Mafia Jatuh Cinta Pada Tahannnya

Mafia Jatuh Cinta Pada Tahannnya
Episode 2


__ADS_3

maafin ya bila cara nulisnya masih acak Acakan🙏🙏..bagaimanapun ini tulisan pertama saya😩


*****


Ari berjalan menuju kamar tempat Alya,Dokter Iwan mengekor di belakang sambil kepala ke kiri ke kanan kayak bebek angsa yg lagi ikuti induknya.


tok..tok...tokkk


Pintu kamar di buka oleh Arka,tapi cuma kelapanya yg keluar dari balik pintu.


"Masuklah Dok.."sambil membuka sedikit cela utk badan Dokter Iwan,lalu di tutup lagi tentu saja Ari yg mau ikut masuk wajahnya hanya dapat mencium pintu kamar.


Ari yg mendapat perlakuan seperti itu hanya dapat mengelus dahinya,namun hatinya seakan mengutuk Arka.


Ari kembali duduk di sofa,sepertinya Dia berfikir apa yg terlintas dalam fikiran tuannya itu,sampai sampai dirinyapun dilarang masuk ke dalam kamar Alya.


Dokter Iwan segera memeriksa denyut nadi Alya yg sangat lemah,ketika hendak membuka kanci baju Alya di bagian dada.Arka menarik tangannya dengan kasar.


"Apa yang kamu lakukan"tanya Arka dgn sinis


"bagaimana bisa Aku periksa kalau bajunya yg tebal itu memghalanginya"sambil senyum senyum melihat tingkah laku Arka itu.


Dokter Iwan dan Arka adalah sahabat yg sudah terjaling sudah lama dan Dokter Iwan adalah yg mengelolah Rumah Sakit milik Arka.Jadi apapun sifat Arka sudah di kenal oleh Dokter Iwan.


Dokter Iwan heran akan sikap Arka tadi dan Dia tau kalau Arka pasti ada apa apanya dengan gadis cantik yg pinsang ini.Namun Dia tak banyak tanya yg Dia lakukan melakukan sebaik mungkin untuk gadis ini.


Arka kelihatan panik,apalagi ketika Dokter Iwan mencoba memasang infus di tangan Alya.Setelah semua selasai baru kelihatan ada rasa lega di wajah Arka.


Dokter Irwan menarik nafas berat,lalu menghampiri Arka yg tadi hanya menatap di samping Alya.


"Untung saja kamu cepat menyelatkannya,kalau tidak Dia bisa saja meninggal karna kekurangan cairan"


"Sepertinya Dia kehausan dan kelaparan"lanjut Dokter Iwan.


"Jadi bagaimana keadaannya"


"sebentar Dia akan sadar,bila Dia sadar berikan air dan makanan "kata Dokter muda itu sambil menatap Alya dengan tatapan kagum akan kecantikan gadis itu,Alya yg seakan tertidur pulas lelaki manapun pasti akan merasa gejolak dalam hatinya.


Melihat Dokter itu memandang Alya seperti itu.Arka lalu berjalan ke arah Dokter Iwan lalu mendorong agar segera keluar dari kamar Alya.Dokter Iwan yg dpt perlakuan seperti itu hanya menatap Arka dengan senyum.


"Hai ....adapa denganmu,tak biasanya kamu bersifat begini.Tunangan kamu saja banyak yg tatap tapi kamu tak seperti ini."


"Apa jangan jangan...kamu...?"belum di lanjutka ucapannya,Arka sudah menutul pintu kamarnya dengan cepat ketika tubuh Dokter Iwan di dorong keluar balik pintu.


Ari yg melihat perlakuan Arka ikut senyum mengejek Dokter Iwan.


"Kamu juga di usirkan?"kata Ari sambil tertawa...


Dokter Iwan hanya megaruk kepalanya yg tak gatal,benar-benar bingung dengan sikap Arka.Ucapan terima makasih saja tak ada di ucapkan padahal Dokter Iwan sudah jauh datang hanya untuk menanggapi panggilannya andai bukan Arka mungkin Dokter Iwan akan menolak panggilan tadi utk datang karna banyak pasien yg harus di tanganinya untung ada Dokter Hani yg mengantikannya tadi.


Dokter Iwan keluar dari Mansion Arka dan menuju mobilnya di parkir. meninggalkan Ari yg masih menertawakan dirinya.


***


Kediaman Rico


Rico terlihat dari tadi bolak balik dari tempatnya berdiri setelah menerima telp dari Alam kalau keberadaan Alya belum di temukan.Alam mengatakan kalau penculik Alya adalah dari musuh Rico.


