
Alya hanya bisa pasra menjalani pertunangan nya dengan Avi,walau matanya merah dan bengkak dri semalam menangis namun kedua org tua angkatnya tak akan perna mau mendengar atau iba kepadanya
Alya adalah Anak angkat dari Rico dan Rini,yang harus jadi tumbal menikahi Avi anak dari Tuan Alam pengusaha no 2 di negaranya.
Alam akan membantu Rico dari ke hancuran perusahaannya tapi dengan syarat salah satu anak Rico harus menikah dengan putranya Avi yg punya kelainan sejak lahir.
Avi lahir dalam keadaan cacat ,tangannya lumpu sebelah dan dari bibir nya sering sekali keluar air liur di sudut bibir dan kadang senyum dan tertawa jika melihat sesuatu yg di senanginya
Avi adalah putra satu satunya pewaris tuan Alam dan Sifa,pemilik Alamsya Group.
pertunangan itu berjalan dengan sangat mewah di hadiri oleh para kerabat kedua keluarga pihak Alam dan Rico.
Dea tersenyum licik melihat adek angkatnya menjalani pertunangan itu.Untung ada Alya jadi tumbal mereka coba kalau tidak pastilah Dea yg akan duduk di sana dan di tatap semua tamu yg seperti tersenyum mengejek
Dea adalah anak kandung dari Rico dan Rini,maka dari itu Dea lebih dapat kasih sayang dari mereka dan permintaan apapun pasti di turuti kedua org tuanya.
lain dengan Alya yg cuma anak angkat,selalu mendapatkan perlakuan yg buruk dari mereka.Alya hanya dapat pendidikan sampa SMA,krn Rico tak lagi mau membiaya kuliahnya.perlakuan mereka pada Alya seperti selayaknya pembantu.
"rasain kamu Alya kamu pasti malu punya suami yang cacat"guman Dea sambil senyum senang
Akhirnya pertunangan itu sebentar lagi telah usai banyak para tamu telah pulang,dan hanya terlihat tinggal para pengawal dari Alam yg berjaga jaga di sana
Rico,Rini dan Dea menghampiri kedua pasangan yg masih duduk di kursi yang mewah,Yaitu Alya dan Avi bersama org tuanya
"selamat ya sayang....,sebentar lagi kamu akan jadi menantu org no 2 di negara ini"kata Rico sambil tersenyum senang krn Alya mau menuruti kata kata mereka menikah dgn Avi
"Alya benar cantik malam ini kan pa?, pasangan yang sangat serasi" kata Dea seakan mengejek Alya.
Avi yg mendengar kata Dea itu senyum lebar dari sudut bibir terlihat keluar liur yg sekali di bersihkan tissu oleh maminya.
Alya hanya bisa pasra menerima pertunangan itu nanti tinggal 2 bulan lagi akan menikah dan menjadi istri dari Avi,Menangis dan memohon tak ada lagi gunanya bagi Alya.
*********
Sementara itu di markas Arka.
"Apa semua sudah siap"kata Arka sambil mengisap rokok kesukaannya
"sudah tuan " jawab Ari,sambil bersiap melakukan misi mereka seperti yg sudah di rancang oleh Arka.
Arka adalah Pemimpin sidikat mafia,umur 25 tahun Dia telah sukses memimpin anak buah sehingga telah banyak kasus mereka tangani dan semua sukses.
Dari kasus menculik,pembunuh bayaran dan kasus kasus lainnya yg tak ada lagi yang bisa meragukan mereka,Arka di takuti oleh lawannya,di percaya oleh mereka para pengusaha yg ingin menyingkarka lawannya tampah takut akan nama mereka ketahuan.
Bagi Arka lebih baik mereka mati dari pada harus membocorkan nama org yg menyurunya melakukan penculikan itu.
Arka selain pimpina mafia ,Dia juga punya perusahaan no 1 di negaranya,dan di luar negeri.Semua musuh musuhnya sangat takut menghadapinya tak ada yg berani mencari masalah dengan perusahaan yg di miliki oleh Arka.
Dimata musuhnya Arka adalah mafia yg sangat kejam,yg tak segan membunuh siapapun yg akan menghalangi ambisinya.
