
Medina kembali ke toko parfum dengan perasaan kesal, dia ingin menemui dan menjemput Dins tetapi Ibu Dins dan Fira telah tiba disana.. dia tidak mungkin merusak suasana itu.
Didalam toko nampak ramai pembeli tak seperti biasanya, beberapa karyawan sibuk melayani pembeli... " Mohon maaf Bu, untuk stok parfum yang ini sudah habis.. mungkin boleh coba aroma lain?
" Udah habis ya..?? " Medina berbisik pada karyawan yang tengah melayani pembeli.
" iya bu.. banyak stok parfum yang habis, mereka semua melihat iklan Ibu Renata di media sosial dan akhirnya mereka datang ke toko ini " kata Lusy
" Alhamdulillah... akhirnya toko kita semakin terkenal... kalian semangat yaa " kata Medina
Medina mengambil handphone miliknya dan menelpon Ibu Renata untuk berterima kasih karena produknya laku di pasaran.
Pembeli yang datang sudah pulang dengan perasaan bahagia karena mendapatkan parfum yang mereka inginkan. Tiba-tiba Reno datang ke ruangan Medina.
" Sayang.. aku mau bicara " kata Reno sambil mencoba meraih tangan Medina.
Medina teringat kejadian semalam yang membuatnya sangat kecewa.. " mau bicara apa lagi mas, nggak cukup semalam udah ninggalin saya ditengah jalan.. Ayah kamu udah hina aku?? "
Reno memohon dengan wajah sedih " iya sayang aku minta maaf soal semalam, aku benar-benar dalam keadaan sedih dan emosi sehingga membuat aku khilaf.. aku sangat mencintaimu sayang... tolong maafkan aku "
" Maaf mas ... aku lagi sibuk, nanti kita bicara dirumah saja, aku lagi mempersiapkan produk baru untuk launching aroma baru parfum aku " kata Medina mencoba untuk menghindar.
" oke sayang... nanti aku tunggu dirumah ya, atau kamu ingin kita dinner malam ini?? di restoran teman aku yang baru buka "
__ADS_1
" Insyallah ya mas... nanti aku kabari "
Reno pulang dengan wajah kecewa, beberapa karyawan menyapa dan Reno hanya tersenyum.
Medina melihat Reno berlalu dengan mobilnya, rasa kecewa dalam hatinya masih terasa.. dia belum bisa memaafkan sikap Reno padanya malam itu.
Beberapa menit mobil Reno berlalu, Dins datang dengan membawa mobil Medina...
Lusy yang melihat Dins datang langsung menyambutnya dengan bahagia
" Dins...kok baru datang sihh, kangen ahh sama kamu " kata Lusy
" maaf aku terlambat datang.. ada beberapa urusan yang harus aku selesaikan, Ibu Medina mana?? " Dins bertanya pada Lusy sambil memasuki toko.
Dins terdiam dan mengetuk pintu ruangan Medina
" Assalamu'alaikum... boleh masuk?? "
Medina mendengar suara Dins dibalik pintu
" masuk Dins, nggak dikunci kok... "
Dins baru saja masuk... Tiba-tiba Medina memeluknya dengan erat
__ADS_1
" kamu baik- baik aja kann? luka kamu gimana, masih sakit? " kata Medina dengan wajah kuatir.
Dins memeluk Medina sejenak.. namun dia tersadar sedang berada dikantor dan segera melepaskan pelukannya.
" aku baik- baik aja, kamu gimana semalam? "
" Alhamdulillah teman kamu anterin aku sampai rumah.. maksih ya Dins " Medina tersenyum melihat Dins.
" ohh ya hari ini... aku mau ke perkebunan bunga untuk melihat dan mengambil sampel aroma bunga disana, kamu ikut ya karena perjalanan agak jauh dan aku nggak bisa nyetir sendiri "
" sudah tugas aku mengantar kamu kemanapun kamu pergi, aku siap- siap dulu... apa yg kamu butuhkan? aku akan membawanya ke mobil " kata Dins
" Nanti Lusy ikut dan beberapa campuran sampel parfum di gudang dibawa aja di mobil, bilang aja sama Lusy... dia udah tau kok "
Dins menyiapkan semua barang yg diperlukan dalam mobilnya. Lusy duduk didepan bersama Dins dan Medina duduk di kursi belakang.
" Alamatnya udah aku kirim di google maps kamu ya Dins... kita pelan2 aja jalannya, karena cukup jauh.
" Bu.. boleh singgah beli makanan nggak?? buat cemilan kita di mobil " Lusy menoleh kebelakang sambil melihat Medina.
" okee... nanti singgah di alfamart ya Dins " kata Medina
Mereka kemudian melaju dengan kecepatan sedang, Lusy yang berada di samping Dins sesekali bercanda dan bermanja membuat Medina kurang nyaman melihatnya.
__ADS_1
.............