Dari balik pintu terlihat seorang wanita paru baya mengintip dan mendengarkan pembicaraan mereka.


"Jadi Neng Alya di culik,pantas saja setelah pertunangannya itu Dia tak perna melihatnya."gumannya


Sejak pertunangan Alya,keluarga Rico mengatakan kalau Alya ikut dengan keluarga Alam.Dan Alya akan tinggal disana jadi para pelayan percaya saja akan hal itu.


Terlihat wanita paru baya itu sedih ketika mendengar akan hilangnya Alya.Andai bukan karna Alya sudah lama Dia meninggalkan rumah Rico tapi Dia bertahan hanya karna Alya yg sudah dari lahir Dialah yg merawatnya jadi semua Dia telah tau semua yg berhubungan dengan Alya.


Wanita paru baya itu meninggal tempatnya mengintip.Dia tak ingin kalau tuannya itu melihat dirinya,bisa bisa Dia dpt masalah.Selama ini hanya Bik Ina nama wanita itu ,yang sering membantu Alya.


Bik Ina sering menangis bila di perlakukan Alya tak layaknya oleh Rico,Alya hanya bagaikan pembantu di rumah mansion Rico,tapi di luar sana orang mengira kalau Alya adalah anak Rico dan Rini.


Rico dan Rini pandai dalam bersandiwara di luar mereka seakan begitu menyayangi Alya dan mengatakan Alya adalah anak kandung mereka.


Dan hanya Bik Ina pula yg tau siapa orang tua kandung Alya,tapi Dia takut mengatakannya krn posisinya hanya se org pembantu dan siapa yg akan kelak menolong mereka kalau sampai Rico tau kalau Bik Ina bicara akan hal itu,bisa saja mengancam nyawa Alya.

__ADS_1


****


Arka menatap Alya tampah berkedip,di singkirkan rambut Alya yg sedikit menutupi wajahnya.entah kenapa tiba" rasanya ingin mencium gadis itu....,Dia tak bisa menahan perasaannya, di tundukan wajahnya ...


Sebelum bibir Arka menyentu bibir Alya,tiba tiba Alya telah sadar.Arka cepat cepat mengakat wajahnya sebelum Alya melihatnya.


Alya membuka matanya,melihat sekelilingnya dan melihat kalau tanganya telah tak terikat lagi tapi sana terpasang infus.Kini pandangannya tertujuh pada Arka.Alya tau kalau lelaki ini yg telah menamparnya walau Arka tak lagi memakai topeng.


"Kenapa tak bunuh saja Aku..." sambil mencoba memalingkan wajahnya.Arka yg mendengar kata Alya itu tak perduli.


"Minun...!!" dengan wajah dingin memberikan air kepada Alya.


Alya yg mendengar itu seakan acuh padahal tentu saja dirinya sangatlah haus,namun Dia marah pada lelaki yg telah menculiknya itu.


"Minum!!!" sekali lagi Arka membentaknya membuat Alya langsung mengambil gelas itu dan meminumnya.Ada senyum di wajah Arka.Setelah minum Arka memberikan makanan kepada Alya memang sudah duduk dari tadi dan bersandar pada ujung tempatnya berbaring.


"Makan..."kali ini Arka tak membentaknya lagi,Alya langsung mengambilnya dan menyuapi di mulut dengan pelan.


Melihat hal itu Arka terlihat tersenyum kecil dan berdiri keluar dari kamar Alya.Di kuncinya kamar itu dari luar dan menghampiri Ari yg sedang menutup wajahnya dengan majalah tertidur di sofa.


"Ikut Aku" sambil terus berjalan keluar arah mansion,Ari yg tak ingin dapat marah dari Arka langsung mengekor dari belakang padahal saat itu diri masih setengah sadar krn habis ketiduran karna menunggu tuannya.


Mereka menaiki mobilnya tampah banyak tanya Ari menyetirnya dengan pelan.


"Bisa cepatan !"bentak Arka


"Tapi kita mau kemana tuan" Tanya Ari


Arka tak menjawab ,Dia hanya sibuk memandang keluar lewat jendela sambil melihat toko yg di laluinya.


"Parkir disana..."sambil menunjukan sebuah toko pakaian.


Ari pun segera menuruti perintah Arka.Dan parkirkan mobilnya di sebuah toko pakaian dan pakaian dalam khusus wanita.


Setelah mereka turun


"Apa kita tak salah masuk?" kata Ari pelan,sambil mengikuti Arka masuk ke dalam dimana semua pengunjung Toko menata kepada mereka.


Hanya Ari dan Arka lelaki di sana,mereka mengenal Arka.Bahkan Kekasih Arka foto model terkenal Yg sebentar lagi akan menikah dengan Arka.