" apakah saya harus turun bersama kalian?" tanya Arka
"tak perlu tuan " jawab Ari sambil membagi senjata utk para anggotanya yang akan melalukan misinya
"baiklah...,tapi kalau ada perlawanan maka habisi saja mereka ...kecuali gadis itu!" kata Arka sambil membunuh api rokoknya pada sebuah meja didepannya.Karna permitaan yg menyuru menculik itu agar tidak membunuhnya.
"baik Tuan" kata Ari sambil memberi isyarat pada anak buahnya untuk meninggalkan markas besar mereka.
Arka menatap para anak buahnya meninggal markas mereka.Setelah memastikan semua beres Dia pun pergi meninggal markasnya itu untuk kembali istrahat di mansion Miliknya.
******
Setelah para tamu pulang semua terlihat mereka bersiap siap untuk pulang ke rumah .
Rico,Rini dan Dea saling tertawa senang karna sebentar lagi mereka akan menerima saham yg besar dari Alam .Dari jarak dekat Alam dan Istrinya menghampiri mereka.
"dua bulan lagi pernikahan mereka akan di langsungkan" kata Alam sambil menjabat tangan Rico senyum di bibir mereka menandakan mereka sangat senang akan pertunangan anak mereka.
berbeda dengan Alya yang dari tadi berusaha sedikt menjauh dari Avi yg dari tadi tangannya yg satu mencoba memengang tangan Alya.
"oh Tuhan mengapa aku harus tunangan dengan lelaki seperti ini"batinnya menangis
"sssssa ...sayanggg..."kata Avi sambil mencoba mendekat lagi sambil senyum itu justru senyum membawa luka bagi Alya,liur Avi menetes membasahi tangan Alya.
"oh, tidaaaaaak..." entah kenapa Alya merasa jijik,Alya cepat berlari ke meja di atasnya ada tissu sisa pesta tadi.Alya membersihkan lengannya yang basah liur Avi.Lalu Dia melihat kalau org tua angkatnya itu masih sibuk berbicara ada rasa wajah bahagia di wajah mereka.
hanya Alya yang tak sedang murung di antara mereka,ingin rasanya menangis sekeras keras,tapi tentu saja itu tak di lakukannya,karna takut pada org tua angkatnya
Alya mencoba berjalan menjauh dari mereka,apalagi Avi yang berusaha untuk mendekat ke Alya.
Alya keluar dari gedung itu dengan pakai gaun yg sangat indah dan mewah ,Alya bak putri yang sangaat cantik di tambah lagi lesu pipinya yang akan membuat para pria yg meliatnya akan lupa berhenti menatapnya.
Alya duduk di depan gedung itu pada sebuah kursi yg di sampingnya ada taman kecil,para pegawal Alam mata mereka tak lepas memandang Alya.
"cantiiknya,tapi sayang harus punya suami seperti Tuan Avi " kata pengawal 1 pada temannya
"huuss jangan mulutmu nanti di dengar sama Tuan Alam" sambil menunjuk ke arah dalam dimana Alam dan keluarga Rico masih berbicara tampah mereka sadari kalau Alya tidak lagi di sisi Avi.
Avi datang menghampiri mereka,dengan melangkah berlari kecil (Avi bisa jalan ya...cuma tangannya yang sebelah lumpuh,dan sebelah lagi normal )
"mami...papi...Alya pergi" kata Avi sambil sekali berusaha mengbersihkan liurnya yg akan keluar.Dea melihat Avi lalu membuang muka karna jijik meliat liur Avi yang sebagian lehernya sudah basah.
Dea tertawa mengejek karna membayangkan sebentar lagi Alya akan disamping lelaki itu...
