Mafia Jatuh Cinta Pada Tahannnya

Mafia Jatuh Cinta Pada Tahannnya
episode 3


__ADS_3

Hari ini Arka di kantor menyelesaikan beberap kerjaan kantor yg terabaikan karna tahananya itu.


Sudah seminggu Arka menahan Alya di mansionnya,dan hanya Dia saja yg bisa masuk di sana tak ada satupun pelayannya di isikan masuk walau itu cuma mengantar makanan untuk Alya.


Tok..tok...


"Masuk"kata Arka tapi pandanganya tetap ke arah lap top di depannya.


Dia memperhatikan satu persatu setiap tahanan di markasnya.


Ari masuk langsung duduk di kursi depan meja Arka.


"bagaimana....,apa sudah ada informasi kau dapatkan kalau gadis itu adalah anak angkat Rico?" tatapan masih di laptop


"Belun tuan..."sambil kelihatan lesu,Ari tau tuannya pasti sangat marah.


"Apa!!!,mencari saja informasi satu org kamu tak becus!"langsung tatapannya tertuju ke Ari dangan pandangan marah.


"Alya...,adalah anak kandung dari Rico tuan menurut semua yg Aku selidiki sampai saat Alya masih sekolah."Ari berusaha meyakinkan Tuannya kalau Dia sudah selidiki dari semua yg memyakut Alya.


"Oh ....,jadi gadis itu namanya Alya..."guman Arka.


"Dia mau main-main denganku!Dia mengaku anak angkat agar mungkin kita melepaskannya." geram Arka sambil memukul meja dengan keras.


"Dia fikir siapa dirinya..." sambil senyum sinis.


Arka melangkah keluar dari ruangannya di ikut Ari di belakang.


Semua Karyawan berpapasan dengannya menunduk memberi hormat pada lelaki tampah itu dengan langkah seakan berlari.Namun para karyawannya tak ada yg tau selain CEO diperusahaannya ternyata Arka adalah mafia yg di takuti para lawannya.


Dalam menjalankan misi mafianya mereka mengenakan topeng jadi walaupun terlihat tapi mereka pasti tak kenal.Apalagi Arka adalah org terkaya no 1 di negaranya.


Arka terus berjalan ke arah mobil di ikut oleh Ari tak berapa lama mereka pun sudah meninggalkan tempat parkir gedung yg menjulang tinggi itu.


Ari tau tujuan tuannya adalah menemuinya di mansion tempatnya di tahan.


******


Alya yg telah mandi,sambil memakai pakai yg di belikan tempo hari oleh Arka,melihat dirinya di cermin...


"Waaah ternyata baju ini cantik juga...tapi terlalu terbuka sampai belahan dadanya terlihat dengan jelas.."gumannya


Alya sendiri merasa tak percaya dengan apa yg Dia liat,karna selama ini Alya jarang pakai baju yg indah yg bagus bagus.


Rico dan Rini tak perna memberikan uang padanya,kalau bukan mereka yg membelikan untuk Alya,Alya tak perna memiliki uang untuk keperluannya.Lain dengan Dea apapun pasti di berikan untuknya.


Pertama mengenakan gaun mewah ketika tunangan karna itu ingin Rico dan Rini agar Alya kelihatan cantik di hadapan Alam.Dan para tamu bagaimanapun semua mengira kalau Alya adalah anak kandung Alam.


"brukkk..." Alya di kejutkan seperti suara tendangan di pintu.


Arka langsung masuk dan merai rambut panjang Alya agar menghadap ke wajah Arka.Alya yg di perlakukan seperti itu tentu saja tak berkutik.


Alya kangeet,melihat mata Arka yg menatapnya bagaikan mata singa melihat rusa,yg akan di terkannya.


"Baraninya kamu berbohong padaku.!!"


" Maksud Tuan?" Alya ke takutan.


"Pura-pura bodoh ya..!"bentak Arka,tambah mengerat tarikan rambut Alya.

__ADS_1


"Aaah...ssssaaakit tuan ,lepaskan rambutku."berusaha untuk melepaskan tangan Arka,dengan memengang tangan Arka.


Posisi mereka makin dekat krn Arka tambah menarik rambut Alya,sehingga wajah mereka makin dekat hembusan nafas Alya menyapu wajah Arka.Tangan Alya masih tetap pada tangan Arka,agar Arka melepasnya.


Arka menatap Alya dengan marah,Sedangkan tatapan Alya bagaikan memohon agar Arka melepaskannya.


Arka segera mengalikan pandangannya kebawah karna posisi saat ini mereka seperti seorang kekasih yg saling berpelukan,jantung Arka seakan jam dinding yg berdetak sampai Dia mendengarkan bunyi jantungnya itu.


Arka baru sadar ternyata dada Alya telah menempel di dada Arka.


"Aaaaah...plak..."Arka kanget karna Alya mengigit lehernya,Arka melepaskan cengkaranmannya lalu menampar Alya sampai jatuh ke lantai.


"Ari ..masuk kesini"


Ari yg mendengar namanya di panggil langsung masuk karna memang pintu tak di kunci Arka.


Arka mencoba meraba lehernya yg di gigit Alya,bekas gigi Alya terlihat model O di sana.


"Si*l wanita li*r itu mengigitku" umpat Arka.


Ari ingin tertawa,tapi di tahan dengan menutup mulutnya dengan telapak tangannya.