Arka terus berjalan ke arah karyawati yg tak berkedip menatapnya.


"Cepat berika beberapa pakai tidur ,dan harian,dan dalaman."pegawai itupun bersama 2 orang temannya lalu melaksanakan perinta Arka.Mereka tak bertanya ukuran dan modelnya krn mereka tau ukuran poster tubuh kekasih Arka.


Sedangkan pakai dalam yg di pilih pegawai itu di tolak oleh Arka.terlihat Ari datang berdiri di samping Arka,Ikut senyum senyum melihat Arka.


"Ganti ukurannya yg lebih besar dari ini. " sambil memberika BH yg di bawa oleh pegawai tadi.


"Tapi ini sesuai ukuran Nona Tiara."kata pegawai tadi mencoba meyakinkan krn mereka sangatla kenal dengan Tiara foto model yg pakainya terlalu terbuka di bagian dada.


"Ganti kataku"bentak Arka,Ari yg melihat Arka yg memengang BH itu memberikan lagi pada pengawai toko ikut tak bisa menahan senyumnya.


Bagaimana mungkin lelaki seperti Arka datang membeli pakai dalam wanitanya,...


Melihat Ari senyum senyum Arka menatapnya dengan dingin..,membuat Ari langsung pura pura melihat ke arah lain.


Pegawai toko itu menyerahkan nota total belanja, Arka mengeluarka kartu Yang di mana isinya mungkin hanya Dia yg memilikinya.


Setelah selesai membayar,Mereka keluar dari toko itu sambil di ikuti Ari yg membawa belanjaan.


Merekapun kemudian kembali ke mansion,waktu sudah agak sore.Mereka tak lagi pulang ke kantor setelah mengurus tahanan yg pinsang.


****


Alya setelah selasai makan Dia merasa kalau tenaga berasur ansur mulai kembali,Alya berusaha untuk bangkit karna tubuhnya sudah terasa lengket karna dari semalam belum mandi.


Alya berusaha turun dari tempatnya berbaring,dengan tenaga Dia miliki,kini Dia sudah mulai menurunkan kedua kakinya.


"Mau kabur ya ...?!!" suara itu mengagetkan Alya.


"Dasar bodoh...,bagaimana


Aku bisa kabur dalam keadaan seperti Tuan."bentak Alya pula.

__ADS_1


mendengar Dia di panggil bodoh,Arka langsung mendekat ke arah Alya.Arka meraih bahu Alya ,Alya yg tiba tiba di pegang seperti itu oelh Arka langsung kanget,dan hampir saja jatuh dari sisi tempat tidurnya,untung Arka secepat menangkap tubuh Alya dan Alya pun ber pegang pada leher Arka agar tak jatuh.


"Sekali lagi kamu panggil Aku bodoh,maka...."sambil mencoba mendorong tubuh Alya,Alya yg merasa diri didorong pasti akan terjatuh tambah mengeratkan pegangan pada leher Arka.


Posisi Alya dan Arka saling berhadapan,Alya menatap Arka dan berharap Arka tak akan melepskan dirinya.Arka yg sedari tadi sudah tak bisa lagi menahan dirinya langsung menundukan wajahnya melu**t bibir Alya,mendapat perlakuan seperti itu tentu saja Alya kangeet dan tak mampu utk melepaskan karna kedua tangan merangkul leher Arka.


Arka terus mencium Alya sampai keduanya kehabisan nafas,Alya di perlakukan seperti itu wajahnya kemerahan karna malu bagaimanapun itu ciuman bagi Alya.


Setelah mengambil nafas,Arka melanjutkan aksinya menc**m leher putih Alya dan meninggal tanda merah disana.Arka mendorong Alya di tempat tidur lalu terus menc**m dengan liar seakan tak ingin melepaskan Alya.Alya tersadar dan sekuat tenaga Dia mendorong tubuh kekar Arka.Mendapat dorongan dari Alya membuat Arka bagaikan marah ,namun Dia tak memukul Alya.


Arka berdiri dan menjauh dari Alya,Dia bagaikan terhipnotis dengan tubuh Alya,hampir saja Dia menodai gadis itu...


Aaah...sambil mengusap wajahnya dengan kasar.


Arka memberikan belanjaan tadi pada Alya.mencoba duduk dari tempatnya lalu di ambilnya pakai itu,di periksanya satu persatu satu...


"Apa kamu tak suka!?" bentaknya..


"Sssuka tuan...tapiiii....baju ini semuanya terbuka dan terlalu seksi"katanya tampah menatap Alka bagaimanapun Dia sangat malu.Tapi untunglah Arka tak memukulnya tadi saat Dia mendorongnya.