"untung ada Alya jadi tumbal,coba kalau tak ada mungkin aku yang akan jadi istri lelaki itu"batin Dea
"ayo sayang kita cari Alya mungkin sudah keluar" bujuk Alam kepada putranya
"iya mungkin Alya sedang menunggu kita di luar"kata Rico
merekapun semuanya keluar dari gedung besar itu untuk mencari Alya,ketika mereka di luar tiba tiba dua mobil datang dengan kecepatan tinggi lalu berhenti di depan gedung itu tampa mematikan mesinnya. Dua orang keluar dari mobil yg di depan dan dua org mobil di belakang....
dorrr...dorrrr
bersambung
__ADS_1
penculik Alya
dorrr..dorr
para pengawal Alam terkejut akan tembakan yg tiba tiba,mereka mencoba melindungi tuan mereka tapi salah satu dari anak buah Ari sudah berhasil membius Alya dan membawa ke mobil dan mereka meninggalkan tempat itu. para anak buah Alam mengejar tapi percuma,salah satu anak buah Ari menembak ban mobil mereka.
"sial... kita tak mungkin mengejar dengan kondisi mobil ban bocor" kata anak buah Alam sambil memukul stir mobilnya dengan marah.
sementara di depan gedung Alam serta Rico terlihat terkejut akan kejadian itu
"siapa yg telah menculik Alya?" katanya sambil melihat ke arah Rico
"ssssaya..tak tau juga tuan " kata Rico gugup.
"kalian semua kejar mereka,saya tak mau calon menantuka terluka sedikitpun"kata Alam marah kepada pengawalnya
para anak buah Alam pun menyusul mengikuti temannya yg tadi ikut mengejar Ari dan anak buahnya
"sebaiknya kita pulang,biar anak buahku yg akan mencari siapa yg telah menculik Alya"kata Alam kepada keluarga Rico
mendengar tunangannya di culik Avi pun jadi menangis kayak anak kecil,di samping Dea sampai li**r nya muncret munret kena wajah Dea.
Dea yg merasa j**ik secepatnya pergi menjauh,sambil mencoba membersihkan dengan tangannya.
"iiiiihhhhh..."keselnya dengan pelan karna takut di dengar oleh Alam.
sementara Avi terus di bujuk sama Maminya agar berhenti menangis dan meyakinka kalau Alya akan segera di dapatkan kembali.
Setelah Avi telah diam dari tangisnya.Keluarga Rico dan Alam meninggalkan gedung itu dengan mengendarai mobil masing masing.
"anak itu harus di temukan sebelum hari pernikahan yg di tetapkan tuan Alam" kata Rini kesal
"iya...betul itu ma...Dea tak mau menjadi penganti Alya utk menikahi Avi ..iiiih" kata Dea yg seakan bulu romanya ikut berdiri mengingat kejadian tadi di samping Avi.
"tuan Alam pasti akan segera mendapatkan Alya kembali"kata Rico.Dalam hati Rico seakan ada kekesalan yg terpancar disana.
*******
Sementara itu Ari dan anak buahnya tertawa penuh kemenangan dimana anak buah Alam tak bisa mengejar mereka.Bagi Ari penculikan seperti ini hanyala tugas kecil yg sering di lakukan banyak lebih berbahaya dari pada ini.
Ari adalah tangan kanan bagi Arka,baik melakukan pekerjaan sebagai mafia atau pun di kantor perusahaannya.
Ari pemuda gagah yg tinggi serta badan yg kekar yg hidung mancung,alis tebal ,kulit bersih dan pasti semua cewek yg melihat pasti lupa berkedip.
Ari menatap ke arah Alya yg masih pinsang karna pengaruh obat bius.Alya terlihat begitu cantik walau hiasan wajahnya sedikit berantakan, Alya bagaikan org tertidur pulas.
Ari mencoba menghubungi Arka ,diambil hp yg berada dlm sakunya.
tuut..tuut..
"halo...bagaimana?" jawab Arka yg sudah tau kalau melaporkan misinya tadi.
"sukses tuan,sekarang kami sebentar lagi sampai di markas.."balas Ari dengan senyum bangga .
"baik,bawa gadis ke ruang tahanan yg telah di sediakan..." kata Arka sambil senyum kemenangan.
Pintu gerbang terbuka dan mobil Ari dan Satu lagi teman nya sudah memasuki gerbang itu di tutup lagi oleh penjaga.Dan hanya akan di buka pada mereka yg memang telah di isinka oleh Arka.
malam makin larut namun,Alya masih pinsang,di angkat oleh Ari memasuki ruang tahanan yg seukuran kamar kecil.
