangan nya dengan perasaan yang tak karuan.


Dia merasakan hatinya sakit namun dia menepis itu semua, kemudian dia melihat di balik jendela Lusy duduk disamping Dins dengan bahagia membuat hati dan perasaan nya sakit.


" Ahhh... aku kenapa?? kenapa perasaan aku nggak enak setiap melihat Dins dengan wanita lain, aku nggak boleh suka sama Dins... aku punya Reno yang memiliki segalanya buat aku " Medina berbisik dalam hatinya.


Dia kemudian mengambil minuman dingin yang ada didalam kulkasnya. minuman dingin itu tak mampu meredakan hatinya yang sedang gundah.


" apa yang mereka lakukan dalam mobil? Lusy juga wanita yang seksi dan cukup manis, dia berani pada tiap lelaki yang datang ke toko, bagaimana jika Dins tergoda olehnya??? " pikiran Medina berkecamuk.


Dia mengambil handphone miliknya dan menelpon nomer Dins, belum sempat dia memencet nomer itu.. kemudian dia tutup kembali.


" ngapain sih aku kayak gini... helowwww Medina.. sadarrr donk... Dins itu bukan siapa2 dan dia hanya bawahan kamu... ya ampunn " tak sadar Medina berbicara sendiri dalam ruangannya.


" tapi justru karena dia bawahan aku, dia harus mematuhi semua yang aku mau.. ya kannn?? " kata Medina lagi dalam kesendirian nya.


Dia menelpon Dins... " Halo Dins.. kamu udah sampai di kafe??


" Belum.. lagi dijalan " kata Dins di telpon.


Sayup-sayup terdengar Lusy bercanda dengan Dins sambil tertawa.


" Ahh Dins tau nggak.. setiap aku lihat kamu jantung aku jadi berdebar, kamu belum punya pacar kan?? " kata Lusy


Dins kemudian berbicara di telpon kembali " udah dulu ya.. lagi di jalan nih, nanti aku telpon kembali " Dins kemudian menutup telpon nya.


Medina yang sedari tadi gelisah kemudian memuncak setelah Dins menutup telpon darinya... " Apaaaa??? kamu beraninya menutup telpon aku karena Lusy sedang bertanya padamu?? " Medina kembali berbicara dengan dirinya sendiri.


Perasaan Medina tak tertahan lagi , dia kemudian meminta motor dari salah satu karyawan di toko kemudian pergi membawa motor tersebut.


" Ibu mau kemana naik motor... panas bu " kata salah satu karyawan


" aku keluar sebentar ya.. kalau ada apa2 hubungi aku di telpon " kata Medina sambil keluar toko membawa kunci motor N-Max .


... ...

__ADS_1


__ADS_2