Maafkan Aku, Mencintai Selirmu

Maafkan Aku, Mencintai Selirmu
Saling melupakan


__ADS_3

Medina melepaskan pelukan Dins yang terbawa suasana.


" kenapa harus kamu Dins, aku tidak tau kamu kenal dengan mas Reno..." Medina berucap dengan mata berkaca-kaca


Dins menghela nafas menatap Medina " aku juga tidak tau bahwa Reno adalah suami kamu.... seandainya aku tau sejak awal aku sudah menolak pekerjaan ini "


Medina beranjak dari kursi kemudian memperbaiki rambutnya yang tergerai panjang. " aku harus masuk, nanti mas Reno kuatir denganku "


Dins berjalan dibelakang Medina, sesekali Medina menoleh kebelakang...untuk melihat Dins.


Perasaan mereka tak menentu, mereka tak pernah bertemu sejak Dins terluka dan ditolong oleh Medina namun takdir berkata lain...mereka bertemu dalam keadaan yang salah.


Medina kembali ke meja restoran, Reno berdiri menyambut Medina dengan wajah kuatir.


" sayang...kenapa kamu lama sekali, aku kuatir menunggu mu...kamu tidak apa2 kan ?? " Reno menawarkan air putih untuk Medina.


" makasih mas, nggak apa2 kok....hanya perut aku lagi nggak enak " Medina kembali duduk dan melirik Dins.


" sayang...jangan terlalu capek ya, makasih Dins sudah menemani istri aku " Reno melihat Dins yang nampak terdiam.


" iya bos...." Dins melirik Medina yang duduk disamping Reno.

__ADS_1


" mulai besok kamu jemput ibu dirumah ya Dins, trus malam ini kamu bawa mobil ini aja " Reno memberikan kunci mobil baru pada Dins.


" Mas Reno beli mobil baru? " Medina bertanya pada Reno


" iya, itu mobil khusus buat kamu kerja dll dibawa sama Dins...nanti dia yg akan antar jemput kamu " kata Reno


" kan pakai mobil aku bisa mas...nggak perlu beli mobil lagi mas " Medina mengatakan pada Reno sambil melihat Ary.


Medina kuatir Ary akan memberitahu Nindy bahwa Reno membelikan mobil baru untuknya, pemberian Reno buat dirinya terkadang berbeda dengan yang diberikan pada Nindy.


" nggak apa- apa sayang...kan untuk keperluan kamu juga, kasian Dins juga biar dia nggak kehujanan dan nggak harus bawa motor kemana2 , Iya kan Dins...." Reno mengedipkan matanya ke Dins agar dia mendapatkan dukungan.


" nahh kan....aku bilang apa, nggak salah aku beli mobil baru...oke sayangg?? " Reno melihat Medina yang masih kesal dengan kebiasaan Reno, memberinya barang2 yang tidak di minta olehnya.


Pukul 23.00 tepat, Reno beranjak dari restoran bersama Medina dan Ary...


" oke Dins...sampai jumpa besok ya, tolong jaga istriku baik2 " Reno berkata sambil merangkul Medina, namun Medina tampak tidak nyaman dengan hal itu.


Dins sempat melihat adegan itu, dia membalikkan pandangannya ke arah lain.


Medina berjalan menuju halaman parkiran, dia sempat melihat Dins yang selalu ada dibelakangnya.

__ADS_1


" Jadi gimana motor kamu Dins, mobil ini kamu bawa dirumah kamu kan .." Reno berbicara pada Dins sambil menunjukkan mobil yang akan dibawa oleh Dins.


" iya bos, saya menelepon teman saya untuk membawa motor yang aku pakai "


Reno kemudian menaiki mobilnya dan pergi bersama Medina, Dins sempat melihat Medina ketika di dalam mobil dan mereka beradu pandang.


Dins kemudian menelpon temannya untuk mengambil motor yang dipakainya..


" bro...aku bisa minta tolong nggak, kesini sebentar ya " Reno menelepon sambil duduk di parkiran


Terdengar temannya mengiyakan dan Dins kembali ke mobil yang akan dipakainya untuk bekerja.


Dins menghela napas dan tertunduk, kebahagiaan yang selama ini dia harapkan menjadi sirna....


Apakah aku akan melanjutkan pekerjaan ini? apakah aku bisa bekerja secara profesional tanpa melibatkan perasaanku? batin Dins bergejolak, sungguh Allah memberikan cobaan yang sangat berat untuknya.


Bagaimana mungkin aku bisa menghilangkan perasaanku pada Medina ketika aku sudah terlanjut mencintainya???


haruskah aku membatalkan pekerjaan ini?


bagaimana dengan ibuku yang sudah berharap banyak tentang masa depan ku...

__ADS_1


__ADS_2