Dalam markas itu di penuhi beberapa ruangan tahanan seperti kamar dan tiap ruangannya hanya seukuran kecil,siapapun di sana pasti akan kegerahan krn tak adanya Ac .Dalam ruangan tahanan itu Alya di baringkan di atas sebuah nipa kayu.
Alya masih belum sadar,ketika kaki dan tangannya di ikat oleh anak buah Ari.Setelah mereka merasa kalau Alya tak akan lepas mereka pun meninggal ruangan tahanan itu.
Sementara Arka dalam mansionnya dapat melihat setiap tahanannya melalu laptopnnya.Dan tentu saja selain Alya banyak tahanan yg ber beda beda kasus.
Arka mengambil hpnya dan menelp seseorg,untuk melaporkan kalau penculikan atas diri Alya anak dari Rico telah sukses.
"bagusss...tak percuma saya membayar mahal.."kata org yg di telp Arka dengan tertawa puas..
"Apa yg perlu saya lakukan padanya..?" tanya Arka
"Sementara anda hanya perlu menahan Dia,saya ingin melihat bagaimana Rico dan Rini merasakan kehilangan anak kesayangannya itu" jawab di balik telp
"Baiklah ..." Arka menutup telp,lalu masih memperhatika laptop yg mengambarkan kalau Alya belum sadar juga,gaun yg menutup tubuh Alya pasti sebentar lagi merasaka kegerahan.
******
Alam menerima laporan dari para pengawalnya,terlihat wajah kecewa krn pengawalnya tak dapat menemukan keberadaan Alya.
"beraninya mereka main main denganku" sambil memukul anak buahnya karna kesel.
"Cari mereka,kalau perlu jangan ada sedikitpun yg luput dari pencarian"ucap Alam
"Baik tuan.."kata anak buah Alam ketakutan lalu pergi menimggalkan Alam.
"Siapa kira kira org yg akan menghancurkan pernikahan anakku,apakah Dia musuhku atau musuh dari Rico "guman Alam kesal.
"Papi ...papi...Avi mau Alya" tiba Avi datang memghampiri Alam,merengek seperti anak kecil yg kehilangan mainannya.
"Iya sayang...kita pasti temukan Alya"bujuk Alam
*****
Rico ,Rini dan Dea masih belum bisa tenang selama belum ada kabar kalau Alya belum di temukan,karna kalau sampai Alya tak di temuka maka pastinya Dea yg akan mengantikan Alya.Dan itu tak mungkin bagi mereka,mereka tak ingin anak kesayanganya menikah dengan Avi.
Mereka cemas bukan krn keselamatan Alya tapi karna Dea yang haruslah jadi penganti Alya utk menikah dengan Avi.
"Kenapa mereka menculik Alya pa?"tanya Dea
"Entahlah sayang...,mungkin krn penculik itu tak ingin Alya menikah dengan anak Alam yg akan membantu perusahaan papa" perkiraan Rico menebak
"Tapi bagaimanapun Alya harus segera di temukan secepatnya ya..."rengek Dea
"Iya sayang itu pasti"Rico membujuk Dea,putri kesayangan mereka.
__ADS_1
******
Pagi hari yg cerah,penghuni mansion Arka telah melaksanakan tugas masing masing.Mereka tak ingin mendapat teguran dari tuannya yg pemarah dan kejam yg tak segan memukul mereka bila ada kesalahan sedikit saja.
Arka telah terbangun dari tadi,seperti biasa Dia menekan remot yg membuat para pelayan akan melakukan tugas masing masing.
membawakan sarapan pagi dan segala keperluannya yang di butukan,para pelayan akan datang utk menyiapkan pakaian setelah itu mereka keluar dari kamar Arka.
bersambung
Tahanan Mafia
Alya telah sadar,dirasakan seluruh badannya sangat berat semua,entah apa itu pengaruh obat bius.
Alya berusaha mengingat kejadian semalam saat duduk di kursi depan gedung tiba tiba seorang yg keluar dari mobil langsung menutup hidungnya dengan sapu tangan,sehingga Dia tak ingat apa yg terjadi.
