Maafkan Aku, Mencintai Selirmu

Maafkan Aku, Mencintai Selirmu
Kenyataan hidup


__ADS_3

Medina mengemudikan mobilnya dengan tergesa-gesa meninggalkan Dins yang terdiam melihat dirinya berlalu.


Entah apa yang ada dalam benaknya saat itu ketika spontan mencium pipi Dins.


" Astagaa...apa yang aku lakukan, benar2 memalukan.." guman Medina dalam hati sambil menghentakkan kakinya.


Sambil meredakan gejolak dalam hatinya, Medina meraih air mineral dalam laci mobilnya.


..............


Dins telah sampai didepan rumah sederhana miliknya, mengubur dalam-dalam perasaan hatinya malam itu.


" Assalamualaikum, Ibu....Dins pulang "


" Walaikum salam wrwb....." sahut ibunya dalam rumah sambil membuka pintu.


" Tengah malam banget nak, pulangnya....capek ya...ibu buatkan air mandi hangat untukmu ya " kata Ibu Dins


Sambil tersenyum dan memeluk ibunya " Iya bu, aku ganti baju dulu ...makasih ya Bu " kata Dins sambil menuju kamarnya untuk berganti baju.


Ibu Dins melihat anaknya berbeda malam itu, seperti ada beban yang tersirat di sorot matanya.


Namun tidak ingin bertanya lebih jauh tentang itu, ibu Dins melanjutkan pekerjaannya di dapur.


Setelah mandi dan minum teh buatan ibunya, Dins berkata pada ibunya " Bu, mulai hari ini yang Dins pikirkan hanyalah kebahagiaan Ibu...apapun yang ibu inginkan, InshAllah sy akan penuhi ".


" Terima kasih nak, Ibu tidak meminta apapun saat ini....Ibu hanya ingin kamu sehat dan mendapatkan pekerjaan yang layak..." kata ibunya dengan suara pelan.


Dins tersenyum dan meraih tangan ibunya, tabungan yang dipersiapkan untuk ibunya kelak dia sudah persiapkan dengan baik.


...........

__ADS_1


Matahari bersinar dengan cerahnya, Dins meminta ijin kepada Ibunya untuk keluar rumah.


" Hai kak Dins, apa kabar " suara Nafira, gadis tetangga rumahnya menyapa dengan ceria


" Alhamdulillah baik dek, kamu gimana " kata Dins


" Sehat kak, oh ya Kaka sudah sarapan ?? " kata Nafira


" sudah dek....makasih yaa udah perhatian smaa kaka " Dins tersenyum sambil menyalakan motornya.


" Sama2 kak, sehat selalu dimanapun berada " kata Nafira sambil melambaikan tangan nya.


Dins berlalu dengan perasaan gugup karena hari ini adalah jadwal donor darah untuk bos nya, Reno Sanjaya.


Reno dan istrinya Nindy sedang mengobrol di ruangan rawat inap, melihat Dins datang kedunya tersenyum.


" Ayo Dins masuk, ini istri saya Nindy " kata Reno


" udah kok mas....udah ketemu dua kali dengan Dins, ya kann?? " sambil melirik Dins yang tidak jauh duduk dari mereka.


" Tidak bos ..tadi dirumah sudah sarapan, makasih " kata Dins tersenyum.


" oh ya..kamu sekarang kerja apa " tanya Reno


" Saat ini sy bekerja di kantor swasta bos " kata Dins


" Kamu bisa nyetir mobil kan....? Reno bertanya kembali padanya


" bisa bos..." jawab Dins


" okee, kalau mau mau nanti kamu kerja sama saya aja, gimana...gajinya sy kasih dua kali lipat dibandingkan dengan gaji kamu sekarang dikantor " kata Reno

__ADS_1


Nindy melihat Reno dengan wajah penasaran, tidak biasanya suaminya itu bisa dekat dengan orang lain.


sejak mengenal nya, Reno adalah sosok yang tertutup dan tidak banyak bicara..hanya Medina yang membuatnya selalu bersemangat....karena itu, dia sangat membenci Medina.


" Aku akan memikirkan nya bos, terima kasih untuk tawaran nya " kata Dins


" Saya akan menunggu keputusan kamu secepatnya "


..........


Dins menuju kantor koperasi legal tempat nya bekerja saat ini.


Saat memasuki ruangan bos nya...nampak seseorang keluar dengan luka di wajahnya dan darah yang keluar dari hidungnya.


Dins melihat itu bukan pertama kali didalam kantor tersebut.


" Bagaimana kerjaan kamu...Dins !!!! kamu adalah orang kepercayaan saya, mana semua hasil kerja kamu, kenapa kamu membantu orang tua yang belum melunasi utangnya ...!!" bos memukul meja seketika melihat Dins datang.


Dins melihat bos nya dengan tatapan dingin...." Aku kesini tidak ingin memulai pertengkaran dengan bos, aku ingin mengundurkan diri bos..." kata Dins menatap bosnya yang tengah dalam amarah.


" Apaaaa....apa yang kamu bilang, dasar bawahan tidak tau diri kamu !!!! kata bosnya sambil memukul wajah Dins.


" Bugghhhh...!!!! " pukulan tepat mengenai pipi Dins dan membuat bibir dins berdarah.


Dins tidak membalas hal itu, dia mengusap darah di pinggir bibirnya dengan jarinya.


" aku mengingat jasa bos yg telah memberikan aku pekerjaan ini, untuk itu aku tidak akan membalas apapun yang bos lakukan padaku ..terima kasih untuk semuanya , semoga kita tidak bertemu lagi bos....!!! " Dins keluar dari ruangan bosnya.


Dins tersenyum pada beberapa rekan kerjanya dalam ruangan.


" Jangan pernah harap aku akan melepaskan kamu Dins....kamu tidak berhak keluar seenak hatimu di kantor ku ini...!!! bos berteriak dalam ruangan dan di susul dua orang yg memegang tubuh Dins.

__ADS_1


" apa yg kalian lakukan...lepaskan aku...!!! "


Perkelahian Dins dan dua orang rekan suruhan bosnya terjadi, Dins tidak menyangka bos nya akan melakukan itu padanya......


__ADS_2