"Pakailah dulu itu nanti Aku suruh Ari membelikan yg lain." kata Arka.


Alya mengambil sebuah dalaman dan baju yg menurutnya terlalu terbuka tapi mau apalgi daripada dirinya tak berganti pakai.Baju di ambilnya sebuah baju yg berwarna hitam tampah lengan dan celana diatas lutut.


Alya berusaha turun lagi dari pembaringan itu dengan hati hati,melihat hal itu Arka berusaha membantu Alya Dia mengambil infus Alya dan ketika Alya belum mampu menginjak lantai Arka lalu mencoba memengang Tubuh Alya biar tak terjatuh.


Alya tak menolak karna sekarang Dia sudah sangat kebelet buang air.


Sampai depan kamar mandi Arka menyerahkan infus itu pada Alya,yg tengah membawa baju ganti.


"Tunggu Aku ambilkan handuk" kata Arka lirih,Alya mengangguk dan menunggu Arka membawakannya kemudian Dia masuk kamar mandi dan menutup pintu.


Arka menunggu di depan kamar mandi,Dia takut kalau Alya terjatuh atau kenapa dalam kamar mandi.


"Kenapa Aku mengawatikan gadis itu..."batinnya.


Setelah beberapa lama,pintu kamar mandi terbuka lalu keluarlah Alya mengenakan pakaian yg tadi di belikan oleh Arka.


Mata Arka seakan tak mampu berkedip menatap Alya,baju itu memang tak terlalu mahal seperti yg di kenakan Tiara kekasihnya tapi kenapa Arka melihatnya kalau Alya itu bak seorang putri nan cantiik,yang meluluhkan hatinya yg membuat dirinya bergetar.


Dan lebih parahnya lagi Arka merasa setiap menatap atau dekat dengan Alya,seperti juniornya pingin keluar dari sangkarnya.Tapi kenapa dengan Tiara kadang duduk di pangkuannya juniornya mala ke enakan tidur,kayak habis minum antimo.


Melihat Arka tak berkedip menatapnya Alya buru buru keluar dan menuju kaca hias sambil menyisir rambut yg sebahu yg sudah hampir mirip sarang burung.


Arka yg di tinggal dan merasa kalau Alya sudah bisa berjalan dengan baik.Dia pun melangka keluar kamar hendak menuju kamarny di lantai atas,untuk membersihkan badannya yg dari tadi sudah lengket gara gara mengurus tahanannya itu.


*****


Malam menunjukan waktu 19.00,Arka membawakan Alya makanan,tentu saja para pembantu tak di bolehkan masuj membawakan Alya krn mereka adalah lelaki. Arka membuka pintu kamar Alya.


Arka mengenakan baju kaos hitam tampa lengan dan celana levis yg ketat,memperlihatkan otot lengannya yg berurat tentu saja wanita pasti terpesona.


Arka membuka pintu kamar,yg di kunci dari luar di lihatnya sedang terduduk di sofa sambil seloyorkan kaki menonton tv,melihat Arka datang Dia langsung menurunkan kakinya dari sofa.


Arka membawa makanan itu di atas meja depan Alya.


"Makanlah setelah itu minum obat,sebentar Dokter Iwan akan datang memeriksa lagi keadaanmu"sambil duduk dekat Alya.


Alya hanya diam sambil merai sendok yg ada di atas piring,Dia tak ingin dapat bentak seperti tadi dari Arka.


setelah makan,Alya meminum obatnya.Dia merasa tenaganya benar benar pulih.


Arka sepertinya pandangannyavke arah tv tapi sebenarnya Dia sekali kali mencuri pandangan ke arah Alya.


Tok..tok..tok...


Arka tau kalau itu adalah Dokter Iwan,Arka berjalan ke arah lemari terus mengambil Switer lalu menyuru Alya untuk memakainya.Tampah berfikir lagi Alya lalu memakainya.


Arka membukal pintu ,lalu menpersilakan Dokter Iwan masuk.


Dokter Iwan yg menatap Alya pakai switer begitu jadi heran,tak ada hujan tak ada angin dlm kamar lagi.


"Bisa Switernya di lepas dulu buat periksa...."kata Iwan

__ADS_1


"Tak usah periksa di situ...,karna saya liat Alya sudah pulih.Kamu ku panggil kesini buat lepaskan infusnya."kata Arka sambil memegang tangan Dokter Iwan mengarahkan ke infus.Dokter Iwan pun cuma senyum senyun melihat tingka laku Arka....


__ADS_2