Seluruh badannya telah basah oleh keringat,di tambah kedua tangan dan kakinya terikat.Dan itu sangat menyiksa baginya di coba utk melepaskan ikatan itu.Namun tetap saja tidak mampu,tangannya sudah lecet dan perih namun belum juga lepas.
Alya hanya bisa pasrah akan keadaannya,di tatapnya keliling ruangan itu yg ada hanya dirinya.Mata indah,dengan bulu mata yg lentik dengan lesu pipi membuat akan merasa tak akan mampu berkedip melihatnya dan pastilah akan merasa tenang bila menatapnya.
Alya adalah sosok wanita yg perian,dan membuat semua org tak akan perna bosan melihatnya ,Ciptaaan Allah yg sepurna bagi wanita mungkin itu suatu Anugra baginya
Tiba-tiba pintu tahanan itu di buka.Ari dan Arka masuk dengan mengenakan topeng pada wajahnya,tapi hanya pada matanya sedangkan hidung dan bibir masih terliat jelas oleh Alya.
Arka mendekati ke arah Alya,sambil mencoba memengang wajah Alya agar menatapnya.mendapat perlakuan begitu,Alya merasa tak senang wajahnya di pegang Arka.
"Lepaskan tanganmu dari wajahku bajin**an"teriak Alya sambil berusaha memalingkan wajahnya.
"Oh ..ternyata liar juga.." kata Arka dengan marah.Dia ingin menampar wajah itu tapi di cegah oleh Ari.
"Sssiapa..kalian...kenapa aku diculik?"kata Alya dengan marah.
"Lepaskan Aku bajing*n..."teriak Alya.
"Kalau kau terus teriak seperti itu akan ku rob*k mulutmu"ancam Arka yg melihat Alya yg dari tadi berteriak dan memaki dirinya.
Mendapat ancaman begitu dari Arka,Alya pun terdiam hanya matanya yg menatap penuh kebencian kepada orang yg telah menculiknya.Namun Arka yg ditatap seperti malah maki mendekatkan wajahnya.ditatap seperti oleh Arka,nafas Arka terasa menyapu wajah Alya.Alya membalikan wajahnya lagi.
"kenapa tiba tiba jantungnya tak seperti biasanya " batin Arka.
Ari yg melihat Tuannya itu tak seperti biasa Arka memperlakukan tahanan yg lain,biasanya kalau tahanan itu bertingka maka mukanya sudah hancur di pukulnya.
Ketika Arka dan Ari akan pergi dari ruangan tahanan.Alya berteriak lagi
"Dasar mafia bodoh,apa kalian dengan menculikku kalian akan mendapatka uang dari orang tuaku...,atau mereka mencariku "kata Alya tertawa mengejek
Alya berusaha duduk dari tempatnya dan bersandar,di ujung nipa kayu itu.
Arka yg mendengar kata ejekkan dari Alya tak bisa lagi menahan emosinya,lalu di hampirinya gadis itu.
"Beraninya kau mengatakan aku bodoh..!"langsung memberikan tampar*n pada wajah cantik Alya.Dari sudut bibir Alya terlihat menetes dar*h,pipinya yg kena tangan Arka memerah.
Arka menarik kasar leher Alya lalu menarik keatas,lalu ditatapnya dengan tatapan membunuh.Alya yg dapat perlakuan seperti itu merasa tak bisa bernafas.
"Sekali lagi kau mengatakan Aku bodoh ,maka aku akan membunuhmu.." sambil terus mendekatkan wajah Alya kepadanya.
Alya yg dpt perlakuan seperti itu ..terlihat di sudut matanya bening segera akan menetes.Melihat seperti itu Arka ada rasa entah apa yg di rasakan,jantungnya berdebar lebih kencang.
Arka tiba-tiba melepaskan cengkramannya dari dagu Alya.Alya yg terlepas mencoba utk bernafas.
"Bunuh saja Aku....ayo cepat bunuh!"teriak Alya air matanya bisa Dia bendung lagi.
"Kamu memang adalah mafia bodoh"ejek Alya lagi.
mendengar ejekan Alya,kesabaran Arka pun tak ditahan lagi.Lalu di ambilmya pistol di jas nya di arahkan ke Alya.Ari yg melihat tuannya sudah emosi seperti itu lalu mencoba untuk menenangkannya.dan membawa keluar dari ruangan tahanan Alya.