"Cepat bawa wanita li*r itu kembali ke tahanan di markas!"


Mendengar Arka akan membawanya ke tahanan yg dulu membuatnya tersiksa.Alya langsung berdiri merai tangan Arka,sambil menangis.


"Tuan jangan bawa saya ke sana ...hiks...hiks.."sambil terus memengan dan mencium tangan Arka yg berdiri di hadapannya.


Arka mencoba,memberi isyarat pada Ari agar membawa paksa Alya.


Ari langsung menarik tangan Alya,lalu mengendong gadis itu,namun Alya terus memberontak dalam gendongan Ari,jelas saja Ari tambah eratkan agar Alya tak lepas.


Ari keluar dari kamar,menuju ke keluar pintu mansion.


Jelas saja mereka pada terkagum akan kecantikan gadis itu.


Ari sebentar lagi sampai di mobil di parkir.


Arka yg berjalan di belakang melihat para pengawalnya memandang seperti itu ke arah Alya.


"Berhenti..!!" Ari yg di teriaki oleh tuannya pun memghentikan langkahnya.


Arka membuka jas mewah mililknya,lalu menghampiri Ari .


Ditutupi tubuh Alya yg terbuka itu,lalu di ambilnya Alya dalam gendongan Ari.


Ari hanya terpatung di tempatnya,ketika tuannya itu mengambil tubuh Alya dan membawa kembali masuk di dalam mansion.Sambil mengutuk Tuannya itu.


Alya melihat dirinya di bawa kembali dalam mansion oleh Arka,Dia tak lagi memberontak,namun suara sesungukan setelah menangis tadi masih jelas di dengar oleh Arka.


Arka terus membawa tubuh Alya,tampah menatapnya.


Arka lalu membawa tubuh Alya ke pembaringan dan membaringkanya,lalu pergi meninggalkan Alya yg masih menangis tertahankan.


setelah Arka pergi maka Alya pun langsung menangis sekeras kerasnya.


Arka keluar dari kamar,setelah itu dia masuk membawa makanan untuk makan siang untuk Alya, lalu balik lagi ke kantornya bersama Ari.


Dimobil Dia seakan merasa kalau itu bukan dirinya,kenapa perasaan kasihan melihat gadis ketika menangis.

__ADS_1


"Kenapa dengannku,Perasaan yg marah bila ada lelaki lain menatap tubuh dan wajah cantik Alya.Sampai Jas mewahku ku berikan menutupi tubuh" guman Arka.


Ari melirik dari kaca spion tuannya dengan sedikit senyum.


****


Alya merasa stok air matanya hari ini telah habis.Dia membuka jas yg tadi menutupi tubuhnya.


Jas itu di lipatnya dengan rapi lalu di ciumnya,....


"Waaaah harummm juga..."dicium sambil memejamkan matanya...seperti iklam sabun pewangi ya...


"Kamu itu tampan tuan...tapi kamu dingin dan kejam..kamu telah mencuri ciuman pertamaku..."seakan lagi bicara sama seseorg.Sambil malu -malu ..


"Tuan kamu itu kenapa sih,kadang lembut kadang kasar padaku...


"Tau kenapa aku tak mau kembali ke tahanan kecil itu...,krn tempat di sana bikin aku seperti bebek baru menetas....badanku lengket karna keringatan..."sambil mengkrucutkan bibir yg seksi.


"Hahaaaaa..hahaaaaaa..."Arka tertawa lepas melihat kelucuan Alya.


Ternyata sejak di kantor Arka melihat semua kelakuan Alya lewat laptopnya.


Ari yg duduk di sofa sambil mengerjakan beberapa kertas di hadapannya ikut heran.dengan perubahan Tuannya.


Selama ini Arka tak perna tertawa begitu,yg Dia kenal Arka


yg ada hanya wajah dingin dan kejam.


*****


Arka pulang lebih cepat selama Dia menahan Alya di mansionnya krn Dia harus membawakan makanan malam buat Alya.


Arka masuk sambil membawa makanan,di lihat ke kiri ke kanan namun tak di lihatnya Alya dlm kamar.


Dia melihat pintu teras yg berhubung dengan halaman belakang terbuka.


Terlihat Alya sedang menatap bintang sambil tersenyum.


"Entah kenapa tiap kali aku menatap seperti itu hatinya seakan tenang dan damai."batin Arka.


Alya yg merasa kehadiran seseorang,langsung memaling wajahnya,yang masih tersenyum.


Melihat Arka yg datang,senyum Alya pun hilang dari bibirnya.


Dia takut kalau Arka akan bersifat seperti tadi siang.


Melihat sifat Alya seperti seakan Arka paham akan ketakutan Alya.


"Saya tak akan membawamu ke markas tapi...."Arka mendekat ke arah Alya.


"Tttttapiiiii...apa Tuan?" Mata Alya melototkan matanya dan itu seakan sangat lucu di hadapan Arka.


"Kamu harus jujur sama Aku.."sambil menatap Alya.


"Jujur???....,tentang apa Tuan."Alya balik menatap tajam Arka.


"Tentang kalau kamu bukan anak kandung Rico dan Rini."


"Ohhh...kirain apa Tuan,bikin jantung aku mau copot...." sambil bernafas lega...,

__ADS_1


"Iya, Tuan saya akan jujur ..." Sambil Menarik nafas berat mungkin,Itu adalah cerita yg sangat menyakitkan baginya...


bersambung....


__ADS_2