"Jangan Ada yg memberi Dia makan atau minum biarkan mati kelaparan disana"kata Arka memerintakan pada anak buahnya.
Lalu keluar dari markasnya untuk berangkat ke perusahaannya.Dia adalah Ceo yg di takuti dengan para karyawannya,krn Arka tak ingin mendengar ada kesalahan apapun alasannya mereka pasti dapat hukuman.
Alya merasa tenaganya tak ada lagi,rasa lapar dan haus di rasakannya,keringat bercucuran dan darah segar di sudut bibirnya mulai mengering tapi rasa perih di pipi dan tanganya krn ikatan membuat Dia tak sadarkan diri.
Arka melihat semua itu di layar laptop di hadapannya.Entah kenapa timbul rasa kasihan pada gadis itu.
Arka menutul lap top nya lalu berjalan dengan sedikit berlari sambil memanggil Ari.Mereka turun dengan naik tangga lif yg khusus darurat sehingga dengan cepat telah berada di lantai dasar gedung yg menjulang tinggi miliknya.
Ari yg tak tau kenapa dengan tuannya tampah banyak tanya hanya mengekor di belakang Arka.
Sampai di mobil,Ari yg tak tau mau kemana menatap ke arah Arka,melihat hal itu Arka seakan tau akan pertanyaan Ari tampah kata.
"Kita kemarkas...cepaat!" Ari tampah banyk tanya Dia menyetir dengan kecepatan tinggi dan tak perduli bunyi klakson dan org yg marah akibat ulah mereka.
Tak lama akhirnya mereka sampai di markasnya,Arka dengan cepat berlari masuk di mana Alya di tahan.sebelumnya Dia minta Ari menunggu saja di mobil.
Tak lama menunggu Arka telah tiba dengan mengendong Alya.Lalu memerintahkan Ari untuk pulang ke mansion miliknya.
Ari yg dapat perintah seperti itu mulut tak banyak pertanyaan ,tapi dalam hatinya seribu pertanyaan.Ari heran sejak kapan tuannya ini menangani tahananya yg pinsang apalagi sampai membawa ke mansionnya.
Biasanya setiap tahanan yg pinsang hanya di biarkan atau para anak buahnya yg menangani tapi kali ini bener di luar isi pikiran Ari.
Karna jarak dari mansion tak begitu jauh akhirnya mereka pun segera sampai,Arka lagi lagi mengendong Alya sebelumnya menyuruh menelpon dokter Iwan,dokter pribadi keluarga Arka.
Semua seluruh para pengawal dan pembantu seisi mansion menatap dengan heran.Bagaimana mungkin tuannya itu datang membawa makluk yg bernama wanita,pelayan saja sampai juru masak semua adalah lelaki.
Mereka semua bagaikan tak percaya akan penglihatan mereka,ada yg mencoba mengigit bibirnya karna mereka mengira sedang bermimpi.
Arka tak perduli dengan tatapan para penghuni mansionnya,Dia terus membawa Alya untuk masuk kedalam sebuah kamar.Alya di baringkan di atas sprinband yg ukuran besar dan empuk.
Sambil menunggu Dokter Iwan datang Arka,membersihkan wajah Alya dengan kain yg di basahkan dengan air hangat.Arka membersihkan sudut bibir Alya dengan menekan pelan.Ditatapnya wajah gadis itu entah kenapa setiap kali begitu dekat pastilah jantungnya berdetak kencang.
Ikatan tangan dan kaki Alya telah di lepas saat di markas tadi ketika Arka akan membawa ke mobil,tangan Alya terlihat luka dan kakinya kemerahan akibat lilitan tali.
Ari tak di biarkan masuk ke dlm kamar membuat Ari bingung dengan sikap tuannya itu.Ari yg menunggu ke datangan Dokter Iwan akhirnya hanya bisa duduk di sofa depan kamar itu.
Tak lama berapa lama kemudian Dokter Iwan pun tiba langsung di antar Ari kekamar tempat Alya berada.
__ADS_1
bersambung